Sabtu, 07 Desember 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
PT SPR Gaet Investor Filipina Garap Bisnis Air Bersih Siap Minum dengan Investasi Rp 1,6 Triliun

Jumat, 29-11-2019 - 08:54:22 WIB

 
PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) melakukan terobosan baru dengan melebarkan sayap bisnis yang sebelumnya hanya di sektor migas, kini mulai merambah ke sektor non migas.

TERKAIT:
 
  • PT SPR Gaet Investor Filipina Garap Bisnis Air Bersih Siap Minum dengan Investasi Rp 1,6 Triliun
  •  

    Pekanbaru, Berazam-PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) melakukan terobosan baru dengan melebarkan sayap bisnis yang sebelumnya hanya di sektor migas, kini mulai merambah ke sektor non migas.

    Ada kabar gembira untuk masyarakat kota Pekanbaru dan Kampar. Sebuah lompatan bisnis sistem penyediaan air minum (SPAM) segera akan terwujudkan, persisnya tahun 2021 mendatang. Tidak saja bersih dan higienis, air PAM tersebut dapat langsung diminum dari kran-kran di rumah warga. 

    Komisaris PT SPR H. Azhar Syaban kepada berazam dan matapers mengatakan trobosan baru core bisnis ini merupakan inovasi PT SPR untuk menjawab ekspektasi publik Riau yang barangkali selama ini berpikiran miring terhadap kinerja perusahaan BUMD Pemprov Riau itu.

    "Inilah saatnya kita atau kami kami yang ada di SPR menunjukkan kerja keras agar kedepan BUMD yang dibangun pemerintah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Riau," kata Azhar yang akrab dipanggil Wak Atan ini.

    Dijelaskannya, awal tahun 2020, proyek SPAM senilai Rp1,6 triliun itu akan dibangun perusahaan konsorsium Indonesia-Filipina, PPMV (PT PP Infrastruktur, Maynilad Water Services Inc dan PT Varsha Zamindo Lestari).

    Hal hal yang terkait dengan skema investasi ini telah dibahas,, tinggal menandatangani perjanjian atau kontrak dengan pihak investor. Adapun skema dan lama kontrak adalah dengan pola BOT (build operete transfer) selama 30 tahun.

    "Insya Allah, kalau tidak ada halangan, kita akan groundbreaking (peresmian peletakan batu pertama) pada tahun 2020," ujar Azhar.

    PT SPR merupakan BUMD Pemprov Riau yang ditunjuk Gubernur Syamsuar sebagai penyelenggara SPAM untuk kawasan lintas Pekanbaru Selatan-Kampar tersebut. Dan beberapa waktu lalu PT SPR sudah menyerahkan dokumen pengerjaan proyek ini kepada konsorsium PVMV sebagai pemenang tender. 

    Dijelaskan Azhar, sumber air bersih SPAM ini diambil dari Sungai Kampar dari arah Kubang. Menggunakan teknologi canggih dalam proses penyedotan dan penjernihan air yang dibawa Maynilad Water Services Inc dari negeri Qorazon Aquino tersebut, selanjutnya air akan dialiri dengan pipa induk sepanjang 54 km dan pipa tersier (pipa pembagi) sepanjang 1.293 km ke kawasan selatan Pekanbaru dan Kampar. 

    "Jadi untuk menyalurkan air kita kerjasama dengan SPAM Kampar dan Pekanbaru. Mereka lah nanti yang membeli air siap minum ini kepada kita PT SPR," jelasnya.

    Bila pembangunannya selesai, air bersih yang bisa langsung diminum warga dari kran itu akan dapat menjangkau 102.000 pelanggan (rumah) di Pekanbaru khususnya untuk Kecamatan Tampan, Marpoyan Damai dan Bukit Raya. Sedangkan untuk Kampar sebanyak 36.000 pelanggan, khusus untuk Kecamatan Tambang dan Siak Hulu. Adapun model bisnis investasi ini bukan G to G. Tapi B to B.

    "Ini bisa disebut proyek B to B (business to business) pertama di Indonesia. Sepenuhnya proyek ini investasi asing dan tidak menggunakan anggaran negara maupun daerah," ungkap Azhar Syaban optimis.

    Mantan Ketua KPU Rokan Hilir yang cukup merakyat ini, total nilai investasi Rp1,6 triliun yang akan digelontorkan  Konsorsium PPMV  meliputi pembiayaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air kapasitas produksi 1.000 liter per detik. Juga beserta seluruh bangunan kelengkapannya, pembangunan pipa transmisi, pembangunan seluruh jaringan distribusi di area pelayanan, serta membantu kedua PDAM untuk peningkatan kinerja dengan adanya ‘twinning program’.

    Tingkat Kebocoran 6 Persen

    Azhar menjelaskan, keunggulan teknologi air bersih yang dibawa investor Filipina ini, mampu untuk memonitor dan menekan tingkat kebocoran paling tinggi 6 persen. Bandingkan dengan tingkat kebocoran pada sistem air ledeng yang dikelola PDAM Pekanbaru saat ini yang mencapai 63 persen. 

    Dengan teknologi SPAM terbaru yang diterapkan dalam proyek ini, kualitas air yang dihasilkan mencapai 96 persen sehingga air dapat diminum langsung dari kran di rumah-rumah konsumen atau pelanggan. "Ini kualitasnya sama dengan SPAM yang ada di Bogor, Jawa Barat. Bisa diminum langsung warga dari kran-kran di rumah mereka," terang Azhar.

    Sebagai core bisnis baru SPR yang biasa bermain di eksplorasi migas, BUMD Pemprov Riau ini optimis nantinya bakal mampu menyetor tambahan deviden Rp400 juta di luar dari bagi hasil laba pengelolaan Blok Langgak.

    "Kami optimis dari SPAM lintas Pekanbaru-Kampar ini akan dapat memberikan deviden lain di luar migas mulai tahun 2022 nanti," kata Azhar.

    Ditambahkannya, untuk mengelola pengadaan air siap minum ini akan dibentuk perusahaan baru BUMD air. Jadi nanti nya terpisah dari SPR, namun tetap masih satu grup.

    "Untuk BUMD air ini draft nya sudah kita serahkan kepada pak Gubernur. Dan Alhamdulillah beliau mengapresiasi positif semua langkah yang kita ambil ini," ujar Azhar.

    Jika semua berjalan lancar sesuai dengan tahapan tahapan yang telah kita lakukan, ujar Azhar, pihaknya tetap kordinasi dengan pak Gubernur baik sebelum maupun setelah menandatangani perjanjian dengan investor.

    "Karena biar bagaimanapun PT SPR ini adalah milik Pemprov Riau yang dibangun dengan uang rakyat. Tentu hasilnya harus dapat dinikmati oleh masyarakat Riau. Kami semua yang ada di SPR ini tentu ingin meninggalkan legacy bagi pemprov Riau dan masyarakat Riau sebelum masa tugas kami sebagai direksi maupun komisaris berakhir pada tahun 2020 mendatang, " tandas Azhar Sya'ban. **

    bazm2



     
    Berita Lainnya :
  • PT SPR Gaet Investor Filipina Garap Bisnis Air Bersih Siap Minum dengan Investasi Rp 1,6 Triliun
  •  

    Komentar Anda :