Selasa, 17 09 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Masuk Kalender Wisata Daerah
Mursini : Masyarakat Harus Terus Lestarikan Tradisi Budaya Perahu Baghanduang

Senin, 10-06-2019 - 09:24:21 WIB

 
ist


TERKAIT:
 
  • Mursini : Masyarakat Harus Terus Lestarikan Tradisi Budaya Perahu Baghanduang
  •  

    Kuansing, berazamcom - Tradisi Budaya Perahu Baghanduang yang terus dilaksanakan setiap tahunnya, di Tepian Muko Lobuah Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.

    Hendaknya para generasi muda Kuansing khususnya Kuantan Mudik, harus terus melestarikan Tradisi Budaya Perahu Baghanduang yang telah menjadi kalender wisata daerah.

    " Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik, yang telah melestarikan terus menerus Tradisi Budaya Perahu Baghanduang ini," ucap Bupati Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini, M.Si saat membuka Tradisi Budaya Perahu Baghanduang di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik Sabtu (8/6/2019).

    Kemudian soal lahan arena Perahu Baghanduang, bahwa sudah diserahkan dari pemiliknya kepada IKKM Pekanbaru (Sertifikat lahan ada sama Panitia). Diharapkan juga dapat diserahkan kepada Pemkab Kuansing, yang nantinya akan menjadi asset Pemerintah Daerah.

    " Kalau sudah menjadi asset Pemkab Kuansing, sudah barang tentu akan lebih mudah dalam pengelolaan dan pengembangannya di masa akan datang," ungkapnya.

    Menurut bupati, bangunan ini merupakan milik masyarakat dan mari dijaga, baik bangunan maupun pagar, lampu dan tanaman yang ada di sekitar lokasi ini.

    Selanjutnya mengenai rehab bangunan Arena Perahu Baghanduang ini, dapat dilakukan melalui APBD Kuansing, dan jika belum termasuk pada Tahun Anggaran 2019, maka dapat dilakukan melalui APBD Perubahan 2019 nantinya," Ujarnya.

    Sementara Ketua Panitia Pelaksana Perahu Baghanduang, Raja Muhammad Deprian, S. IP mengatakan bahwa peserta Festival Perahu Baghanduang tahun ini diikuti sebanyak 18 buah, yang berasal dari Desa Rantau Sialang 1 buah,  Seberang Pantai 1 buah, Koto Lubuk Jambi 2 buah, Sangau 2 buah, Kinali 2 buah, Aur Duri 1 buah, Banjar Padang 3 buah, Pulau Binjai 2 buah, dan perwakilan suku 4 buah.

    " Kita harapkan agar kegiatan yang kita lakukan setiap tahunnya, anggarannya lebih meningkat, agar pesertanya juga semakin meningkat," harapnya.

    Sedangkan Datuk Ketemenggungan (Hendri Raham, SE) menyebutkan bahwa Perahu Baghanduang telah dimulai tahun 1811 Masehi, yang memiliki makna 3 dasar yaitu Tali Tigo Sapilin atau Tungku Tigo Sajorangan (Pemerintah, Tokoh Adat dan Tokoh agama).

    Sedangkan Arti dan Lambang yang menghiasi Perahu Baghanduang yaitu Lantai yang mengapit Perahu melambangkan Sosonan Pencak Silat, Barondo melambangkan Balai Adat, Tanduk Kerbau melambangkan Lambang keadilan, Labu labu air melambangkan Kesatuan dan Persatuan, Cermin melambangkan Orang Malin nan Barompek (Suluh bendang dalam nagori), Empat buah Payung melambangkan 4 buah suku di Lubuk Jambi.

    Selanjutnya, padi baringik melambangkan Kemakmuran, dua buah Marowagh melambangkan menjunjung tinggi adat istiadat dan syarak, bulan bintang diujung gulang gulang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, dan kain panjang warna warni melambangkan Masyarakat yang berbilang suku," Tukasnya.

    Turut hadir Bupati H Mursini beserta ibu Emi Safitri, Waka I DPRD Sardiyono, Sekda Dianto Mampanini beserta ibu Indra Luswari, Asisten, Bappeda Litbang, Kepala OPD, Kabag, Kabid, Camat, Kapolsek, Koramil.*


    []Bazm - 8/rls



     
    Berita Lainnya :
  • Mursini : Masyarakat Harus Terus Lestarikan Tradisi Budaya Perahu Baghanduang
  •  

    Komentar Anda :