Selasa, 07 Juli 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Pemkab Meranti Berhasil Tangani Covid-19

Jumat, 26-06-2020 - 07:37:32 WIB

 
Foto bersama


TERKAIT:
 
  • Pemkab Meranti Berhasil Tangani Covid-19
  •  

    Meranti, Berazamcom - Alhamdulillah, saat ini, tidak ada lagi kasus positif Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Hal itu setelah pasien terakhir SF wanita asal Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu dinyatakan negatif dari hasil tes Swab dan telah diantar kembali kerumahnya.

    SF juga menrupakan pasien terlama dan menjalani perawatan selama lebih kurang sebulan di ruang isolasi (Gedung BLK) Selatpanjang. Sebelum dinyatakan sehat dari Covid-19, SF telah dilakukan tes Swab selama lebih kurang sebanyak 10 kali.

    “Untuk saat ini, tidak ada lagi pasien positif Covid-19 di Meranti. Semuanya telah sembuh. Kemarin sempat angka positif mencapai 12 orang. SF menjadi pasien terakhir dan telah kita antar langsung pulang ke rumahnya di Bandul,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Meranti, Muhammad Fahri SKM, Jum’at (19/6/2020).

    Walaupun saat ini kasus Covid-19 sudah nol atau tidak ada lagi masyarakat yang menderita penyakit asal Wuhan, Cina itu, diminta agar tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti.

    Lebih jauh, Fahri juga merincikan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini juga sudah nol atau tidak ada lagi. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) tinggal 372 orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 8459 orang.

    “Dengan situasi yang sudah lebih baik saat ini, kita tidak mau masyarakat teledor atau merasa sudah aman. Karena Covid-19 masih terus menjadi ancaman  saat ini. Kita telah mensosialisasikan agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Tentunya dengan tetap cuci tangan pakai sabun setelah menjalankan aktivitas,  pakai masker bagi yang sehat maupun yang mengalami sakit serta hindari kerumunan. Kita tidak mau kecolongan lagi,” harapnya.

    Agar sosialisasi agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Meranti itu telah meminta kepada seluruh puskesmas untuk memaksimalkan perannya. Sehingga seluruh masyarakat bisa tetap mewaspadai ancaman Covid-19.

    “Jika puskesmas melihat ada gejala atau potensi Covid-19 ditengah masyarakat, segera lakukan rapid tes. Hal itu penting guna memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut. Jika ditemukan positif, langsung karantina dan lanjutkan dengan melakukan tes Swab,” katanya.

    Selain itu, untuk pintu masuk ke sejumlah wilayah di Meranti juga akan terus dijaga oleh petugas yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, Dishub dan tentunya petugas kesehatan sendiri. Bagi masyarakat yang ingin bepergian dan datang ke Meranti juga akan diminta agar dapat melengkapi diri dengan surat kesehatan.

    "Kita masih tetap waspada. Terutama saat tidak ada kasus seperti saat ini. Jangan sampai kita lengah dan kecolongan lagi,” ucapnya.

    Oleh sebab itu, Fahri mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat di Meranti untuk dapat bersama-sama membantu pemerintah dalam kewaspadaan saat ini. Karena Covid-19 ini bisa datang kapan saja dan dari siapa saja.

    1 Juli Diberlakukan New Normal

    PEMKAB Meranti juga akan segera memberlakukan New Normal.  Tatanan kehidupan baru di tengah Pandemi Covid-19 ini akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2020.

    Agar berjalan dengan baik dan lancar nantinya, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Meranti Drs H Irwan MSi, mengintruksikan kepada semua OPD terkait untuk mempersiapkan draft Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai perunjuk dari Pemerintah Pusat.

    Penetapan pemberlakukan new normal tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi (rakor) Kamis (18/6/2020). Dalam rakor yang dipimpin Bupati tersebut hadir juga Ketua DPRD Ardiansyah SH, MSi, Kapolres, AKBP Taufik Lukman Nurhidayat SIK, dan Pj Sekda, Bambang Suprianto SE MM. Rakor tersebut diikuti oleh seluruh Kepala OPD dilingkungan Pemkab Meranti.

    Bupati Irwan  berharap penerapan New Normal dapat segera diberlakukan dengan tetap mengendalikan penyebaran Covid-19. Menurut Irwan hal itu dapat dilakukan dengan membuat aturan atau SOP sesuai protokol kesehatan yang diperuntukan kepada masyarakat, kalangan dunia usaha, pengelola rumah ibadah, sektor pariwisata, perhubungan, pasar, sekolah serta kantor pelayanan publik.

