Jumat, 27 November 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
berazam
 
Selama Pandemi Covid-19, Investor Saham Syariah Meningkat 20 Persen

Jumat, 23-10-2020 - 15:33:09 WIB

 
Fadilah Kartikasasi, Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan

TERKAIT:
 
     

    Pekanbaru, berazamcom - Selama pandemi Covid-19, Bursa Efek Indonesia mencatat sampai Agustus 2020, investor syariah di pasar modal tumbuh lebih dari 20 persen menjadi 78.000 ribu investor.

    Data tersebut dituturkan oleh
    Irwan Abdalloh, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI. Dia mengatakan, pandemi justru mendorong terus bertumbuhnya investor ritel syariah. Dia pun menyebutkan, di saat pandemi ini, transaksi saham syariah, justru lebih tinggi dibanding kondisi normal dibanding periode sama 2019.

    "Ini menarik, kita akan berubah jika dipaksa. Dulu sebelum pandemi, berapa kali seminggu nongkrong di warung kopi, sekarang, dipaksa tidak melakukan hal yang tidak perlu, dana satu minggu habis 3 kali nongkrong, ada uang sisa, apakah belanja online atau pindah menjadi investasi portofolio," kata Irwan, dalam seminar syariah bertajuk "Investasi di Pasar Modal Syariah sebagai Gaya Hidup" yang dihelat secara daring pada Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020, Jumat 23 Oktober 2020.

    Menurut Irwan, hal ini sudah terlihat dari laris manisnya produk syariah seperti penerbitan sukuk ritel pemerintah yang kelebihan permintaan, dari target Rp 5 triliun namun terealisasi ternyata lebih besar Rp 25 triliun.

    Dikatakannya, budaya shifting dari yang sebelumnya konsumtif ke investasi sudah memenuhi prinsip-prinsip syariah, terlebih jika memilih portofolio saham-saham syariah.

    "Pasar kita terbesar di dunia dari sisi investasi maupun supply, sekarang, yang kita selalu lakukan dengan stakeholder, pelaku pasar menggali potensi tersebut," kata Irwan.

    Di sisi lain, Irwan melanjutkan, otoritas bursa juga terus berkolaborasi dengan berbagai elemen seperti OJK, pelaku pasar, DSN-MUI, perusahaan MI dan menjalin kerja sama dengan komunitas untuk terus meningkatkan pangsa pasar syariah yang potensinya masih sangat besar.

    Kemudian pada kesempatan senada, Fadilah Kartikasasi, Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan menyoroti mengenai pentingnya memperdalam pasar keuangan syariah, terutama bagi kalangan kaum muda.

    Pasalnya, jika dilihat dari demografi penduduk Indonesia, masih ada sekitar 20 persen dari generasi milenial yang masih belum teredukasi mengenai pengetahuan investasi. Menurut Fadilah, budaya berinvestasi, khususnya pasar modal harus lebih dikenalkan sejak dini.

    Pasar modal syariah, sebut Fadilah punya beberapa keunggulan, di antaranya fundamental yang lebih resilience karena menerapkan rasio utang terhadap ekuitas tidak boleh lebih dari 45 persen.

    "Produk pasar modal syariah juga sudah beragam, lebih dari 400 saham yang tercatat di Bursa saat ini, 50 persen emiten ada kriteria saham syariah," kata Fadilah.

    Selain itu, Farida mengatakan, beberapa produk yang bisa menjadi pilihan investasi di pasar modal syariah juga melalui sukuk negara, reksa dana syariah, wakaf saham, sukuk tabungan dan lainnya, disesuaikan dengan profil risiko investor yang saat ini sudah bisa dilakukan dengan mudah yakni melalui gawai.*bazm3

     



     
    MTQ (di) Kampar
    Oleh: Syafriadi

    Sudah lama saya tak menyaksikan open dan closing cermony Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Sabtu malam (30/11 2019), saya sempatkan datang ke Kota Bangkinang. Melihat malam penutupan MTQ Provinsi Riau ke-38.
     
     
    Gantikan Kompol Hanafi, AKP Manapar Situmeang Resmi Jabat Kapolsek Tenayan Raya
    Selamat Jalan Muridku Terhebat: HAIDIR ANWAR TANJUNG WARTAWAN DETIK.COM
    Lima Irjen Bersaing Jadi Kepala BNN, Kapolda Riau Calon Kuat
    Rektor UIN Suska Riau Diberhentikan, SK Sudah Beredar
    Tingkat Pengangguran di Riau Didominasi Lulusan SMA/SMK