Senin, 20 September 2021

Breaking News

  • ''Santun Berpolitik, Lebih Banyak Merangkul daripada Memukul''   ●   
  • Terus Turun, Kasus Aktif COVID-19 di Riau Tinggal 1.543 Orang   ●   
  • Wisata Istana Siak Kembali Dibuka, Gubri Pesan Pengunjung Taat Prokes   ●   
  • Pengendara Harus Waspada, Besok Polri Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2021   ●   
  • Humas-WMPR Peduli, Salurkan Ratusan Paket Sembako   ●   
RI Harap Afghanistan di Rezim Taliban Tak Jadi Sarang Teroris
Kamis 09 September 2021, 15:15 WIB
Menlu Australia, Marise Payne, dan Menlu RI, Retno Marsudi, saat menggelar Pertemuan 2+2.

Jakarta, berazamcom - Indonesia menekankan pemerintahan baru Afghanistan harus inklusif dan berharap negara itu tak menjadi sarang teroris.

Harapan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sehari setelah Taliban mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan.

"Indonesia terus menggarisbawahi pentingnya membangun pemerintahan inklusif di Afghanistan," ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam konferensi pers virtual bersama Menlu dan Menteri Pertahanan Australia, Kamis (9/9).

"Indonesia juga berharap Afghanistan tak dijadikan tempat pembibitan dan pelatihan organisasi dan aktivitas teroris," ucap Retno menambahkan.

Retno menuturkan Indonesia juga berharap Taliban bisa tetap menegakkan penghormatan terhadap hak asasi manusia, khususnya hak terhadap kaum perempuan dan anak perempuan.

Taliban mengumumkan pemerintahan sementara di Afghanistan pada Selasa (7/9) malam setelah kurang dari tiga pekan mengklaim berkuasa atas negara itu. Para petinggi Taliban yang menduduki jabatan kabinet tersebut berasal dari kalangan veteran yang juga pernah memerintah di Afghanistan era 1996-2001.

Dari nama-nama itu, tak terlihat ada perwakilan kaum perempuan atau pun kelompok dan golongan lain di Afghanistan.

Padahal, Taliban berjanji kali ini akan membentuk pemerintah yang lebih terbuka dan inklusif mewakili semua golongan dan kelompok di Afghanistan.

Sejauh ini, belum ada negara yang resmi mengakui Taliban sebagai pemerintahan baru Afghanistan, begitu juga Indonesia.

Dalam sebuah webinar pada pekan lalu, Direktur Jenderal Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani, mengatakan Indonesia juga masih wait and see, menunggu negara lainnya mengambil sikap terkait perubahan pemerintahan yang terjadi di Afghanistan.

"Pemerintah Indonesia secara optimal akan terus menggunakan mesin diplomasi di beberapa negara untuk melihat respons mereka (terhadap perubahan di Afghanistan). Sejauh ini belum ada negara yang putuskan sikap definitifnya," ucap Abdul.

Meski begitu, Abdul menuturkan Indonesia tetap menjaga hubungan dengan Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan untuk memastikan bahwa kelompok itu menepati janji-janji mereka.


 

 

 

 

[]bazm

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top