    Menyikapi perberlakuan New Normal di Meranti, disambut baik oleh Ketua DPRD Meranti Ardiansyah. Dirinya mengaku siap mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemkab Meranti ini.  Tetapi, dengan catatan segala aturan dan kebijakan yang dikeluarkan saat penerapan New Normal nanti dapat dirincikan dengan jelas dan yang terpenting tidak membingungkan masyarakat.

    "Kita sangat mendukung upaya Pemda untuk penerapan New Normal. Namun jangan sampai aturan yang dikeluarkan oleh masing masing institusi saling bertentangan karena akan membingungkan masyarakat," pinta Ketua DPRD yang akrab disapa Jack ini.

    Senada dengan itu, Kapolres Meranti, AKBP Taufik Lukman Nurhidayat SIK mengaku penerapan New Nomal di Meranti dapat segera dilakukan. Meskipun saat ini Meranti sudah kembali berada di zona hijau dan New Normal diberlakukan, ia menghimbau kepada masyarakat jangan terlalu over confident dengan tetap secara disiplin menerapkan protokol kesehatan.

    Pada kesempatan itu, Kapolres mengusulkan kepada Pemkab Meranti sebelum diberlakukanya New Normal pada 1 Juli 2020 mendatang, dapat membentuk pilot project kampung tangguh nusantara ditiap kecamatan. Hal itu gunanya untuk melihat seberapa besar kesiapan masyarakat di masing-masing kecamatan untuk penerapan New Normal.

    "Ini akan menjadi indikator seberapa besar efektifitas penanggulangan Covid-19, permasalahan keamanan, sekaligus dapat meminimalisir peredaran narkoba diwilayah Kepulauan Meranti," ujar Kapolres.

    Masukan kapolres tersebut disambut baik oleh Bupati. Ia langsung meminta kepada seluruh camat dan kades untuk segera membentuk kampung tangguh di wilayahnya masing-masing.

    Kepala Dinas Kesehatan dr Misri Hasanto M Kes menegaskan bahwa saat ini sebanyak 12 orang yang sempat dinyatakan positif Covid-19 sudah sembuh semuanya. Begitu juga dengan 14 orang yang berstatus PDP juga telah negatif.

    "Kita bersyukur saat ini Kabupaten Meranti sudah kembali menjadi zona hijau. Semua pasien yang dinyatakan positif sudah sembuh dan diperbolehkan pulang," jelasnya.

    Mengacu pada kondisi itu, Misri menyimpulkan jika mengacu pada indikator kesehatan penerapan New Normal di Meranti sudah dapat dilaksanakan

    "Karena pada dasarnya, selain Desa Bandul semua wilayah di Kepulauan Meranti berada di Zona Hijau. Begitu juga jika melihat proporsi warga dirumah saja pada wilayah kota, indikator fasilitas kesehatan seperti fentilator, APD di Rumah Sakit dan Puskesmas yang sudah memadai," papar Misri.

    Setelah mendengarkan Kadis Kesehatan tersebut, Bupati Irwan mengatakan penjelasan tersebut dapat dijadikan rekomendasi bagi Instansi lainnya untuk persiapan New Normal.

    Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Meranti Drs H Nuriman Khair MM mengaku telah menyiapkan panduan yang harus dilakukan oleh pihak sekolah, siswa hingga wali murid, jika saat penerapan New Normal sekolah kembali dibuka.

    "Kita sudah menyiapkan secara detil panduanya sesuai protokol kesehatan. Misalnya, pembagian sift atau jam belajar. Karena jika full seperti sebelum Pandemi Covid-19 cukup menghawatirkan bagi kesehatan siswa. Selain itu juga penyiapan alat pendeteksi panas,  handsanitizer, dan penyeprotan disinfektan secara berkala," jelas Nuriman.

    Meski begitu, Nuriman mengaku belum berani membuka pembelajaran secara tatap muka di sekolah sebelum ada kebijakan dari Menteri Pendidikan. “Jikapun kebijakan menteri keluar, menurut Nuriman, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan syarat adanya surat pernyataan dari tim gugus tugas, pernyataan bersedia orang tua, serta kesepakatan dari komite sekolah,” tambahnya.

