Senin, 06 April 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Kontemplasi
Batak Riau Mari Berbagi!

Kamis, 26-03-2020 - 18:24:28 WIB

 
Viator Butarbutar, tokoh masyarakat Batak Riau

TERKAIT:
 
  • Batak Riau Mari Berbagi!
  •  

    Catatan seorang tokoh masyarakat Batak Riau ini disajikan sebagai respon atas peristiwa mengerikan yang 'menginfeksi' hampir seluruh Negara di belahan dunia, termasuk Indonesia, yakni Pandemi corona virus disease (Covid-19).

    Provinsi Riau yang sebelumnya dianggap tidak terpapar, akhirnya 'jebol' juga kendati setakad ini masih satu orang dinyatakan positif covid-19 penyakit mematikan ini. Namun demikian hingga hari ini jumlah yang masuk kategori (Orang Dalam Pemantauan (ODP) covid- 19 sebanyak 3.277 orang.

    Tentu saja angka ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran masyarakat. Ini pula yang memicu pikiran saya untuk menuangkan tulisan ini, memberi masukan dan kritik kepada otoritas Negeri ini plus mengedukasi masyarakat agar tidak panik menghadapi fenomena global ini.


    Berbagai praktek 'paradaton' (kegiatan/adat Batak) telah kita lakoni di bumi Lancang Kuning provinsi Riau ini. Mulai dari adat ni sorangan anak (kelahiran anak); baptisan kudus (tardidi); malua sian pangkangkungi (syukuran lepas sidi); pangoli/pamuli anak/boru (pernikahan anak); mangompoi sibagandingtua (syukuran memasuki rumah); pasahat sulangsulang pahompu dohot hariapan (syukuran orangtua berusia panjang) hingga partuat ni na monding (kematian dan penguburan).

    Semua 'ulaon' (acara/kegiatan) tersebut diselenggarakan dengan satu prinsip hidup sosial orang Batak yaitu berbagi (sharing).

    Lihatlah semua 'ulaon habatahon' (kegiatan orang Batak) selalu melibatkan orang banyak, baik hulahula dan tulang, maupun dongan tubu/boru dan dongan sahuta. Hasuhuton (Tuan rumah) selalu menjamu, tutur (tamu) yang datang pasti membawa atau memberi sesuatu.

    Batak tidak suka menyendiri dan tidak gemar syur sendiri. Suka dan kegembiraan dibagi dengan sesama, kesedihan kita adalah nestapa saudara. Itulah filsafat 'ulaon paradaton' (kegiatan adat) yang dapat saya gali setelah mencermati dan merenungkannya berpuluh tahun belakangan ini.

    Kendati praktek teknis paradaton (kegiatan adat) bisa bervariasi antara satu marga dengan marga lain, antara satu tempat dengan yang lain (misalnya antara Pekanbaru dengan Bangkinang), tetapi prinsip prinsip berbaginya tetaplah sama.

    Andalu do manduda
    Anduri mamiari
    Tung do so tarjua
    Molo ro soroniari.


    Masalah bisa saja datang tanpa diduga dan tidaklah terelakkan. Demikian kira kira makna ungkapan di atas.

    Rasanya inilah yang sedang kita hadapi saat ini. Terjadi Pandemi virus corona di seantero dunia yang dinamai Covid-19. Virus ini tidak menyebar melalui udara (airborne) melainkan menempel di tubuh dan material (droplet) dan menyebar lewat physical contact (kontak fisik).

    Belum jelas sumber awal Covid-19 ini, tetapi merebak dari Wuhan Tiongkok. Ada yang mengatakan ini hasil mutasi alami virus corona yang memang sudah lama dikenali para ahli.

    Tetapi tidak sedikit ahli yang mengatakan Cov19 adalah buatan manusia dan dimaksudkan sebagai biological weapon(senjata biologis). Kalaulah benar buatan manusia, alangkah terkutuknya perbuatan menyebarkannya.

    Kita tidak perlu terjebak dengan debat sedemikian. Yang pasti virus itu telah menyebar masuk ke Indonesia dan telah ditemukan korban positif di Pekanbaru kita ini dan ribuan ODP dan PDP di provinsi Riau.

    Sudah banyak sekali informasi beredar tentang perkembangan virus corona ini. Menurut saya malah sudah keterlaluan banyak utamanya lewat media sosial. Saya hanya ingin mengingatkan dan menekankan beberapa poin utama saja yaitu:

    1. Bahwa Covid-19 dapat dilawan dengan memelihara dan meningkatkan kekebalan tubuh (immune).

    2. Pola hidup sehat dan bersih akan menguatkan kita menghadapi ancaman virus corona. Untuk itu diserukan agar rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah menyentuh atau memegang sesuatu khususnya di tempat umum.

    3. Menjaga jarak fisik dan sosial (physical and social distancing) akan menekan dan meminimalisir potensi penyebaran virus. Karena itulah diserukan menghindari kerumunan (avoiding crowd), tinggal di rumah (stay at home).

