Jum'at, 06 Desember 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Kapolri Kumpulkan Puluhan Korporasi Perkebunan dan HTI di Pelalawan. Ada Apa?

Selasa, 13-08-2019 - 11:35:47 WIB

 
Foto: Kapolri berserta Panglima TNI mendarat di helipad kawasan industri Teknopolitan Pelalawan, Selasa (13/8) pagi.

TERKAIT:
 
  • Kapolri Kumpulkan Puluhan Korporasi Perkebunan dan HTI di Pelalawan. Ada Apa?
  •  

    PEKANBARU, Berazam-Sebanyak puluhan Direksi perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) di Riau, Selasa (13/8/2019) pagi ini dipanggil untuk mendapatkan pengarahan oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di kawasan teknopolitan Pelalawan, Riau.

    Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pertemuan yang juga dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kaban BNPB, Menteri LHK dan kaban BPBD Riau Edwar Sanger, tersebut terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau tanpa henti sejak 2 bulan terakhir.

    "Sekarang kami di Teknopolitan Kerinci bersama Kapolri, Panglima TNI, Kaban BNPB dan menteri LHK," kata Edwar Sanger menguatkan informasi tersebut.

    Dari sekitar 200 an korporasi kehutanan dan HTI yang dipanggil itu termasuk juga Direksi PT Sumber Sawit Sejahtera (PT SSS) Pelalawan yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka kasus Karhutla. "Iya, kami dipanggil untuk mendapatkan pengarahan oleh Bapak Kapolri besok di Riau," kata Direktur Operasional PT SSS Eben, kepada Berazam.com.

    Eben sendiri mengaku pasrah terhadap penetapan korporasinya sebagai tersangka kasus Karhutla di Riau. "Saya akan memberikan semua informasi jika diminta pihak kepolisian, saya akan koperatif dan siap menghadapi segala kemungkinan yang terburuk termasuk dijadikan sebagai tersangka," kata Eben, melalui sambungan telepon seluler nomor 082170706xxx, Senin (12/8) malam.

    Menurut Eben, tersangka belum tentu bersalah atau tidak. Namun, sebagai salah seorang direksi, dia akan mengikuti semua proses hukum yang dilakukan pihak penyidik kepolisian, dalam hal ini Polda Riau.

    "Tersangka kan belum pasti atau belum tentu bersalah. Namun sebagai warga negara yang taat hukum saya akan mengikuti semua proses hukum yang berlaku," pungkasnya.

    Kembali ke pertemuan Kapolri bersama Panglima TNI dengan korporasi perkebunan dan HTI di Riau, sejauh ini belum diperoleh konfirmasi apakah hari ini juga akan ada penetapan dan pengumuman tersangka baru dari korporasi.

    Sampai hari ini berdasarkan ekspos Polda Riau, sebanyak 27 orang telah ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan. Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Riau yang diproses sejak awal 2019 hingga Agustus ini. Terakhir, Polda Riau turut menetapkan satu PT SSS (Sumber Sawit Sejahtera), yang juga berlokasi di Pelalawan sebagai tersangka secara korporasi.

    Lebih Berani

    Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) Doni Monardo meminta Polri untuk lebih berani menegakkan hukum dan menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan karena penindakan hukum terhadap pelaku pembakaran dinilai masih belum maksimal.

    "Kebakaran hutan dan lahan penyebabnya 99 persen dilakukan manusia. Polri harus lebih berani dalam penegakan hukum," kata Doni melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

    Doni mengatakan solusi pengendalian kebakaran hutan dan lahan, terutama di provinsi rawan seperti Riau, adalah dengan melaksanakan operasi yang melibatkan pasukan gabungan yang ditempatkan di wilayah yang sering terjadi bencana.

    "Pasukan gabungan tersebut bertugas melakukan pencegahan, penggalangan, dan ketertiban. Satuan tugas harus membina dengan menyentuh hati masyarakat agar tidak membakar hutan," tuturnya.

    Salah satu upaya lain untuk mencegah pembakaran hutan dan lahan adalah dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BNPB memberikan bibit-bibit tanaman yang bernilai ekonomi untuk ditanam oleh masyarakat.

    Kepala BNPB bersama Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengunjungi Riau untuk memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau.[red].



    Ralat: Barusan kami dapat informasi dari sumber yang layak dipercaya, bahwa pertemuan Kapolri dengan puluhan korporasi batal. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan (lokasi yang terbakar di wilayah Pelalawan).

    Demikian berita ini kami ralat. Terima kasih.



     
    Berita Lainnya :
  • Kapolri Kumpulkan Puluhan Korporasi Perkebunan dan HTI di Pelalawan. Ada Apa?
  •  

    Komentar Anda :