    Selanjutnya kesiapan New Normal disektor Perhubungan, Kadis Perhubungan Meranti Dr Aready mengaku sesuai Keputusan Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu, sudah mengizinkan untuk membuka pelayanan transportasi umum dengan tetap menerapkan protkol kesehatan. Cuma yang menjadi kendala penerapan physical distancing atau pembatasan jarak pada angkutan umum darat, laut dan udara. Pembatasan jarak ini menurut Aready membuat jumlah penumpang angkutan ditekan maksimal menjadi 50 persen saja. Dampaknya menyebabkan tarif angkutan menjadi melambung.

    Beberapa waktu yang lalu, angkutan laut di Meranti sempat beroperasi. Namun terpaksa ditutup kembali seiring dikeluarkannya surat dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau yang menutup pelabuhan rakyat di Tanjung Buton (Siak) karena dinilai tidak aman dari Covid-19.

    Untuk membuka kembali Pelabuhan Buton agar transportasi laut dari Meranti dapat beroperasi menurut Aready perlu dilakukan komunikasi kembali antara Pemkab Meranti, Pemkab Siak dan Pemprov Riau.

    Menyikapi hal itu, Bupati Meranti Drs H Irwan MSi, sedikit kecewa atas kebijakan sepihak yang dikeluarkan oleh Pemprov Riau dengan menutup Pelabuhan Tanjung Buton. Menurut bupati, baiknya sebelum aturan itu dikeluarkan Pemkab Meranti, Siak dan Provinsi Riau harus duduk bersama terlebih dahulu.

    "Intinya, kalau protokol kesehatannya jalan yang dijamin oleh Tim Gugus Tugas harusnya provinsi bisa membuka Pelabuhan Tanjung Buton," ujar Bupati Irwan seraya berjanji akan mencoba mengkomunikasikan lagi dengan Pemprov Riau.

    Kemudian mendengarkan kesiapan Dinas PerindagkopUKM terkait operasional pasar dan swalayan dijelaskan bahwa mereka telah mengintruksikan kepada para pedagang pasar dan pemilik swalayan untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan antri saat pembayaran di swalayan serta membuat pembatas. Sementara, untuk dipasar kepada pedagang diminta untuk menjaga jarak, pakai masker, dan menyediakan tempat cuci tangan.

    Selanjutnya Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi SH juga mengaku belum memperbolehkan pengelola tempat hiburan tertutup seperti karaoke dan pub untuk beroperasi. Ia beralasan untuk tempat hiburan tersebut sulit untuk dikontrol dan diawasi.

    "Tempat hiburan tertutup seperti karaoke belum diizinkan untuk beroperasi karena sulit diawasi dan dikontrol," aku Rayan.

    Untuk rumah ibadah, pihak Kecamatan Tebing Tinggi dikatakan Rayan telah mengeluarkan 107 surat rekomendasi layak fungsi kepada rumah ibadah mulai dari masjid, gereja hingga klenteng.

    Sementara tempat hiburan terbuka sudah boleh beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Untuk sektor Pariwisata sendiri Kadis Pariwisata Rizki Hidayat mengaku pihaknya telah menyiapkan SOP protokol kesehatan yang harus diterapkan. Diantaranya memakai masker, jaga jarak, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dan lainnya.

    Sedangkan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), sebagai persiapan New Normal, sejak beberapa waktu lalu telah membatasi jumlah pengunjung pasien sakit dan tidak memperbolehkan anak-anak. Menurut Direkturnya, dr Ria Sari, penerapan protokol kesehatan di era New Normal nanti perlu diperketat untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin besar.

    Sharing Penanganan Covid-19, DPRD Karimun Minta Resep ke Pemkab Meranti

    MENCEGAH penyebaran Virus Covid-19 disuatu daerah bukan sebuah perkara yang mudah. Agar berhasil, diperlukan pengetahuan dan strategi jitu. Mulai dari pemantauan dilapangan, penanganan pasien PDP dan Positif Covid-19 agar dapat disembuhkan sehingga tidak menularkan warga lainnya, pembuatan regulasi, hingga kebijakan penganggaran dan administrasi oleh Pemerintah Daerah.

