Pekanbaru, berazamcom – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (1/9/2026) pagi.
Setelah sempat mereda usai hujan mengguyur kota ini, asap kembali terlihat tebal di sejumlah ruas jalan dan kualitas udara kembali berada pada kategori tidak sehat.
Pantauan pagi hari menunjukkan lapisan asap putih keabu-abuan menggantung rendah.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Sudirman, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Nangka ujung hingga Jalan Kubang.
Hujan sebelumnya sempat membuat kabut asap menghilang dan udara terasa lebih bersih. Namun kondisi itu tidak berlangsung lama.
Berdasarkan laman pemantauan konsentrasi partikulat PM2.5 BMKG pada Selasa, 1 September 2026 pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat mencapai 91,2 mikrogram per meter kubik (µg/m⊃3;).
BMKG mengategorikan kondisi tersebut sebagai Tidak Sehat.
Grafik riwayat konsentrasi PM2.5 yang ditampilkan BMKG juga memperlihatkan kualitas udara Pekanbaru telah berada pada kategori tidak sehat sejak dini hari.
Batang grafik pemantauan didominasi warna kuning yang menandakan kategori tidak sehat. Konsentrasi partikulat terlihat bergerak pada kisaran sekitar 70 hingga mendekati 100 µg/m⊃3; pada beberapa jam pemantauan.
Pada pukul 05.00 WIB, misalnya, konsentrasi PM2.5 tercatat 73,1 µg/m⊃3;. Angka tersebut kemudian meningkat dan pada pukul 07.00 WIB mencapai 91,2 µg/m⊃3;.
Data itu menunjukkan kualitas udara Pekanbaru masih berfluktuasi dan belum sepenuhnya membaik meskipun hujan sempat turun sebelumnya.
Pemantauan kualitas udara melalui AQI pada Selasa pagi juga menunjukkan kondisi serupa.
Berdasarkan pantauan sekitar pukul 07.21 WIB, indeks kualitas udara atau AQI Pekanbaru berada pada angka 159, yang juga masuk kategori Tidak Sehat.
Pada pemantauan tersebut, konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 73 µg/m⊃3;.
Kemudian dalam pemeringkatan kota yang diperbarui sekitar pukul 07.31 WIB, Pekanbaru berada di posisi ketiga dalam daftar yang ditampilkan, dengan AQI berada di angka 156.
Perbedaan angka dalam waktu berdekatan menunjukkan kondisi kualitas udara dapat berubah dalam waktu relatif singkat, tergantung konsentrasi polutan yang terpantau.
Namun baik data AQI maupun pemantauan BMKG sama-sama menunjukkan satu kondisi: kualitas udara Pekanbaru pada Selasa pagi masih berada pada level tidak sehat.
Dalam penjelasan yang ditampilkan pada laman BMKG, Particulate Matter (PM2.5) merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer.
Pengukuran konsentrasi PM2.5 dilakukan menggunakan metode penyinaran sinar beta atau Beta Attenuation Monitoring, dengan satuan mikrogram per meter kubik atau µg/m⊃3;.
Ukuran partikelnya yang sangat kecil membuat kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 tinggi perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Warga disarankan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan mengurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat.(*)


