Rabu, 21 08 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Warga Mengeluh dan Tuding Ada Pungutan Liar di Satpas SIM di Polres Siak

Jumat, 17-05-2019 - 19:05:36 WIB

 
Kapolres Siak AKBP Akhmad David membantah anggotanya melakukan pungli dalam pengurusan SIM di Satpas SIM Polres Siak di Perawang

TERKAIT:
 
  • Warga Mengeluh dan Tuding Ada Pungutan Liar di Satpas SIM di Polres Siak
  •  

    Pekanbaru, Berazam-Sejumlah warga masyarakat kabupaten Siak mengeluh. Pasalnya, saat mengurus SIM mereka mengaku dipersulit oleh oknum-oknum petugas di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Siak di Perawang.

    Bahkan menurut pengakuan beberapa warga, pengurusan SIM baik SIM C maupun SIM A sarat dengan kongkalikong yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota Lantas Polres Siak yang ada di Satpas SIM Perawang.

    "Awalnya memang kami mengikuti aturan main sesuai yang tertulis di kantor Satpas. Mulai dari cek kesehatan, kemudian test psikologi dan test teori di komputer. Tapi ketika test teori banyak yang tidak lulus dan disuruh datang seminggu lagi," ungkap salah seorang warga yang minta namanya tidak dipublikasi.

    Namun, menurut informasi yang dia peroleh, bagi yang ingin SIM nya langsung jadi, ada oknum-oknum [orang dalam] yang menawarkan melalui calo yang dipercaya mengkordinir dengan meminta bayaran yang bervariasi.

    "Untuk SIM A kisaran 600 sampai 700 rupiah, diluar biaya psikologi 100 ribu dan kesehatan 35 ribu. Sedangkan SIM C kisaran 500 rupiah diluar kesehatan 35 ribu dan psikologi 100 ribu," kata warga yang mengaku tidak lulus dan memilih untuk datang kembali satu Minggu lagi sesuai arahan petugas.

    Belum lagi biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang langsung disetor di counter. SIM A nilainya sebesar Rp 100 ribu untuk perpanjangan dan Rp 120 ribu untuk pengurusan SIM baru.

    Sedangkan biaya PNBP SIM C baru Rp 100 ribu, dan untuk perpanjangan Rp 80 ribu.

    "Jadi biaya yang resmi itu mulai dari kesehatan, psikologi dan PNBP. Namun supaya tidak mengulang test, yang saya dengar ada permainan oleh oknum-oknum orang dalam bekerjasama dengan calo dari luar yang diminta mengkordinir," ucap warga itu lagi.

    Ditambahkan nya, untuk lolos test teori harus mendapat nilai 80. Namun setelah mengikuti test teori berbasis komputer banyak pemohon tidak lulus karena tidak memperoleh nilai 80.

    "Bagi yang tidak lulus disuruh datang lagi satu Minggu berikutnya. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum orang dalam dengan meminta bayaran agar tidak mengulangi test. Bagi yang mau, mereka di bawa ke salah satu ruangan untuk transaksi. Itu informasi yang saya dapat," pungkasnya.

    Kapolres Membantah

    Merespon keluhan dan tudingan warga, Kapolres Siak AKBP Akhmad David membantah.

    "Itu [pungutan liar dan kongkalikong] tidak benar. Bila memang tidak lulus ujian silahkan ikuti aturan yang ada yaitu kembali seminggu berikutnya. Karena waktu seminggu itu diberikan kepada masyarakat yang gagal untuk belajar kembali sehingga bisa mengikuti ujian teori yang ada dengan berbekal sudah sempat mengikuti namun gagal," kata Kapolres Siak AKBP Akhmad David kepada berazam saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Jum'at (17/5).

    Namun, lanjut pria yang akrab dan bersahabat dengan wartawan ini, bila memang ada anggota yang menyimpang silahkan dilaporkan melalui ruang pengaduan yang ada di Satpas atau melalui sarana pengaduan yang telah ditempelkan di ruang tunggu pelayanan Satpas SIM.

    Kapolres juga menyampaikan terimakasih atas informasi dan konfirmasi ini. "Trims info, team konfirm di lapangan. Terima kasih Broo," tutup Kapolres dengan tiga jempol lambang bersahabat.

    bazm2




     
    Berita Lainnya :
  • Warga Mengeluh dan Tuding Ada Pungutan Liar di Satpas SIM di Polres Siak
  •  

    Komentar Anda :