Kamis, 06 08 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
GMAK Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Bengkalis, Jangan Tebang Pilih

Minggu, 12-01-2020 - 09:24:47 WIB

 
Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GMAK) meminta KPK untuk menuntakan kasus dugaan korupsi di daerah, termasuk di Kabupaten Bengkalis yang melibatkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

TERKAIT:
 
  • GMAK Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Bengkalis, Jangan Tebang Pilih
  •  

    Jakarta, berazamcom-Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GMAK) meminta KPK untuk menuntakan kasus dugaan korupsi di daerah, termasuk di Kabupaten Bengkalis yang melibatkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

    "GMAK meminta KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di daerah, terkhusus kabupaten Bengkalis yang melibatkan elit setempat, " kata Ilham Kordinator lapangan saat berunjuk rasa di depan gedung merah putih, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

    Dalam orasinya, seperti dilansir nkripost. com Ilham menyebut banyak kejanggalan proses penegakan hukum di Negeri ini dan terkesan tebang pilih. Misalnya, pada kasus dugaan korupsi mega proyek jalan Duri-Sei Pakning yang telah merugikan uang Negara.

    "Padahal dalam kasus ini bupati nya terindikasi kuat bahkan KPK telah menetapkannya tersangka. Namun hingga saat ini belum nampak progress yang siknifikan. Kasus ini seperti jalan ditempat. Oleh karena itu GMAK meminta KPK menuntaskan kasus ini, agar tidak memantik wasangka masyarakat serta dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap KPK, " papar Ilham.

    "Kami akan terus mengawal kasus dugaan korupsi di negeri ini, terkhusus di kabupaten Bengkalis yang melibatkan para elit setempat,' tandas Ilham.

    Untuk diketahui, KPK menetapkan Bupati Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan satu orang lainnya sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis.

    Penetapan tersangka ini setelah KPK memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yaitu Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

    "Setelah mencermati proses penyidikan dan fakta-fakta yang muncul di persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain dan sebuah perkara baru sehingga KPK melakukan penyidikan untuk dua perkara," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di gedung KPK, Kamis (16/5/2019) lalu.

    Saat kasus itu terjadi, Amril menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis. Dia diduga menerima uang dengan nilai total sekitar Rp5,6 miliar terkait kepengurusan proyek tersebut. Pemberian uang itu, diduga berasal dari pihak rekanan, yakni PT CGA selaku penggarap proyek tersebut.***





     
    Berita Lainnya :
  • GMAK Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Bengkalis, Jangan Tebang Pilih
  •  

    Komentar Anda :