Sabtu, 5 Desember 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
berazam
 
Pakar: Prediksi Gempa 8,9 M Sumatera Barat Bukan Hal Baru

Kamis, 19-11-2020 - 15:46:45 WIB

 
ilustrasi

TERKAIT:
 
     

    Jakarta, berazamcom -- Pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Padang Badrul Mustafa menyampaikan prediksi sejumlah ahli soal potensi gempa bumi magnitudo 8,9 di Sumatera Barat bukan berita baru dan sudah lama diperkirakan namun tidak dapat dipastikan kapan terjadi.

    "Itu berita lama, sejak 2011 sudah mulai diingatkan lagi, bahkan sejak 2005 sebetulnya. Akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia, di wilayah Indonesia terakumulasi energi yang berpotensi menimbulkan gempa mikro, kecil, sedang sampai kuat dan sangat kuat," kata Badrul mengutip Antara.

    Menurutnya, potensi ini berasal dari megathrust, yang di Sumbar bersumber dari dua segmen, yakni segmen Siberut dan Sipora-Pagai. Kedua segmen ini memiliki periode ulang gempa besar setiap 200 tahun.

    Akan tetapi ia melihat tetap saja sebagian orang merasa baru dan menakutkan dan gempa yang terjadi di Padang pada Selasa pagi tepat dengan yang disampaikan oleh BPBD Sumbar untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada.

    "Kuncinya tetap meningkatkan kesiapsiagaan diri dan keluarga untuk menghadapinya, agar risiko dapat diminimalkan," kata dia.

    Ia menjelaskan di jalur Megathrust Mentawai, potensi gempa besar di segmen Sipora-Pagai sudah keluar dan sudah terjadi periode ulangnya.

    Tahun 1833 di segmen ini terjadi gempa sangat kuat bermagnitudo 8,9 yg diikuti oleh tsunami. Tapi pada periode ulang yg kemarin potensi gempa kuat ini dicicil menjadi empat kali gempa kuat, yakni 12 September 2007 dengan kekuatan 8,4, 13 September 2007 pukul 06.55 WIB dengan kekuatan 7,9.

    "Kemudian masih 13 September 2007 pukul 11.00 WIB dengan kekuatan 7,2 dan alhamdulillah ketiga gempa kuat dan sangat kuat ini tidak menimbulkan tsunami karena episentrumnya tidak berada di tempat yang bisa menimbulkan tsunami," ujarnya

    Ia menyebutkan energi di segmen ini belum habis karena sisanya keluar 25 Oktober 2010 dengan kekuatan 7,4 berepisentrum di barat daya Pagai Selatan, dan menimbulkan tsunami.

    "Maka, di segmen ini Insya Allah selesai periode ulangnya. Kalau pun terjadi beberapa kali gempa di segmen ini, tentunya kecil saja sebab energinya sudah habis dan gempa besar akan terulang lagi 200 tahun mendatang," kata dia.

    Akan tetapi ia mengingatkan di Mentawai ada satu segmen lagi, yakni segmen Siberut, yang sejak gempa terakhir pada 1797 belum terjadi gempa besar sehingga perlu diwaspadai.

    Ia memastikan potensi gempa di segmen Siberut ini dengan kekuatan di atas 8,5 tidak ada seorang pun yg bisa memprediksi kapan keluar bahkan pakar sekali pun, kata dia.

    "Kita harus selalu waspada menghadapinya dan itu yang harus dilakukan sebagai konsekuensi tinggal di daerah rawan gempa," katanya.

    Tak hanya itu, potensi gempa tersebut juga tidak bisa diprediksi bagaimana cara keluarnya, apakah seperti di segmen Sipora-Pagai yang dicicil menjadi empat gempa dengan satu gempa sangat kuat dan tiga gempa kuat.

    "Kalau satu gempa utama tunggal, maka kekuatannya bisa di atas 8.5. Kalau empat, maka paling tinggi 8,4 atau 8,3. Kalau dipecah sepuluh, tentu lebih kecil dari itu. Kalau dipecah menjadi sejuta gempa tentu tidak ada yang merusak yang timbul. Hanya kecil-kecil saja dan Allah punya kuasa," katanya.

    Ia berpesan semua pihak hanya bisa berikhtiar untuk mengurangi risiko dengan melakukan mitigasi ditambah doa.

    Sebelumnya Selasa, 17 November 2020 pukul 08.44 WIB wilayah Kepulauan Mentawai Sumatera Barat diguncang gempa tektonik. Analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter awal dengan magnitudo 6,3 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,0.

    Episenter gempa terletak pada koordinat 2,90 LS dan 99,07 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 kilometer arah Barat Daya Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 13 kilometer.

    Tak hanya itu,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar juga menyebut para ahli memperingatkan potensi gempa bumi besar magnitudo 8,9 dari patahan Megathrust Mentawai. Karena itu BPBD mewaspadai bencana lanjutan dari gempa ini yakni tsunami hingga 10 meter di Kota Padang.

    Hal ini diungkap Kepala Bidang PK BPBD Sumbar Syahrazad Jamil pada diskusi virtual terkait upaya pengurangan risiko bencana tsunami di Provinsi Sumbar.

    Ia mengatakan hanya butuh waktu 30 menit untuk gelombang tsunami sampai di Kota Padang.

    "20 sampai 30 menit kemudian disusul gelombang tsunami di Kota Padang setinggi enam hingga 10 meter dengan jarak dua hingga lima kilometer," kata Jamil, Jumat (13/11).

    Bencana alam tersebut diprediksi setidaknya berdampak pada 1,3 juta penduduk. Dengan menggunakan skenario terburuk, diperkirakan 39.321 jiwa meninggal dunia, 52.367 hilang dan 103.225 mengalami luka-luka.

    "Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandara Minangkabau hancur, itu prediksi para ahli," katanya.*

     

    []bazm-13

    sumber: CNN Indonesia.com



     
    MTQ (di) Kampar
    Oleh: Syafriadi

    Sudah lama saya tak menyaksikan open dan closing cermony Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Sabtu malam (30/11 2019), saya sempatkan datang ke Kota Bangkinang. Melihat malam penutupan MTQ Provinsi Riau ke-38.
     
     
    Positif Corona, Gubernur Riau Syamsuar dan Istri Akhirnya Dirawat Sekamar di Rumah Sakit
    SUBAYANG DIRINDU SAYANG, Gubri Berbaring di Pangkuan Misnarni
    13 Komjen Polri Dalam Bursa Calon Kapolri
    Gantikan Kompol Hanafi, AKP Manapar Situmeang Resmi Jabat Kapolsek Tenayan Raya
    Selamat Jalan Muridku Terhebat: HAIDIR ANWAR TANJUNG WARTAWAN DETIK.COM