    Ndang matutung dila mandok hata (Memanglah mudah menyerukan);
    Cucilah tangan dengan sabun di air mengalir! Pakailah hand sanitizer !
    Stay at home !

    Fakta obyektif saat ini di kota dan provinsi kita ini, kebanyakan tempat tempat umum tidak dilengkapi wastafel dan sabun cair. Hand sanitizer sungguh langka. Kalaupun ada, harganya selangit. Tidak terjangkau orang kebanyakan.

    Di sisi lain, banyak sekali penduduk, khususnya halak hita yang terpaksa harus keluar rumah untuk memenuhi nafkah keluarga, seperti partigatiga (tukang jualan), pengemudi ojek, penjaga toko, par (tukang) parkir dll. Stay at home adalah barang lux yang tidak mampu mereka beli alias sesuatu yang tidak mungkin mereka lakukan. Tinggal di rumah berarti tidak bekerja. No work No money! Makan sehari hari terancam!

    DIA MA UNOKNA AHA MA NIDOKNA?

    (Mana intinya, apa yang disebutnya)?

    Apa sih kaitan bagian pertama dengan tulisan bagian kedua? Apa sih yang hendak disampaikan? Barangkali itu yang terbersit di benak kita setelah membaca kedua paragraf panjang di atas.

    Berikut kejelasannya:

    Cobid-19 yang telah masuk ke tempat kita ini haruslah kita sikapi dengan benar. Jangan pernah berpikir bahwa ini urusan pemerintah semata.

    Bahwa saya bisa menjaga diri sendiri, biarlah mereka yang urusi diri mereka.

    Sifat contageous virus ini membuat kita semua harus benar benar merasa satu, saling topang, saling bantu. Kalau satu orang saja terkena, sangat berpeluang menyebar ke komunitasnya.

    Karena itu SOLIDARITAS sesama harus benar benar kita solidkan. Ketidakberdayaan seseorang di sekitar kita harus kita tutupi dengan sumberdaya yang kita miliki.

    Kita orang Batak khususnya di Riau ini memiliki modal ekonomi dan modal budaya berbagi. Mari kita galang dan satu padukan modal ekonomi dan budaya itu untuk bersama sama kelompok masyarakat lainnya dan tentu saja pemerintah memerangi pandemi Covid-19 ini.

    Beberapa langkah konkrit individual maupun diorganisir untuk dilakukan:

    SISI PREVENTIF:

    1. Berbagi sabun cair antiseptic dan hand sanitizer kepada sesama khususnya yang kurang mampu di sekitar kita. Para partigatiga, par parkir, par bongkar muat dan par ojek dan supir angkot adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan terpapar dan carrier.
    Akan lebih baik kalau dapat diperluas dengan berbagi sembako bagi yang membutuhkan. Khususnya bagi mereka yang terdampak akibat sepinya dan turunnya pendapatan harian.

    2. Melakukan penyemprotan disinfektan dan mengadakan wastafel dan sabun cair di sekitar bangunan seperti rumah ibadah, pasar, aula pertemuan dll, khususnya yang masih aktif digunakan karena sesuatu alasan tertentu.

    3. Mendorong dan memfasilitasi keluarga/saudara/warga yang layak diduga sebagai suspect covid-19 untuk memeriksakan diri ke RS rujukan. Penyakit ini bukanlah aib. Sama sekali bukan!

    4. Membatalkan semua jenis 'ulaon paradaton' (kegiatan adat) yang memungkinkan dibatalkan. Menunda yang bisa ditunda. Menyederhanakan (khususnya jumlah orang yang menghadiri sehingga bisa dijarakkan) ulaon (acara) yang tidak mungkin ditunda maupun dibatalkan.

    SISI CURATIF:

    1. Menggalang dana masyarakat khususnya pengusaha untuk pemenuhan kebutuhan rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan suspects maupun pengobatan dan perawatan korban positif Covid-19, Masker bedah dan N95, Alat Pelindung Diri (APD) dll.

    2. Menggalang penyediaan makanan dan minuman bergizi untuk para dokter, perawat dan paramedis yang bertungkus lumus di rumah sakit.

    Sejauh ini saya baru mampu menuliskan dengan cepat tanpa editing dan tanpa kajian mendalam atas baik buruknya langkah konkrit yang saya tuliskan. Mari share dan komentari untuk menyempurnakannya.
    Terimakasih. Horas!

    Penulis: Viator Butarbutar, tokoh masyarakat Batak Riau









     
    Berita Lainnya :
  • Batak Riau Mari Berbagi!
  •  

    Komentar Anda :

     
     
    MENCARI PEMIMPIN 2020 PILKADA KUANSING


    (257 Vote)


    (1856 Vote)


    (326 Vote)


    (1458 Vote)


    (159 Vote)
    View