Peringatan Harganas ke-33, Sekdaprov Riau: Momentum Perkuat Ketangguhan Keluarga
Senin 29 Juni 2026, 12:57 WIB
👁3410
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi

 

Pekanbaru, berazamcom – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 menjadi momentum penting untuk mengingat kembali peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Melalui apel peringatan Harganas di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Senin (29/6/2026), keluarga diingatkan agar mampu menjadi tempat yang aman, tangguh, dan melahirkan generasi unggul menghadapi tantangan zaman.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi mengatakan bahwa Harganas bukan sekadar peringatan tahunan yang tercatat dalam kalender nasional. Menurutnya, Harganas merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi mengenai kekuatan keluarga sebagai benteng pertama dalam membangun karakter bangsa.

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini berada dalam era VUCA yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan berbagai tantangan baru. Kondisi tersebut tidak hanya menghadirkan persoalan ekonomi maupun fisik, tetapi juga ancaman terhadap nilai-nilai kehidupan keluarga.

"Kita berdiri di sebuah panggung peradaban modern yang bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia. Para ahli menyebut zaman ini sebagai era VUCA, sebuah landscape global yang dicirikan dengan volatility perubahan cepat, uncertainty, ketidak pastian, complexity kerumitan, dan ambiguity, kebingungan arah," ungkapnya.

Masuknya berbagai pengaruh melalui perkembangan teknologi digital menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap keluarga. Apabila ketahanan keluarga lemah, maka arus perubahan akan dengan mudah memengaruhi masa depan anak-anak serta merusak keharmonisan dan nilai moral generasi penerus.

Syahrial menegaskan bahwa ketangguhan keluarga menjadi syarat mutlak apabila Indonesia ingin memanfaatkan bonus demografi yang sedang berlangsung. Bonus demografi adalah jumlah penduduk usia produktif yang jauh lebih besar dibandingkan usia nonproduktif, sehingga peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik.

Menurutnya, bonus demografi hanya datang satu kali dalam sejarah perjalanan sebuah bangsa. Apabila mampu dikelola dengan baik, maka kondisi tersebut akan menjadi batu loncatan menuju Indonesia Emas, namun sebaliknya dapat berubah menjadi beban apabila kualitas sumber daya manusianya tidak dipersiapkan.

"Bonus demografi adalah pisau bermata dua. Ia menjadi berkah luar biasa yang dapat menguatkan Indonesia, tetapi bisa berubah menjadi bencana apabila kita gagal mengelolanya. Karena itu kita harus melakukan lompatan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia mulai dari keluarga," ujar Syahrial saat menjadi inspektur saat apel.

Ia mengatakan transformasi kualitas sumber daya manusia dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang baik, pendidikan dalam keluarga, serta pembentukan karakter anak. Upaya tersebut juga harus diiringi dengan perhatian terhadap kesehatan mental sehingga keluarga menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan dukungan emosional bagi setiap anggotanya. (*)

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top