Minggu, 15 09 2019 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Penemuan Bukit Piramida, Diduga Istana Dhamna Yang Hilang, Sekda ; Ini Perlu Perhatian Pemerintah

Senin, 09-09-2019 - 12:13:02 WIB

 
ist


TERKAIT:
 
  • Penemuan Bukit Piramida, Diduga Istana Dhamna Yang Hilang, Sekda ; Ini Perlu Perhatian Pemerintah
  •  

    Kuansing, berazamcom - Sekda Kuantan Singingi ( Kuansing ), Riau Dianto Mampanini sangat mengapresiasi dan antusias untuk melihat secara langsung penemuan sebuah bukit yang berbentuk Piramida di lokasi hutan lindung bukik batabuah Desa Pantai Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing.

    Minggu pagi ( 5/9/2019 ) Sekda Dianto Mampanini bersama Tim Penemu bukit Piramida dan rekan media  berusaha menaiki bukit yang sempat viral dimedia sosial beberapa Minggu lalu.

    Sekda beserta istri dan juga  didampingi Kasi di Dinas Pariwisata Hasjuneri berahasil sampai di puncak bukit Piramida yang berdiameter lebih kurang 3 meter.



    Perjuangan untuk sampai di bukit Piramida harus melalui bukit dengan berjalan kaki lebih kurang 700 meter, dan bahkan sekitar 70 meter harus mendaki bukit tersebut harus memakai tali agar para pendaki tidak terjatu saat mendaki.

    " Ini adalah sebuah cagar budaya yang baru dan perlu di ketahui Pemerintah, Kita akan laporkan penemuan ini kepada bupati", ujar Sekda.

    " Apalagi Pariwisata merupakan salah satu visi misi Mursini Halim", tambahnya.

    Selain itu di wilayah lubuk Jambi berdasarkan informasi sejarahnya dulu perna ada kerajaan Kadis dan Istana Dhamna yang hilang.

    " Bisa jadi bukit Piramida ini adalah Istana Dhamna yang hilang", paparnya.


    Kemudian berdasarkan patauan berazamcom bukit yang membentuk sebuah Piramida tersebut memiliki bahan batu - batuan yang disusun secara rapi, dimana sekarang sudah mulai ada batu yang tersusun tersebut rapu, dan mudah di bongkar.

    Selain bukit Piramida yang berhasil dicapai rombongan Sekda Kuansing juga masih ada 2 bukit yang berbeda yang seakan - akan posisi nya membentuk 3 tungku sajorangan.

    Juga di kaki bukit atau lembah antara ketiga bukit tersebut mengalir sungai dan ada penemuan Gowa, ujar salah seorang Tim Penemu bukit Piramida.

    Kemudian berdasarakan sumber yang berbeda rupanya kajian dan penggalian sejarah Kerajaan Kandis dan Istana Dhamna di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik sudah perna dilakukan oleh Pebri Mahmud ( Dt. Malakewi / Ketua LAMR Kuansing yang akan dikukuhkan ) dengan sebuah tulisan tugas kuliah beliau.

    Dimana Pebri Mahmud perna mempersentasekan sebuah makalah dalam seminar nasional tentang Kebudayaan dan Peradaban di Indonesia dengan judul," Kerajaan Kandis , Atlantis Nusantara Antara Cerita dan Fakta".


    Dalam tulisan Pebri Mahmud pada bulan Mei tahun 2009 yang lalu menyebutkan, Kerajaan tertua di Pulau Jawa berdasarkan bukti arkeologis adalah kerajaan Salakanegara dibangun abad ke-2 Masehi yang terletak di Pantai Teluk Lada, Pandeglang Banten.

    Diduga kuat mereka berimigrasi dari Sumatra. Sedangkan Kerajaan tertua di Sumatra adalah kerajaan Melayu Jambi (Chu-po), yaitu Koying (abad 2 M), Tupo (abad ke 3 M), dan Kuntala/Kantoli (abad ke 5 M).

    Menurut cerita/tombo adat Lubuk Jambi yang diwarisi dari leluhur mengatakan bahwa disinilah lubuk (asal) orang Jambi, oleh karena itu daerah ini bernama Lubuk Jambi.

    Dalam tombo juga disebutkan di daerah ini terdapat sebuah istana kerajaan Kandis yang sudah lama hilang. Istana itu dinamakan istana Dhamna, berada di puncak bukit yang dikelilingi oleh sungai yang jernih. Penelusuran peninggalan kerajaan ini telah dilakukan selama 7 bulan (September 2008-April 2009), dan telah menemukan lokasi, artefak, dan puing-puing  yang diduga kuat sebagai peninggalan Kandis dengan ciri-ciri lokasi mirip dengan sketsa Plato (347 SM) tentang Atlantis. Namun penemuan ini perlu dilakukan penelitian arkeologis lebih lanjut.*


    []Bazm - 8



     
    Berita Lainnya :
  • Penemuan Bukit Piramida, Diduga Istana Dhamna Yang Hilang, Sekda ; Ini Perlu Perhatian Pemerintah
  •  

    Komentar Anda :