Rabu, 16 Oktober 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Lahannya Terbakar, Dirut Dan Manajer Operasional PT SSS Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Selasa, 08-10-2019 - 20:56:31 WIB

 


TERKAIT:
 
  • Lahannya Terbakar, Dirut Dan Manajer Operasional PT SSS Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
  •  

    Pekanbaru, Berazam.com - Polda Riau resmi menetapkan 2 orang tersangka dari PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS), masing-masing adalah Direktur Utama yang berinisial EDH serta Manajer Operasional PT SSS yang berinisial AOH. Dari kedua tersangka tersebut, Polda Riau juga resmi menahan AOH.

    Penetapan ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto didampingi oleh Direktur Reskrimsus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi, saat konferensi pers di Posko Karhutla Polda Riau, Selasa (07/10).

    "Perusahaan diduga lalai atau sengaja tidak menyiapkan sarana prasarana yang memadai, perusahaan juga tidak mempunyai SOP (Standar Operasional Prosedur) sumber daya manusia atau pegawai untuk menanggulangi kebakaran hutan, sehingga kebakaran hutan yang luas tidak terelakan," Ujar Sunarto.

    Karhutla sendiri terjadi di PT SSS apda tanggal 23 Februari hingga 10 Maret 2019. Kebakaran tersebut terjadi di desa Kuala Magrup,Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelelawan. luasnya lahan yang terbakar diperkirakan lebih kurang 155,2 hektar.

    Sementara itu, Direskrimsus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi menjelaskan, PT SSS telah ditetapkan sebagai tersangka pada Agustus 2019 lalu. Penetapan ini dilakukan setalah pihak Polda Riau melakukan penyelidikan terkait kebakaran lahan di areal PT SSS.

    “Dalam pemeriksaan oleh Penyidik di Direktorat Reskrimsus Polda Riau, saksi ahli menyatakan bahwa terdapat bukti telah terjadi kelalaian oleh korporasi yang menyebabkan kebakaran lahan hingga mencapai luas sekitar 155,2 HA” Ujar andri melanjutkan.

    Menurut keterangan Andri bahwa hotspot yang terus bergerak dari hari ke hari, baik yang melanjutkan hotspot dari hari sebelumnya maupun timbulnya hotspot baru di lain petak memastikan bahwa upaya pengendalian kebakaran yang dilakukan oleh PT. SSS nyaris hampir tidak dilakukan, kalaupun ada, diduga dilakukan ketika api akan menuntaskan pembakaran yaitu setelah menghanguskan isi petak yang telah ada dan menghanguskan petak selanjutnya.

    Selain itu, Polda Riau juga telah memeriksa 11 saksi ahli, 13 saksi dari masyarakat dan juga 23 orang saksi dari Perusahaan.

    “Sesuai keterangan saksi ahli yang kami minta, menyebutkan bahwa kelalaian perusahaan dalam memadamkan api benar benar telah terjadi,” bebernya. 

    "Tersangka di nyatakan telah melanggar 2 pasal UU RI yaitu pasal 98 ayat 1 UU RI No 32 tahun 2019 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan acaman hukuman penjara paling rendah 3 sampai 10 tahun dengan denda 3 miliar sampai 10 miliar, dan pasal 99 ayat 1 uu RI tentang Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman penjara 1 sampai 3 tahun dengan denda 1 miliar sampai 3 miliar," Tukasnya.



     
    Berita Lainnya :
  • Lahannya Terbakar, Dirut Dan Manajer Operasional PT SSS Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
  •  

    Komentar Anda :