Minggu, 1 Agustus 2021

Breaking News

  • Tinjau Posko PPKM Pasar Cik Puan, Kapolda Riau Mengajak Semua Pihak Bangun Bersama Gerakkan Ekonomi   ●   
  • Berikan Bansos dan Gelar Vaksinasi, Kapolda Riau: Kolaborasi dan Sinergi Mampu Tangani Covid-19   ●   
  • Kapolri Apresiasi 30 Tahun Pengabdian Alumni Akpol 91, Bersama Mahasiswa Gencarkan Vaksinasi Percepat Herd Immunity   ●   
  • Kinerja Semester 1 Subholding Upstream Pertamina Capai Target   ●   
  • Buka Forum RPJMD, Bupati Inhu : Silahkan Beri Saran Positif dan Konstruktif   ●   
Jemaah Tareqat Syattariyah Sumbar Idul Adha Hari Ini
Kamis 22 Juli 2021, 12:37 WIB
Jemaah tareqat Syattariyah memdomani taqwim sebagai penentu awal bulan hijriyah.

Padang Pariaman, berazamcom - Jemaah Tarekat Syattariyah di Kabupaten Padang Pariaman, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Barat (Sumbar), merayakan Idul Adha 1442 Hijriah pada Kamis (22/7), atau dua hari lebih lama dari ketetapan pemerintah.

Salah seorang Ulama Syattariyah, Tuanku Ahmad Yusuf, mengatakan sejak dulu Tarekat Syattariyah menentukan jatuhnya 10 Zulhijah alias Idul Adha berdasarkan bilangan takwim khamsiah.

"Memang ada perbedaan cara hitung jatuhnya 10 Zulhijah dengan ketetapan dari pusat. Kita menghitungnya dari awal bulan Muharram tahun ini," kata Tuanku Ahmad Yusuf kepada CNNIndonesia.com, di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (22/7).

Ahmad Yusuf menjelaskan bahwa taqwim ini didapat berdasarkan huruf masing-masing bulan dan tahun. Jumlah dari kedua huruf tersebut menjadi penentu awalnya 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah.

"Perbedaan ini, tidak hanya kerap terjadi pada perayaan Idul Adha saja, namun juga saat penentuan awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri," jelasnya.

Tuanku Abdul Yusuf mengatakan Hari Raya Kurban tahun 2021 ini cukup unik karena jaraknya dua hari lebih lama.

"Memang ada perbedaan dengan pemerintah dan Muhammadiyah, namun setahu saya biasanya jaraknya hanya satu hari saja, tapi tentu ini tak jadi soal," sebut Abdul Yusuf.

Menanggapi perbedaan tersebut, Abdul Yusuf mengatakan agama islam tidak memiliki peraturan yang baku dan terikat dalam penentuan hari raya. Oleh sebab itu, Jemaah Sattariyah memiliki pedomannya sendiri.

"Sebaiknya perbedaan ini jangan menjadi celah untuk saling menghina, terutama antar sesama agama islam," kata Tuanku Abdul Yusuf.

Dalam perayaan Idul Adha ini, jemaah menggelar salat Idul Adha secara berjamaah, yang kemudian berlanjut dengan pemotongan hewan kurban yang dilakukan di masjid atau musala masing-masing.

"Untuk kurban, kita juga memperoleh lima ekor sapi dan satu ekor kambing dari Ikatan Perantau Kampung Koto Jakarta yang akan disembelih secara bersama-sama dengan hewan kurban lainnya," jelasnya.

Salah seorang jemaah Syattariyah di Ulakan Tapakis, Nasrul, mengatakan ia dan keluarganya mengikuti ajaran itu secara turun-temurun. Hingga saat ini, ia masih meyakini ajaran tersebut karena tidak ada perbedaan dengan ajaran islam secara umum.

"Kami sekeluarga mengikuti ajaran Tarekat Syattariyah, walau memulai puasa Ramadan dan Idul Adha berbeda dengan masyarakat pada umumnya, namun tujuannya tetaplah sama," katanya.

Selain di Agam dan Padang Pariaman, jemaah Syattariyah juga tersebar di sejumlah daerah di Sumbar, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Batusangkar, Solok dan kota Padang.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar dan pemerintah setempat mengizinkan masyarakat melaksanakan salat Idul Adha di masjid dan musala dengan catatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kegiatan agama merupakan salah satu ikhtiar umat Muslim dalam menghadapi pandemi," kata Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar.


 

 

 

 

[]bazm

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top