Selasa, 07 Juli 2020 Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan - Indeks Berita
 
Pengamat Nilai Positif Isu Reshuffle di Balik Marah Jokowi

Senin, 29-06-2020 - 08:48:58 WIB

 
Presiden Joko Widodo

TERKAIT:
 
  • Pengamat Nilai Positif Isu Reshuffle di Balik Marah Jokowi
  •  

    Jakarta, berazamcom -- Kejengkelan Presiden Joko Widodo terhadap kinerja para menterinya dalam penanganan Covid-19 diperlihatkan ke publik. Sinyal reshuffle bahkan pembubaran lembaga turut mengemuka.

    Video rekaman yang memperlihatkan kegeraman Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, 18 Juni diunggah Sekretariat Presiden di Youtube.

    Dalam video tersebut Jokowi mengatakan dalam tiga bulan terakhir yang merupakan masa krisis akibat pandemi Virus Corona (Covid-19), masih ada anggota kabinet yang bekerja tidak optimal.

    "Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya. Kalau suasana ini bapak ibu tidak merasakan itu, sudah, artinya tindakan-tindakan yang keras akan saya lakukan," kata Jokowi dalam rekaman video.

    Direktur Eksekutif Political and Public Studies Jerry Massie menilai kegeraman Jokowi wajar karena sejak awal penanganan Covid-19 publik sudah mengkritik kinerja sejumlah menteri.

    Indikatornya jelas; tak mengikuti arahan Presiden, tak bekerja dalam tim, ingin menonjol sendiri, hingga mengambil alih kewenangan pihak lain.

    "Persoalannya banyak menteri jalan sendiri-sendiri, tak mau ikut arahan Jokowi. Ada Pula yang one man show," kata Jerry saat dihubungi wartawan, Minggu (28/6).

    "Ada beberapa juga menteri yang membuat kebijakan bertabrakan satu sama lain. Belum lagi bukan ranah dan domain kementeriannya justru di-take over. Inilah yang membuat presiden berang dan geram," lanjut dia.

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkunjung ke rumah sakit Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020).

    Soal sosok menteri yang layak diganti, Jerry menyebut nama sejumlah menteri dengan sejumlah alasan.

    Senada, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menyatakan reshuffle kabinet dalam waktu dekat adalah sebuah keniscayaan karena kerja buruk sejumlah menteri.

    "Reshuffle itu suatu keniscayaan. Karena banyak menteri yang dianggap tak berprestasi dan dianggap memble kinerjanya saat wabah corona menyerang. Terlihat banyak menteri yang gagap menyelesaikan persoalan corona," kata dia, saat dihubungi Minggu (28/6) malam.

    Menurut Ujang, para menteri malah lebih sering silang pendapat dengan presiden maupun menteri lain terkait penanganan Covid-19. Ia juga menyoroti tumpang tindih aturan dan kebijakan antar para menteri dalam tiga bulan terakhir.

    Gaduh Situasi

    Kendati begitu, kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno, wacana reshuffle membuka peluang kegaduhan politik di tengah penanganan wabah Virus Corona.

    Terlebih, bila menteri yang diganti berasal dari partai politik. Menurutnya, bukan tidak mungkin Jokowi malah akan dirongrong oleh para parpol pendukungnya.

    "Potensial gaduh. Apalagi menteri dari parpol posisinya signifikan di partai. Kecuali, penggantinya dari parpol yang sama dengan posisi yang sama strategisnya di parpol," tutur dia.

    Menurut Adi, tak semua kemarahan Jokowi mesti dikaitkan dengan wacana reshuffle. Kegeraman yang ditunjukkan Jokowi, katanya, lebih dimaksudkan untuk melecut kinerja para menterinya.

    Jika ingin benar-benar merombak jajaran menterinya, Adi menyebut Jokowi tak perlu menunjukkannya kepada publik.

    "Tak perlu marah-marah lagi, langsung reshuffle aja. Publik menunggu bahwa Jokowi memang tanpa beban di periode ini," tuturnya.

    Jerry Massie mengakui ada potensi gaduh suasana politik jika reshuffle diwujudkan. Namun demikian, kata dia, Jokowi mesti berani tegas dan mengambil risiko.

    Menurut Jerry, Jokowi bisa melobi partai-partai politik pendukungnya untuk mencari pengganti menteri yang lebih baik untuk penanganan wabah maupun dampak Covid-19. Di sisi lain, parpol juga harus bisa menyerahkan nama-nama calon menteri pengganti yang berkualitas.

    "Partai-partai coba sodorkan nama yang berkompeten di bidangnya ini bukan hanya suka dan tidak suka," jelas Jerry.*


    []bazm-13
    sumber: CNN Indonesia.com



     
    Berita Lainnya :
  • Pengamat Nilai Positif Isu Reshuffle di Balik Marah Jokowi
  •  

    Komentar Anda :