Rabu, 03 Juni 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Sosok Muda Yang Berani
Salah Satu Kholifah Kerajaan Gunung Sahilan Wafat, Raja: Kami Sangat Kehilangan

Kamis, 21-05-2020 - 00:46:01 WIB

 
Almarhum Kholifah Ludai, Datuk Sunardi ketika bersama Menteri LHK. Foto : kacamata gober

TERKAIT:
 
  • Salah Satu Kholifah Kerajaan Gunung Sahilan Wafat, Raja: Kami Sangat Kehilangan
  •  

    Kamparkiri, berazamcom - Kerajaan Gunung Sahilan berduka. Salah satu orang besar kerajaan dan juga tokoh adat, yakni Kholifah Ludai, Datuk Sunardi, wafat. Kholifah yang berusia 40 tahun ini wafat Selasa (19/5/2020) pagi karena sakit jantung dengan meninggalkan istri dan ketiga anaknya.
        
    Raja Kerajaan Gunung Sahilan, Yang Dipertuan Muda Muhammad T Nizar bersama rombongan hadir di rumah duka di Desa Lipatkain, Rabu (20/5/2020). Kehadiran Raja pada hari kedua ini disambut segenap keluarga almarhum. Pada kesempatan itu, Raja atas nama Kerajaan Gunung Sahilan dan masyarakat Rantau Kampar Kiri  menyampaikan rasa duka yang  sedalam-dalamnya.
        
    ''Beliau (almarhum, red), sosok yang santun, ramah, pandai bergaul dan dekat dengan banyak orang, termasuk kami dan keluarga kami. Dalam berbagai kegiatan di kerajaan, beliau sangat aktif dan berperan penting. Kami sangat kehilangan,'' kata Raja.
      
    Raja datang didampingi Sekretaris Kerajaan Tengku Sasli, Perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datin Kunni Masrohanti, perwakilan Walhi Riau Rio Susanto, perwakilan Komunitas Seni Rumah Sunting Yanda Rahmanto dan Ketua Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau Kacamata Gober.
       
    ''Almarhum (Kholifah Ludai, Red) juga sosok yang dikenal banyak kalangan, dari orang tua, anak muda dan komunitas atau lembaga. Makanya saya datang dengan lembaga dan komunitas ini,'' sambung Raja.
        
    Kholifah Ludai di dalam Kerajaan Gunung Sahilan memiliki peran penting, yakni sebagai pemimpin luhak atau pemimpin wilayah adat di sepanjang Rantau Kampar Kiri. Tak lama setelah wafat atau sebelum dimakamkan, pihak keluarga almarhum dengan disaksikan pihak kerajaan langsung menentukan pengganti almarhum dan menjabat sebagai Kholifah Ludai yaitu, Datuk Thamrin, kemenakan dari almarhum.
       
    ''Karena sudah ada pengganti almarhum (Kholifah Ludai, red), insyaallah nanti kami akan menabalkan Datuk Thamrin sebagai pengganti beliau,'' sambung Raja lagi.
        
    Sementara itu, Datin Kunni Masrohanti, salah seorang pengurus LAM Riau, juga menyampaikan eluan serupa. Dikatakan Datin Kunni, almarhum merupakan sosok yang berani dan bersungguh-sungguh menjaga wilayah adatnya dari berbagai ancaman. Salah satunya menolak kehadiran tambang batu bara di Kanagarian Ludai yang dipimpinnya.
        
    Penolakan itu dibuktikan dengan menjalin koordinasi serta menggelar rapat dengan berbagai pihak termasuk dengan pihak kerajaan sendiri, LAM Riau, pegiat lingkungan dan sebagainya. Rapat besar terkait penolakan tambang batu bara ini juga dilaksanakan di LAM Riau yang dipimpin Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Datuk Seri Al Azhar. Bahkan almarhum menjumpai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dengan membawa surat penolakan tambang batu bara yang tidak hanya merusak alam Kanagarian Ludai, tapi juga tatanan masyarakat adat si wilayahnya.
        
    ''Almarhum (Kholfah Ludai, red) adalah sosok muda yang berani. Saat acara Hari Konservasi Alam Nasional di Batam tahun lalu, beliau hadir dan langsung menjumpai Menteri Siti Nurbaya serta menyampaikan surat penolakan tambang batu bara yang mengancam wilayah adatnya,'' kata Kunni.*bazm3




     
    Berita Lainnya :
  • Salah Satu Kholifah Kerajaan Gunung Sahilan Wafat, Raja: Kami Sangat Kehilangan
  •  

    Komentar Anda :