    Menyadari penanganan Covid-19 di Meranti berjalan baik dan lancar, sejumlah anggota DPRD dari Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau dari Komisi I, bertandang ke Meranti. Mereka ingin melihat dan mendengar secara langsung strategi Kabupaten Meranti yang dinilai berhasil dalam mencegah dan penangani penyebaran Covid-19 diwilayahnya. Selain untuk sharing pengetahuan dalam menangani Covid-19, kunjungan Legislator Karimun tersebut juga untuk meningkatkan sinergitas antar kedua daerah untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga, dapat menumbuhkan kepercayaan diri dari pemerintah daerah dua Kabupaten bertetangga ini untuk menerima kedatangan warga asal Karimun di Meranti begitu juga sebaliknya.

    "Agar tidak ada rasa saling curiga dan kawatir saat menerima kedatangan warga Meranti datang ke Karimun begitu juga sebaliknya," ujar Wakil Ketua DPRD Karimun Sulfanow Putra dalam pertemuan dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Meranti di Aula Kantor Bupati, Jumat (18/6/2020)

    Turut dalam rombongan Anggota Komisi I DPRD Karimun, Sulistina, H Anwar Hasan, FachruL Rozi, Balia, Zulfikar, dan Sumardi, serta Sekwan DPRD dan pejabat lainnya.

    Kedatangan Legislator Kabupaten Karimun dikantor Bupati Meranti disambut oleh Asisten I Setdakab Meranti Syamsuddin SH MH, Kadis Kesehatan Meranti dr Misri Hasanto, Kabag Ren Polres Meranti Kompol Amir Husin, Ketua MUI Meranti H Mustafa, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Meranti Muhammad Fahri SKM, Direktur RSUD dr Ria Sari, Kabag Hukum, Sudandri Jauzah SH MH dan pejabat lainnya.

    Dalam pemaparannya, Asisten I Setdakab Meranti Syamsuddin yang juga Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 mengatakan, kunci utama keberhasilan Pemkab Meranti mencegah penyebaran Covid-19 adalah aksi di lapangan dalam memantau dan mengawasi pendatang yang masuk ke Meranti melalui pintu masuk pelabuhan secara ketat. Selain itu menggencarkan sosialisasi di tengah masyarakat untuk secara disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan serta mengeluarkan kebijakan dan regulasi untuk mengatur aktivitas masyarakat. Selain itu kelengkapan administrasi penganggaran. “Agar setiap dana yang dikeluarkan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,” ujarnya.

    Dijelaskan Syamsuddin, pasien positif Covid-19 di Meranti berasal dari santri asal Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu yang baru pulang dari Magetan. “Transmisi lokal hanya terjadi pada keluarga pasien. Dengan kesigapan tim gugus tugas melakukan isolasi dan pengobatan akhirnya semua pasien Covid-19 cluster Magetan tersebut berhasil sembuh dan penyebaran berhasil ditekan. Kini kondisi Meranti sudah kembali ke Zona Hijau dengan jumlah kasus positif Covid-19 saat ini juga sudah nol.

    Wakil Ketua DPRD Karimun Sulfanow mengatakan kondisi Karimun dan Kabupaten Meranti sama, yakni sama-sama berbatasan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura serta banyak menerima warga yang sebagian besar TKI yang pulang dari dua negara tetangga tersebut. Dimanakedua negara itu telah lebih dulu ditetapkan sebagai zona merah Covid-19.

    Ia mengaku Pemkab Karimun terus menjaga masuknya pasien positif Covid-19 dari daerah lain ke Karimun. Diakui Sulfanow warga Karimun tidak terlalu khawatir dengan warga asal Selatpanjang. Tapi yang ditakutkan mereka adalah warga daerah lain yang masuk melalui Selatpanjang menuju Karimun. Untuk itu ia berharap agar Tim Gugus Tugas Meranti melakukan pengawasan ketat kepada warga dari Selatpanjang menuju Karimun. Dan sebaliknya Karimun juga melakukan hal yang sama bagi warga yang keluar dari Karimun menuju Selatpanjang.

    "Sehingga tidak ada lagi rasa saling curiga," ujarnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr Misri Hasanto M Kes menjelaskan upaya apa saja yang telah dilakukan Kabupaten Meranti untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dijelaskan Misri, sejak Januari 2020 lalu, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, saat itu Meranti menggelar sebuah Iven besar Cian Cui atau Perang Air yang dihadiri oleh puluhan ribu warga Tionghoa dari berbagai negara termasuk Cina. Dan Meranti telah lebih dulu berupaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

    "Alhamdulillah berkat koordinasi yang baik antar OPD kegiatan Cian Cui berlangsung baik dan penyebaran Covid-19 di Meranti dapat diantisipasi. Ketika itu sebanyak 5000 warga Tionghoa dipantau. Dan ada 3 orang warga yang terindikasi Positif Covid-19 kita dipulangkan dan tak boleh masuk Selatpanjang," jelas Misri.

