Prof Iwantono
Pekanbaru, berazamcom – Calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030, Prof. Iwantono, menjadikan “Pendidikan Tinggi Berkualitas Berbasis Riset dan Teknologi” sebagai pilar pertama dari Tujuh Pilar Keunggulan Penopang Balai Peradaban UNRI.
Melalui pilar ini, Prof. Iwantono akan mendorong seluruh dosen peneliti UNRI untuk tidak berhenti di publikasi jurnal. Targetnya: menciptakan dan memproduksi teknologi berbasis _Artificial Intelligence_ langsung dari hasil riset sebagai keunggulan khas UNRI.
“Para peneliti kami punya peluang besar untuk leading di bidang AI. Kami minta dosen fokus pada bidang keahlian masing-masing dengan riset berkelanjutan sampai menghasilkan produk yang benar-benar menjawab kebutuhan industri, pemerintah, dan dunia pendidikan,” ujar Prof. Iwantono.
AI untuk Industri Strategis Riau & Nasional
UNRI akan memfokuskan pengembangan aplikasi AI untuk sektor-sektor unggulan Riau dan Indonesia: perkebunan & pengolahan sawit, perminyakan, industri kertas, pertambangan, hingga UMKM. Produk AI karya sivitas UNRI juga akan diarahkan untuk mendukung program Pemerintah Daerah, Kementerian, serta prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran di berbagai lini.
Pembelajaran Gen-AI untuk Lulusan Berdaya Saing Global
Di sisi pembelajaran, Prof. Iwantono akan menerapkan proses belajar berbasis _Generative Artificial Intelligence_. Model ini diharapkan mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing nasional-internasional, sekaligus meringankan beban administratif dosen agar lebih fokus pada kualitas ajar, riset, dan pengabdian masyarakat. Tujuannya: melahirkan lebih banyak dosen dengan kualifikasi unggul di tingkat nasional dan internasional, serta mendongkrak peringkat UNRI.
Hilirisasi Riset Jadi Mesin Income Generating
Dengan mendorong hilirisasi hasil riset dan pembelajaran berbasis AI, Prof. Iwantono optimis UNRI akan semakin unggul sesuai visi-misi kampus dan selaras dengan arah kebijakan Kementerian. Skema kerjasama riset, pengembangan produk, dan lisensi aplikasi AI dengan industri, perusahaan, institusi pemerintah, dunia pendidikan, serta UMKM juga diproyeksikan menjadi sumber "income generating" baru bagi UNRI.
“Ini bukan sekadar wacana. UNRI harus jadi solusi. Dari laboratorium ke industri, dari kelas ke masyarakat. Itu cara kami membangun balai peradaban,” tegasnya.(*/rls).


