Kamis, 23 Januari 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Gelar FGD, Pemuda Pancasila "Bedah" Proyek Perkantoran Tenayan Raya

Kamis, 16-01-2020 - 19:03:53 WIB

 
Para narasumber FGD Pemuda Pancasila berfoto bersama

TERKAIT:
 
  • Gelar FGD, Pemuda Pancasila "Bedah" Proyek Perkantoran Tenayan Raya
  •  

    Pekanbaru, berazamcom - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru melalui BPPH PP Kota Pekanbaru, Kamis (16/1/2020) menggelar dialog/Focus Group Discussion dengan Tema "Sudah Benarkah Proyek Multiyears Perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya?".

    Pada FGD tersebut, Ketua Panitia, Alfred Ziliwu menyampaikan sebagai narasumber dihadiri Oleh Ir.Mardianto Manan,MT selaku pengamat perkotaan, Saiman Pakpahan, Pengamat Kebijakan Publik, Roy Manurung dari Jurnalis, Ahlul Fadli mewakili Walhi Riau dan Taufik dari Fitra Riau.

    FGD yang dimulai pukul 9.30 wib diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars pemuda Pancasila dan laporan ketua panitia.

    Sementara itu dalam sambutannya, Ketua BPPH MPC PP Pekanbaru menyampaikan bahwa FGD ini akan diadakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap Visi Pemuda Pancasila yang menuju paradigma intelektualitas dan akademis.

    Sejalan dengan itu, Sekretaris MPC PP Oekanbaru, Mustakim JM, SPd, MPd yang membacakan sambutan Ketua MPC menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi adanya FGD ini, dan juga menyampaikan bahwa Pemuda Pancasila kedepan akan terus mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan.

    "Setiap kebijakan walikota akan kita awasi dan kita pantau. Kalau kebijakan bagus demi kepentingan masyarakat kita akan dukung. Tapi jika ada hal-hal menyimpang, Pemuda Pancasila akan jadi garda terdepan mengkritisinya," ucapnya.

    Diskusi dibuka oleh penyampaian pandangan dari Ir.Mardianto Manan,MT yang pada intinya secara teori akademik meragukan keberadaan IMB dan Amdal Pusat Perkantoran Pemko tersebut.

    Begitu juga dengan Saiman Pakpahan dan Roy Manurung yang menyatakan adanya dugaan kongkalikong antara legislatif dan eksekutif dalam proyek multiyears yang menelan anggaran mencapai 1 triliun lebih tersebut. Bahkan secara tegas Roy Manurung mempertanyakan kenapa aparat penegak hukum tidak menyentuh sama sekali proyek multiyears perkantoran pemko tersebut.

    Saiman Pakpahan juga menyampaikan bahwa urgensi apa yang menjadi dasar pemindahan pusat perkantoran, apa untuk mencapai visi kota smart city? Sangat jauh tujuan dan pembangunan yang ada saat ini.

    Sementara itu Taufik dari FITRA Riau menyampaikan bahwa dalam investigasi Fitra, dokumen-dokumen proyek tidak ditemukan dalam LPSE, dan tidak ada dalam RPJMD.

    Terkait RTRW kota Pekanbaru, ahlul Fadli dari WALHI Riau menyatakan sampai saat ini Pekanbaru belum memiliki RTRW, masih dalam proses, namun sangat aneh di Tenayan dicanangkan menjadi kawasan industri dan saat ini sedang dalam proses pembangunan PLTU. Bagaimana pusat perkantoran pemerintah berada dipusat kawasan industri, ini sangat aneh dan janggal.

    Sehingga pada akhirnya pada closing statement seluruh narasumber menyampaikan bahwa masih banyak pertanyaan besar yang belum terjawab dalam proyek multiyears perkantoran Tenayan Raya, Mulai dari IMB, Amdal, pembebasan lahan, izin pembebasan kawasan, status tanah, dan penganggaran serta pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh beberapa perusahaan plat merah tersebut.

    Beberapa audiens yang sempat diberikan waktu menyampaikan pandangannya juga sepakat isu perkantoran tenayan kembali diungkap dan dihangatkan agar masyarakat tahu dan peduli. Hal itu diungkapkan oleh perwakilan dari HMI Cabang Pekanbaru, Praktisi Hukum, dan LSM.

    Diskusi berakhir pada pukul 12.30 wib ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada narasumber oleh sekretaris MPC PP Pekanbaru dan dilanjutkan foto bersama.*rls




     
    Berita Lainnya :
  • Gelar FGD, Pemuda Pancasila "Bedah" Proyek Perkantoran Tenayan Raya
  •  

    Komentar Anda :