Selasa, 18 Juni 2024

Breaking News

  • Edy Natar Nasution, Calon Gubernur Riau yang Berkomitmen pada Tradisi Kurban Partai Nasdem Riau   ●   
  • UIR Jajaki Peluang Kerjasama dengan Kampus ternama di Hungaria   ●   
  • Idul Adha 1445 H, JMSI Inhu Sembelih Satu Sapi Qurban   ●   
  • Keserasian KBS: Kasmarni dan Bagus Santoso, Dua Sosok Inspiratif yang Kembali Bertandem untuk Bengkalis   ●   
  • Sapi Bantuan Pj Gubernur Riau Disembelih Pertama di Masjid Paripurna Nurul Ibadah Pekanbaru   ●   
CATATAN YANTO BUDIMAN
Kisah Kontroversial Pemanggilan Pejabat Eselon 2 di Pemprov Riau: dari Spekulasi hingga Tersangka
Jumat 17 Mei 2024, 10:41 WIB
Ilustrasi

Berbagai spekulasi dan tanda tanya muncul di tengah masyarakat Riau terkait dugaan 'kriminalisasi' terhadap sejumlah pejabat eselon 2 di lingkungan Sekretariat Daerah Pemprov Riau. Proses pengunduran diri dua pejabat sebelum nya, diduga karena tekanan dari atasan, menciptakan keriuhan yang semakin memanas. Kemudian, giliran pejabat lain dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi Riau, menambah peliknya keadaan. Keduanya yakni Mantan Kadis KLHK Riau yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemprov Riau. Dan mantan Sekwan DPRD Riau yang belakangan sudah jadi tersangka.

Pemanggilan tersebut menjadi sorotan publik, dengan banyak pihak berspekulasi tentang motif di baliknya. Keprihatinan terutama muncul karena dugaan politisasi dan konflik kepentingan dalam penegakan hukum. Keluarga para pejabat yang dipanggil juga merasakan dampaknya, terpaksa menanggung malu seolah-olah tersangka korupsi sebelum ada keputusan hukum yang jelas.

Kisah kontroversial pemanggilan ini menjadi pusat perhatian publik, dengan dorongan bagi pejabat terkena imbas untuk menjalani proses hukum yang transparan dan sesuai aturan. Upaya-upaya hukum melalui Pra Peradilan dipertimbangkan sebagai langkah untuk menjaga tegaknya prinsip praduga tak bersalah. Semuanya membuka ruang untuk pemahaman yang lebih dalam tentang proses hukum dan keadilan yang berlaku.

Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi para pejabat agar berhati-hati dalam bekerja sesuai dengan tupoksi nya. Juga menjadi bahan Kontemplasi bagi petinggi tertinggi di bumi Lancang Kuning ini agar kedepannya kasus ini tidak terjadi lagi. Seorang pemimpin seharusnya menjadi contoh bagi bawahan, bahkan mampu mem-brief-bawahan agar waspada dengan tugas tugas yang dibebankan kepada mereka. Bukan justru seperti dugaan banyak pihak  'mengkriminalisasi' mereka karena tidak sejalan antara bawahan dengan pimpinan. Semoga tulisan ini dapat kita jadikan bahan renungan demi kepentingan bersama seluruh masyarakat Riau.

Penulis adalah wartawan senior Riau, Wakil Pimpinan Umum berazamcom dan Ketua Pro Jurnalismedia Siber ( PJS) Riau




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top