Dampak Abrasi Terhadap Kesehatan di Pulau Topang
Selasa 30 Januari 2024, 14:53 WIB
šŸ‘270477
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad fahri S.K.M.

Selat Panjang, berazamcom - Kadis Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri S.K.M., menyampaikan bahwa saat ini belum terdapat laporan signifikan terkait penyakit yang secara langsung terkait dengan abrasi di Pulau Topang. Meskipun demikian, pihaknya terus memantau aspek kesehatan masyarakat, terutama di pinggiran laut, yang masih dihadapkan pada isu buang air besar langsung ke laut dan pembuangan sampah ke laut.

Menurut Fahri, kebutuhan air bersih di kabupaten ini menjadi fokus penting. Masyarakat masih mengandalkan air hujan dan bak penampungan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, minum, memasak, dan mencuci. Sementara dampak langsung terhadap kesehatan belum tampak secara signifikan, penting untuk mengatasi masalah sanitasi air bersih.

Fahri juga menghimbau masyarakat agar lebih sadar terhadap lingkungan. Pembuangan sampah sembarangan di laut dan praktik buang air besar tanpa penampungan yang tepat di pinggiran laut harus dihindari. Pihaknya telah mensosialisasikan hal ini di seluruh Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk di pinggiran-pinggiran pantai dan tepi sungai.

"Saat ini, kita sudah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait sanitasi, terutama terkait buang air besar sembarangan. Capaian Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Kepulauan Meranti masih perlu ditingkatkan, dan kami terus bekerja untuk mencapai tujuan tersebut," tutup Fahri.

 

 


Laporan: Nurul
Editor    : Yanto Budiman




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyright Ā© 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top