Minggu, 1 Agustus 2021

Breaking News

  • Tinjau Posko PPKM Pasar Cik Puan, Kapolda Riau Mengajak Semua Pihak Bangun Bersama Gerakkan Ekonomi   ●   
  • Berikan Bansos dan Gelar Vaksinasi, Kapolda Riau: Kolaborasi dan Sinergi Mampu Tangani Covid-19   ●   
  • Kapolri Apresiasi 30 Tahun Pengabdian Alumni Akpol 91, Bersama Mahasiswa Gencarkan Vaksinasi Percepat Herd Immunity   ●   
  • Kinerja Semester 1 Subholding Upstream Pertamina Capai Target   ●   
  • Buka Forum RPJMD, Bupati Inhu : Silahkan Beri Saran Positif dan Konstruktif   ●   
KPK Setor Rp 10 M Uang Pengganti Denda dari 4 Koruptor ke Kas Negara
Sabtu 17 Juli 2021, 15:28 WIB
Ilustrasi

Jakarta, berazamcom - KPK menyetor Rp 10 miliar kas negara sebagai pembayaran uang pengganti dan uang denda. Uang pengganti itu berasal dari empat terpidana koruptor.

"Tim jaksa eksekusi pada Selasa 13 Juli 2021 telah menyetor senilai total Rp10.074.456.647 ke kas negara dari pembayaran uang pengganti dan uang denda empat terpidana," kata Plt Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Salah satu terpidana itu adalah mantan Bupati Malang, Rendra Kresna yang terlibat dalam kasus gratifikasi Rp 7,1 miliar berkekuatan hukum tetap. Rendra membayar uang pengganti dan uang denda sebanyak Rp 8.574.456.647 secara bertahap, berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Surabaya Nomor: 84/Pid.Sus/TPK/2020/PN. Sby tanggal 27 April 2021.

Terpidana kedua yakni mantan Direktur Utama PT DI, Budi Santoso yang telah terbukti melakukan korupsi dengan meraup Rp 2 miliar dan telah divonis 4 tahun penjara. Budi Santoso telah membayarkan uang pengganti sebesar Rp 900 juta berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Bandung Nomor: 60/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Bdg tanggal 21 April 2021.

"(Budi) telah melakukan pembayaran uang pengganti sejumlah Rp 900.000.000 dari total kewajiban sejumlah Rp2.009.722.500," kata Ipi.

Selanjutnya, terpidana Eryk Armando Talla yang juga terlibat dalam kasus gratifikasi bersama Rendra Kresna membayarkan uang denda sebesar Rp 250 juta. Hal itu berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Surabaya Nomor: 82/Pid.Sus/TPK/2020/PN. Sby tanggal 27 April 2021.

Terpidana terakhir yakni mantan Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB membayarkan uang pengganti sebesar Rp 350 juta. Hal itu berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Palembang Nomor: 19/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Plg tanggal 19 Januari 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT Palembang Nomor: 2 /Pid.Sus-TPK/PT. PLG tanggal 31 Maret 2021.

"(Aries HB) telah melakukan pembayaran uang pengganti sejumlah Rp 350.000.000 dari total kewajiban sejumlah Rp 3.031.000.000," katanya.

"KPK menghargai kesadaran hukum dari para terpidana yang telah melakukan kewajiban pembayaran uang denda dan uang pengganti sebagai pelaksanaan keputusan majelis hakim yang telah berkekuatan hukum tetap," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ipi mengatakan KPK berharap dengan penyetoran kas negara ini dapat mengoptimalkan dalam pengembalian aset negara yang telah dinikmati para koruptor untuk kepentingan pribadi.

"Dengan adanya kesadaran tersebut, KPK berharap pelaksanaan asset recovery dari hasil tindak pidana korupsi dapat dioptimalkan untuk memberikan kontribusi bagi penerimaan kas negara," katanya.

 

 

 

 

 

[]bazm

Sumber : detiknews




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top