Senin, 20 September 2021

Breaking News

  • ''Santun Berpolitik, Lebih Banyak Merangkul daripada Memukul''   ●   
  • Terus Turun, Kasus Aktif COVID-19 di Riau Tinggal 1.543 Orang   ●   
  • Wisata Istana Siak Kembali Dibuka, Gubri Pesan Pengunjung Taat Prokes   ●   
  • Pengendara Harus Waspada, Besok Polri Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2021   ●   
  • Humas-WMPR Peduli, Salurkan Ratusan Paket Sembako   ●   
Hukum Potong Rambut dan Kuku Sebelum Idul Adha
Minggu 18 Juli 2021, 14:52 WIB
Beberapa orang percaya bahwa tidak memotong kuku dan rambut mendekati Iduladha dapat menambah pahala. Benarkah demikian?

Jakarta, berazamcom - Perayaan Iduladha 1442 H jatuh pada Selasa, 20 Juli mendatang. Beberapa orang percaya bahwa tidak memotong kuku dan rambut mendekati Iduladha dapat menambah pahala.

Namun, bolehkah memotong kuku dan rambut sebelum Iduladha?

Sebenarnya hanya orang tertentu yang akan mendapat pahala dari menjaga kuku dan rambutnya sebelum kurban.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan, tidak memotong kuku dan memangkas rambut sebelum kurban hukumnya sunah. Artinya, jika dilakukan mendapat pahala, tidak dilakukan pun tidak akan mendapat sanksi.

Namun itu pun hanya berlaku pada orang yang akan berkurban. Sementara orang yang tidak berkurban boleh memotong kuku dan menggunting rambut.

"Sabda nabi memang masuk 10 pertama dzulhijjah dan Anda mau berkurban, maka sebaiknya jangan menyentuh atau memotong rambut. Dalam artian sebenarnya jangan ada yang dipotong," kata Nafis, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (13/7).

Larangan memotong kuku dan mencukur rambut itu dijelaskan dalam beberapa hadis, salah satunya yakni HR Muslim.

"Barangsiapa yang memiliki sembelihan yang akan dia sembelih, maka apabila hilal dzulhijjah telah muncul, hendaklah ia tidak mengambil dari rambutnya dan kuku-kukunya sedikit pun sampai ia berkorban."

Cholil menjelaskan, secara filosofis anjuran membiarkan kuku dan rambut tumbuh sebelum kurban adalah agar seluruh anggota tubuh menerima manfaat kurban.

Para ulama juga menafsirkan bahwa Allah hendak mengampuni dosa seseorang mulai dari ujung rambut hingga ujung kuku. Sehingga kuku dan rambut dibiarkan agar dosa di dua bagian tersebut ikut dihapuskan.

Maka dari itu, umat Islam yang akan berkurban disunahkan tidak memotong kuku dan memangkas rambut sejak memasuki bulan dzulhijjah.

"Nabi memberikan perintah biar semua dalam tubuh menyaksikan apa yang dikurbankan," kata Cholil.

Ketika pelaksanaan kurban sudah selesai, maka orang yang berkurban boleh memotong kuku dan rambutnya seperti biasa.

Namun perlu diingat, hukum tidak memotong kuku dan memangkas rambut adalah sunah. Jika sudah terlanjur memotongnya, maka tidak apa-apa. Tindakan itu tidak akan mengurangi nilai kurbannya, dan tidak menambah dosa yang akan berkurban.

 

 

 

 

 

[]bazm

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top