Kadisdik Riau Imbau Orang Tua dan Calon Siswa Realistis Pilih Sekolah di SPMB 2026
Kamis 18 Juni 2026, 13:10 WIB
👁2986
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya,

 

Pekanbaru, berazamcom  - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengimbau para orang tua dan calon peserta didik baru agar tidak memaksakan diri mendaftar ke sekolah tertentu apabila peluang diterimanya sangat kecil.

Menurut Erisman, dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, calon siswa sebaiknya mempertimbangkan peluang diterima berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di masing-masing jalur penerimaan.

Ia menilai masih banyak orang tua maupun calon siswa yang hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit tanpa memperhatikan kemampuan akademik, prestasi, maupun faktor domisili yang menjadi dasar seleksi.

"Jangan memaksakan kehendak untuk masuk ke sekolah tertentu apabila memang tidak memenuhi syarat. Carilah sekolah yang peluang diterimanya lebih besar, terutama pada jalur domisili," kata Erisman Yahya, Kamis (18/6/2026).

Erisman menjelaskan bahwa setiap jalur penerimaan memiliki kriteria tersendiri yang harus dipenuhi oleh calon peserta didik. Karena itu, siswa dan orang tua perlu memahami posisi serta peluang yang dimiliki sebelum menentukan pilihan sekolah.

Menurutnya, memaksakan diri mendaftar ke sekolah dengan tingkat persaingan tinggi tanpa didukung nilai akademik, prestasi akademik maupun nonakademik yang memadai justru berisiko membuat siswa tidak lolos seleksi.

"Kalau tidak memiliki prestasi, nilainya rendah, atau tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, jangan memaksakan diri masuk ke sekolah tertentu. Lebih baik mencari sekolah yang memang berpotensi besar menerima siswa tersebut, misalnya melalui jalur domisili," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB saat ini telah berjalan secara digital dan terintegrasi melalui sistem. Dengan mekanisme tersebut, seluruh data dan proses seleksi dapat dipantau secara terbuka sehingga tidak ada ruang untuk praktik yang menyimpang dari ketentuan.

"Apalagi saat ini semuanya sudah melalui sistem. Semua data dan proses seleksi akan terlihat di sistem. Jadi tidak bisa main-main," tegasnya.

Menurut Erisman, sistem yang transparan tersebut memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik. Peluang diterima sepenuhnya ditentukan berdasarkan data, dokumen, dan persyaratan yang dimiliki masing-masing peserta, bukan karena faktor lain di luar aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, ia menilai kualitas pendidikan di SMA dan SMK di Provinsi Riau saat ini sudah semakin merata. Karena itu, masyarakat tidak perlu terpaku pada beberapa sekolah tertentu saja.

"Mutu sekolah kita sudah bagus-bagus. Tidak hanya sekolah yang dianggap favorit, tetapi banyak sekolah lain yang juga memiliki kualitas pendidikan yang baik," jelasnya.

Erisman juga mengingatkan para calon peserta didik dan orang tua untuk memanfaatkan informasi yang tersedia dalam sistem SPMB guna melihat peluang diterima di masing-masing sekolah sebelum menentukan pilihan.

Dengan memahami peluang secara realistis, diharapkan siswa dapat memilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang dimiliki sehingga proses penerimaan berjalan lebih lancar.

"Kami berharap siswa dan orang tua dapat melihat peluang secara realistis. Pilihlah sekolah yang kemungkinan diterimanya lebih besar sehingga proses penerimaan berjalan lancar," pungkasnya. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top