Sabtu, 31 Oktober 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
berazam
 
KLHK Bantu Pemulihan Ekonomi Riau Melalui Program Padat Karya Mangrove

Senin, 28-09-2020 - 21:19:39 WIB

 
Tim BPDASHL Indragiri Rokan KLHK melakukan dialog dengan kelompok masyarakat untuk program padat karya mangrove. Foto : Ist

TERKAIT:
 
     

    Pekanbaru, berazamcom - Merespon situasi pandemi Covid-19, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) membantu pemulihan ekonomi Nasional melalui program padat karya penanaman mangrove. Secara nasional, program ini ditargetkan seluas 15.000 ha dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tersebar di 34 Provinsi.

    Di Provinsi Riau, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Indragiri Rokan, telah memulai pelaksanaan program dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang beragam.

    ''Target pelaksanaan program padat karya mangrove di Riau seluas 500 ha, tersebar di 5 Kabupaten yang memiliki kawasan pesisir, yakni Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Kabupaten Kepulauan Meranti,'' kata Kepala BPDASHL Indragiri Rokan, Ir.Tri Esti Indrarwati, Senin, 28 September 2020.

    Tahapan padat karya mangrove di Riau sudah masuk verifikasi lapangan. Dari data sementara, ada lebih dari 20 kelompok masyarakat di 19 Desa dan 11 Kecamatan di Provinsi Riau akan terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove ini. Artinya akan ada lebih dari 500 orang akan mendapatkan langsung manfaat dari program padat karya mangrove.

    Melalui kegiatan ini masyarakat akan mendapatkan upah harian yang diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat di masa pandemi.

    Pelaksanaan kegiatan padat karya penanaman mangrove pada tingkat tapak, dilaksanakan dimulai dengan penyusunan rancangan tekhnis penanaman mangrove.

    Adapun penyusunan rantek terdiri dari kegiatan lapangan guna memastikan keberadaan kelompok, kelayakan lokasi penanaman, menentukan pola penanaman (intensif atau pengkayaan), pengukuran dan pemancangan batas lokasi penanaman, dan penyusunan dokumen rantek sederhana.

    Tim dari BPDASHL Indragiri Rokan, langsung turun ke kelompok-kelompok masyarakat guna melakukan dialog dan penyusunan tahapan rantek, menampung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terkait program ini, sekaligus mencarikan solusinya bersama.

    ''Pekerjaan penanaman akan dimulai awal Oktober sampai dengan akhir tahun. Program padat karya mangrove tidak hanya akan memberi manfaat ekonomi, juga diharapkan dapat memberi manfaat pemulihan lingkungan, terutama di kawasan pesisir Provinsi Riau," kata Esti.

    Dengan terjaganya ekosistem mangrove, akan membawa manfaat meningkatnya ketersediaan produksi ketam/kepiting mangrove, ikan, cumi, kerang dan lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.*rls/bazm3



     
    MTQ (di) Kampar
    Oleh: Syafriadi

    Sudah lama saya tak menyaksikan open dan closing cermony Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Sabtu malam (30/11 2019), saya sempatkan datang ke Kota Bangkinang. Melihat malam penutupan MTQ Provinsi Riau ke-38.
     
     
    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Besok UAS Beri ''Kajian Subuh'' di Masjid Asy Syuhada Damai Langgeng
    Budayawan Riau Aris Abeba Minta Lakukan Kritik dengan Cara Bermartabat
    Terpapar Covid-19, Wartawan Berdedikasi Tinggi Ini Akhirnya Berpulang
    Yonko 462 Paskhas Ikuti Webinar Kesaktian Pasukan Elite 3 Matra dan 4 Pilar MPR-RI
    Selama Pandemi Covid-19, Investor Saham Syariah Meningkat 20 Persen