Rabu, 21 08 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Minta Hujan Turun, PWNU Riau Laksanakan Shalat Istisqa

Selasa, 13-08-2019 - 02:11:01 WIB

 


TERKAIT:
 
  • Minta Hujan Turun, PWNU Riau Laksanakan Shalat Istisqa
  •  

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Riau, adakan kegiatan sholat Istisqa berjamaah di halaman kantor PWNU-Riau pada Senin (11/8). Salat Istisqa ini diadakan Nahdliyyin untuk meminta diturunkannya hujan guna mengurangi dampak kabut asap di Provinsi Riau.

    Pekanbaru, Berazam.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Riau melakukan Shalat Istisqa, Shalat Istisqa sendiri adalah Shalat yang memiliki hukum Sunah yang mana shalat ini adalah untuk meminta Allah SWT untuk menurunkan hujan.

    Acara yang bertajuk "Jihad NU Riau atasi kebakaran hutan dan lahan serta asap dengan gerakan RASISMA (Riau Salat Istisqa Bersama)" dilaksanakan di halaman kantor PWNU Riau pada Senin (13/08) malam.

    dihadiri oleh Pengurus Nahdlatul Ulama Wilayah Riau serta Nahdliyyin Se-Provinsi Riau dan Gubernur Riau, Syamsuar yang juga Mustasyar PWNU-Riau.

    Hadir juga seluruh pengurus PWNU Riau, Nahdliyyin Se-Provinsi Riau dan Gubernur Riau,Syamsuar yang juga Mustasyar PWNU Riau.

    Sebelum melakukan Shalat Istisqa, K.H. Zainuddin Umnur membuka acara dengan doa dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin. Tentu hal tersebut dilakukan untuk memohon ridho dari yang maha Kuasa untuk menyelamatkan Provinsi Riau dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    "Selamatkan lah ya Allah, selamatkan lah Provinsi Riau dari bencana (buatan manusia) yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan," ucap sang Kyai melalui do'anya.

    Rahmat Suhadi yang juga merupakan Imam Besar Masjid Ar-Rahman Pekanbaru ditunjuk untuk menjadi Imam shalat.

    Ratusan jemaah yang hadir juga tampak khusuk mendengarkan lantunan ayat Suci Al-Quran yang dibacakan Imam sembari berharap dalam hati shalat yang dilakukan dijabah oleh Allah.

    Khatib, Dr, H. M. Fahri, MA Menceritakan kisah-kisah dizaman nabi dan sahabat yang berkenaan dengan air dan fenomena alam. Dia menyatakan bahwa air mengetahui bahasa dan kebutuhan manusia.

    Selesai melaksanakan Shalat Istisqa, Dr H.M Fahri, MA yang bertindak sebagai Khatib menceritakan kisah Nabi dan sahabatnya yang berkenan dengan air dan juga fenomena alam. Ustaz Fahri menjelaskan bahwa air mengetahui bahasa manusia dan kebutuhan manusia.

    Dalam ceramahnya tersebut, Fahri menghimbau agar Masyarakat Riau untuk lebih banyak berkomunikasi dengan alam melalui ibadah sunah yang dianjurkan.

    "Salat Istisqa adalah salah satu Sunah yang dianjurkan," Jelasnya.

    Dalam ceramahnya tersebut, Fahri mengatakan bencana kabut asap tidak begitu saja bisa terjadi. Individu serta korporasi yang diduga dengan sengaja membakar hutan dan lahan membuat menjamaknya kebakaran hutan dan lahan di Riau.

    Dia menegaskan, penegakan hukum terhadap korporasi maupun individu pembakar lahan, juga menjadi bagian dari jihad melawan kabut asap.

    "Salah satu penyebab kemarau panjang (kabut asap) adalah manusia-manusia yang sengaja membakar lahan, untuk kepentingan dia sendiri. Maka dari itu, kita harus mendorong penegakan hukum terhadap orang-orang ini perlu kita lakukan" katanya dalam khotbah.

    Seusai melakukan Khotbah, Ustaz Fahri juga mengajak seluruh masyarakat ataupun elemen yang hadir untuk menadahkan tangan sembari berharap dalam hati Allah mengabulkan doa seluruh masyarakat Riau.

    "Ya Allah turunkan lah hujan ya Allah. Kami sangat membutuhkan air ya Allah, berapa banyak petani yang gagal panen karena lahannya terbakar ya Allah. Kami sangat risau dengan asap ini ya Allah" ucapnya dalam doa penutup khotbah. *bzam09



     
    Berita Lainnya :
  • Minta Hujan Turun, PWNU Riau Laksanakan Shalat Istisqa
  •  

    Komentar Anda :