Sabtu, 07 Desember 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Pertemuan Puncak Halal Dunia Bahas 54 Paper: Dari Gaya Hidup Halal hingga Ekonomi Syariah

Sabtu, 30-11-2019 - 13:51:04 WIB

 
Prof Dr Irwandi Jaswir menjadi pembicara populer dalam World Halal Summit 2019 di Istanbul, Turki. Kanan atas, tokoh halal dari Belanda bangga mengenakan Tanjak Melayu Riau.

TERKAIT:
 
  • Pertemuan Puncak Halal Dunia Bahas 54 Paper: Dari Gaya Hidup Halal hingga Ekonomi Syariah
  •  

    Catatan Ridar Hendri dari Istanbul, Turki

    ISTANBUL, TURKI-Wakil PM Turki Numan Kurtulmus, Kamis (28/11) di Istanbul, membuka Pertemuan Puncak Halal Dunia ke-5 (The 5th World Halal Summit). Pertemuan empat hari itu membahas paper 54 pembicara, terdiri dari akademisi, kalangan industri dan pelaku bisnis halal. Seribuan orang hadir dalam pertemuan puncak tahunan itu.

    Numan Katulmus mengatakan bahwa penting bagi negara-negara Islam untuk menegakkan dan mengembangkan prinsip-prinsip halal dalam segala lini kehidupan. Baik dari segi makanan halal, penerapan ekonomi syariah, wisata ramah Islam (Moeslim Friendly) dan gaya hidup halal. Para pakar halal Islam dituntut untuk terus menggali aspek-aspek halal ini, sehingga melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia.

    Ke-54 paper yang dibahas dalam pertemuan ini dibagi ke dalam 10 kelompok isu, yaitu: Standarisasi dan isu-isu untuk infrastruktur kualitas halal; Sertifikasi dan akreditasi pada industri halal; Trend baru ekonomi dan pembiayaan Islam; Peluang dan tantangan dalam pengembangan perbankan dan pembiayaan Islam; dan Wisata dan gaya hidup halal.

    Selanjutnya Wisata halal dan profesional, Gaya hidup halal untuk semua generasi, Gaya hidup halal hidup keseharian; Tantangan-tantangan baru dalam pangan halal; serta Farmasi dan kosmetik halal. Setiap kelompok bahasan, rata-rata lima paper. Kecuali peluang dan tantangan perbankan Islam, serta farmasi dan kosmetik, masing-masing 6 dan 7 paper.

    Beberapa tokoh halal dunia yang tampil adalah Yasin Zulfikaroglu (Lembaga Standar dan Metrologi untuk Negara-negara Islam/ SMIIC), Muhammad Najeeb Khan (Kepala Badan Riset Halal dan Syariah Pakistan), Prof Dr Pakorn (Direktur Lembaga Standar Halal Thailand), Dr Mian N Riaz (Universitas Texas AS), dan Dr Sayed Arif Ali Shah Alhusaini (Direktur Komite Teknik Pangan Halal (Pakistan).

    Pakar Halal Universitas Islam Internasional Malaysia Prof Irwandi Jaswir mengingatkan kembali betapa peluang bisnis halal sangat besar di dunia. Baik dari sisi makanan halal, wisata ramah Islam dan sebagainya. Namun, sangat sedikit negara-negara Muslim yang menangkap peluang ini. Sejauh ini negara-negara Muslim belum banyak menggarap bisnis produk-produk halal yang mendatangkan devisa triliunan, padahal mereka adalah pengguna produk-produk halal itu sendiri.

    Sebaliknya, kata peraih King Faisal Prize 2018 atas konsistensinya melakukan riset halal dalam seperempat abad terakhir ini, negara-negara non Muslim semacam Korea, Jepang dan Eropa sangat serius menggarap lahan bisnis ini. Ratusan jenis produk kosmetik Korea sudah mereka sertifikasi halal. “Celakanya, yang menjadi konsumen mereka adalah negara-negara Islam,” kata WNI kelahiran Medan ini.

    Dia menambahkan, Jepang sebagai Tuan Rumah Olimpiade mendatang, telah mengantisipasi kedatangan atlet, official dan pengunjung pesta olahraga dunia itu, dengan menyiapkan kebutuhan yang Islami, baik masjid, makanan, hotel dan wisata halal.

    Isu lain yang menarik dalam pertemuan puncak halal dunia kali ini, ialah munculnya kesadaran negara-negara kecil Muslim untuk mengembangkan gaya hidup halal dalam rangka merebut pangsa pasar halal di negara-negara tetangga non-Muslimnya. Beberapa negara non-Muslim di Eropa dan pecahan Uni Soviet juga sudah bergerak ke arah merebut pangsa pasar halal dunia ini.

    Pada even yang sama juga diselenggarakan The 7th World Halal Expo, yang diikuti 30 negara.***



     
    Berita Lainnya :
  • Pertemuan Puncak Halal Dunia Bahas 54 Paper: Dari Gaya Hidup Halal hingga Ekonomi Syariah
  •  

    Komentar Anda :