Senin, 20 September 2021

Breaking News

  • ''Santun Berpolitik, Lebih Banyak Merangkul daripada Memukul''   ●   
  • Terus Turun, Kasus Aktif COVID-19 di Riau Tinggal 1.543 Orang   ●   
  • Wisata Istana Siak Kembali Dibuka, Gubri Pesan Pengunjung Taat Prokes   ●   
  • Pengendara Harus Waspada, Besok Polri Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2021   ●   
  • Humas-WMPR Peduli, Salurkan Ratusan Paket Sembako   ●   
Menkes Ungkap Skenario Ubah Pandemi Covid-19 Jadi Endemi
Senin 13 September 2021, 13:35 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jakarta, berazamcom - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan mengenai dua skenario penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Salah satunya mengenai skenario pandemi menjadi endemi.

"Kami di Kementerian Kesehatan memiliki 2 skenario. Skenario pertama adalah skenario normal, di mana tidak ada lonjakan lagi, pandemi menjadi endemi," kata Budi secara virtual dalam Raker Bersama Komisi IX DPR dan Kemenkeu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2021).

"Sedangkan skenario kedua bila ada lonjakan lagi kita perlu antisipasi, dengan adanya varian baru," sambungnya.

Menkes Budi menjelaskan, pada skenario kondisi endemi, pihaknya memperkirakan bahwa kasus positif dalam setahun ada 1,9 juta. Sebagai informasi, jumlah kasus yang berjalan sejak Maret 2020 hingga sekarang itu sudah ada 4 juta kasus.

"Jadi, kita untuk skenario A bahwa ini kondisinya membaik terus atau rata dengan kondisi sekarang ada 1,9 juta kasus," terangnya.

Lalu skenario B, Budi melanjutkan, jika terjadi lonjakan varian baru yang mengakibatkan adanya lonjakan kasus, pihaknya mengestimasi akan ada 3,9 kasus atau 2 juta kasus lebih tinggi dibandingkan skenario normal atau skenario tidak ada lonjakan.

"Skenario ini akan mempengaruhi dari testing, perawatan dan isolasi," imbuh mantan Wakil Menteri BUMN ini.

Tapi, dia menegaskan, dari sisi vaksinasi tidak berubah karena untuk vaksinasi nanti baik skenario endemi maupun skenario ada lonjakan kasus, pemerintah akan tetap menjalankan vaksinasi dengan dosis ketiga dan juga vaksinasi untuk anak yang barus memasuki usia 12 tahun.

"Tapi untuk skenario testing, perawatan dan isolasi itu akan berubah. tergantung dari berapa jumlah kasus aktifnya. misalnya skenario A, testing 28 juta, kalau skenario B 58 juta testing," paparnya.

Menurut Budi, untuk perawatan juga sama, untuk skenario A, ada 20% dari 1,9 juta, kalau skenario B 20% dari 3,9 juta. Demikian juga dengan isolasi.

Pihaknya juga akan membenahi laboratorium, sehingga jumlah kapasitas seluruh laboratorium di Indonesia bisa merilis hasil pengetesan kurang dari 2 hari. Serta mempersiapkan jaringan whole genome sequence untuk memastikan seluruh Indonesia kita bisa teracak kalau ada varian baru.

"Testingnya juga akan kita rapikan, seluruh puskesmas akan kita latih kembali akan kita pastikan sistemnya diserdaharakan agar pelaporan bisa lengkap. Kemudian, juga tracingnya yang sekarang sudah mulai membaik akan kita pastikan terus kita jalankan, termasuk juga aplikasi yang akan kita sederhanakan," terang Budi.



 

 

 

 

[]bazm

Sumber : okezone.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top