    Selanjutnya pada Februari 2020, Pemkab Meranti mendengar adanya pertemuan para tokoh agama dari berbagai negara di dunia yang dipusatkan di Malaysia. Dalam pertemuan itu diketahui sebanyak 400 peserta dinyatakan positif Virus Corona. Parahnya lagi puluhan orang peserta diketahui merupakan orang Riau, termasuk warga asal Meranti. Mendapati informasi tersebut, Pemkab Meranti langsung berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memblok semua warga asal Malaysia yang terindikasi Covid-19.  Sehingga pencegahan virus tersebut masuk ke Meranti dapat dicegah.

    Kemudian pada tanggal 6 Maret 2020 Gubernur Riau mengumumkan Status Siaga Darurat Covid-19, dan Tanggal 17 Maret 2020 Meranti menyusul menetapkan Status Siaga Darurat, dan dilanjutkan pada Tanggal 30 Maret 2020 penetapan status Tanggap Darurat karena situasi sudah berpotensi membahayakan dan menuntut untuk segera dilakukan penanganan intensif.

    "Saat itu semua pasien yang teridikasi Positif Covid-19 tidak boleh masuk ke Meranti," ucap Misri.

    Masalah baru muncul ketika daerah Jawa memberlakukan lockdown dan menghentikan seluruh aktifitas yang mengundang kerumunan masa termasuk proses belajar mengajar di Pesantren. Ketika itu ratusan santri asal Riau pulang ke daerah masing-masing. Termasuk santri asal Meranti, tepatnya warga Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu.

    "Disitulah baru ditemukan kasus Positif Covid-19. Awal dilakukan pemeriksaan santi ini negatif. Namun saat dilakukan pemeriksaan selanjutnya didapati 2 positif. Mendapati hal itu Meranti langsung melakukan tracking dan ditemukan 4 warga positif Covid-19 yang tak lain adalah keluarga dari Santri tersebut yang terpapar melalui transmisi lokal,” ceritanya.

    Setelah mengisolasi pasien Positif Covid-19, Pemkab Meranti menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Tertentu (PSST) atau PSBB berskala kecil diwilayah Desa Bandul, tempat pertama kali ditemukan kasus positif Covid-19 di Meranti. PSST diberlakukan untuk menghidari lumpuhnya ekonomi Meranti.

    "Kami mengunci desa selama 2 X 14 hari pertama. Warga tidak diperbolehkan keluar masuk dimasa itu," ucap Misri.

    Kemudian, setelah dilakukan Rapid Test massal di Bandul, dimana hasilnya Indek Penularan Virus 0,99 persen. Artinya antisipasi penularan virus yang dilakukan cukup efektif.

    Sejauh ini dijelaskan Misri, jumlah total warga ODP di Meranti sebanyak 8459 dan telah selesai dipantau sebanyak sebanyak 8087 orang, PDP 14 orang dan semuanya sembuh, 12 pasien positif Covid-19 juga sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan. Untuk kasus kematian nol.

    Selanjutnya Kebijakan Pemda lainnya untuk penanganan Covid-19 di Meranti adalah dengan  membangun ruang isolasi, serta menyiapkan APD ditiap Puskemas.

    "Disini kami merenovasi ruang BLK menjadi ruang isolasi, begitu juga Aula RSUD Meranti untuk mengatisipasi terjadinya gelombang kedua penyebaran Virus Covid-19. Dan terakhir kami melakukan rapat untuk persiapan New Normal yang akan diberlakukan pada 1 Juli 2020 mendatang," jelasnya lagi.

    Kabag Hukum Setdakab Meranti Sudandri Jauzah SH MH menambahkan menyangkut kebijakan sejauh ini Pemkab Meranti telah mengeluarkan 15 Regulasi dan surat edaran.

    "Ini kita lakukan untuk mengantisipasi permasalahan hukum dikemudian hari," tambah Sudandri.(ADV)



     
    Berita Lainnya :
  • Pemkab Meranti Berhasil Tangani Covid-19
  •  

    Komentar Anda :