Jum'at, 14 08 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Buku Puisi Para Pendaki Diluncurkan di Puncak Gunung Kerinci

Sabtu, 01-08-2020 - 10:00:27 WIB

 
Buku puisi yang akan diluncurkan di puncak Gunung Kerinci

TERKAIT:
 
  • Buku Puisi Para Pendaki Diluncurkan di Puncak Gunung Kerinci
  •  

    Pekanbaru, berazamcom - Buku puisi para pendaki se-Indonesia yang digagas Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) Pekanbaru sempena perayaan ke-8 Hari Puisi Indonesia (HPI) tahun ini, akan diluncurkan di puncak Gunung Kerinci Jambi, 3805 mdpl.

    Peluncuran ini direncanakan 17 Agustus sempena Hari Kemerdekaan Indonesia. Selain peluncuran buku, juga akan dikibarkan bendera Hari Puisi.

    Penerbitan buku puisi berjudul Bisik Langit Pasak Bumi ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Rumah Sunting juga menerbitkan antologi puisi penyair ASEAN. Tahun 2017 berjudul Mufakat Air, tahun 2018 berjudul Kunanti di Kampar Kiri, tahun 2019 berjudul Asap.

    Pimpinan Rumah Sunting yang juga tim kurasi, Kunni Masrohanti, mengatakan, dipilihnya Gunung Kerinci sebagai lokasi peluncuran, karena merupakan puncak tertinggi gunung berapi di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang masih setanah dengan Riau. Akhir Juni lalu, kegiatan Puisi Para Pendaki yang merupakan salah satu kegiatan perayaan HPI di Riau ini sudah diawali dengan road show ke dua gunung yakni Gung Talang dan Gunung Tandikat di Sumbar.

    ''Pekan lalu, Rumah Sunting bersama komunitas lain dan para penyair Riau sudah merayakan Hari Puisi, tapi itu belum puncak. Kalau pun puncak, masih ada puncak di atas puncak lagi. Puncak HPI Riau ditandai dengan peluncuran buku puisi sempena HPI tahun ini di puncak Gunung Kerinci. Dan penulis puisi dalam buku ini semuanya pendaki dari berbagai daerah di Indonesia. Kami ajak mereka semua saat peluncuran nanti,'' jelas Kunni.

    Dijelaskan Kunni, penerbitan buku ini merupakan upaya bersama dalam menggerakkan literasi di Indonesia. Tak heran jika buku-buku puisi yang diterbitkan Rumah Sunting diikuti oleh penyair dari berbagai negara. Tahun ini lebih khusus, karena yang menulis puisi bukan hanya penyair yang mendaki, tapi juga pendaki yang memang bukan penyair.

    ''Literasi tak bisa sendiri. Harus meluas dan mengajak siapa saja. Kawan saya banyak pendaki dan pencinta alam. Pengalaman mereka berbeda dengan orang lain, tapi mereka tidak menulis. Maka saya ajak mereka menulis puisi. Dan lahirlah buku Bisik Langit Pasak Bumi,'' beber Kunni yang sejak 2018 lalu dinobatkan sebagai Ketua Penyair Perempuan Indonesia.

    Dari 151 pengirim puisi, 58 penyair dinyatakan lolos kurasi oleh tim yakni Kunni sendiri dan Muhammad De Putra. ''Ada yang penyair dan juga pendaki, tapi lebih banyak yang hanya pendaki. Sejak awal saya tak berharap lebih kepada mereka dengan puisi-puisi yang bagus. Tapi, mereka mau menulis saja, bagi saya sudah sangat istimewa. Mereka sudah menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga gunung, hutan, sungai, bumi dan konservasi dalam puisi,'' kata Kunni lagi.

    Sampai saat ini, Gunung Kerinci belum dibuka untuk pendakian. Jika sampai tanggal 17 Agustus belum dibuka, tetap akan ditunggu sampai buka. Seluruh penyair dalam buku ini diundang untuk bersama-sama ke puncak Kerinci. Selain peluncuran buku, juga akan dilaksanakan pengebaran bendera merah putih dan bendera hari puisi.*bazm3



     
    Berita Lainnya :
  • Buku Puisi Para Pendaki Diluncurkan di Puncak Gunung Kerinci
  •  

    Komentar Anda :