Mantan Bupati Inhu Yopi Dorong Tomas dan Forkopimda Duduk Bareng Bahas Mafia Solar
Minggu 27 September 2026, 20:29 WIB
👁6113
Mantan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto berbincang asik dengan fungsionaris Jaringan Media Siber Indonesia Provinsi Riau, Sabtu sore (26/09/2026)

 

Pekanbaru, berazamcom - Persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Provinsi Riau mendapat perhatian berbagai kalangan. Mantan Bupati Indragiri Hulu yang kini menjabat Sekretaris DPW Partai NasDem Riau, Yopi Arianto, mendorong tokoh masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) duduk satu meja untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka.

Dorongan itu disampaikan Yopi saat menjawab pertanyaan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dalam silaturahmi yang berlangsung di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Sabtu sore (23/9/2026).

Menurut Yopi, persoalan kelangkaan solar perlu dibahas secara bersama-sama dengan melibatkan tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda. Dengan duduk bersama, berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara konkret.

“Tokoh-tokoh masyarakat bersama Forkopimda perlu duduk bersama membahas persoalan ini. Kita cari apa masalahnya dan bagaimana solusinya,” ujar Yopi.

Yopi menilai persoalan ketersediaan solar menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan, bukan hanya melihat persoalan dari satu sisi.

Pernyataan Yopi tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap kelangkaan solar yang dalam beberapa waktu terakhir memunculkan antrean kendaraan di banyak SPBU di Riau.

Yopi Arianto

Sehari sebelumnya, mantan Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution juga menyoroti persoalan tersebut. Usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Riau bersama sejumlah organisasi masyarakat, Pertamina, Forkopimda dan dinas terkait, Rabu (23/9/2026), Edy mendesak pembentukan satuan tugas (Satgas) untuk memberantas dugaan “mafia solar” yang menurutnya menjadi salah satu penyebab kelangkaan.

Edy menyebut stok BBM seharusnya mencukupi, namun adanya disparitas harga menurutnya dapat membuka peluang terjadinya praktik yang menyebabkan kelangkaan.

 “Tadi sudah bisa disimpulkan, stok BBM seharusnya cukup, tapi ada disparitas harga yang ini bisa terjadi karena ada mafia. Kita ada kepolisian, Kodam, kejaksaan, POM, ini segera bentuk Satgas untuk memberantas mafia ini,” kata Edy, seperti diberitakan media online, Rabu (23/9/2026).

Edy bahkan meminta aparat terkait mengambil tindakan tegas. Ia menyatakan, apabila Kapolda Riau maupun Pangdam tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut, keduanya sebaiknya dipindahkan dari Riau.

 “Kalau tidak bisa, ya Kapolda suruh pindah dari Riau. Kalau enggak bisa, Pangdam suruh pindah dari Riau. Mereka ditunjuk untuk bisa menyelesaikan tugas, kalau ga bisa pindah saja, tidak ada gunanya di sini,” tegas Edy.

Menanggapi situasi tersebut, Yopi tidak secara khusus mengomentari tuntutan pergantian pejabat yang disampaikan Edy. Ia lebih menekankan pentingnya mempertemukan tokoh masyarakat dan Forkopimda untuk membahas persoalan kelangkaan solar secara bersama. Yopi mengaku heran mengapa kelangkaan BBM hanya terjadi pada solar, sementara bahan minyak lainnya seperti pertalite, pertamax tidak? 

“Saya curiga pasti ada yang bermain pada solar sehingga mengakibatkan antrean panjang kendaraan di SPBU,” tandas Yopi. 

Menurut Yopi, forum bersama tersebut penting agar persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dibicarakan secara terbuka, termasuk mengenai distribusi, pengawasan, maupun kemungkinan adanya persoalan lain yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan solar.

“Yang penting kita duduk bersama. Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut dan masyarakat yang menjadi korban,” katanya. Tidak perlu saling menyalahkan.

“Ini kepentingan masyarakat. Karena itu harus dicari jalan keluarnya bersama-sama,” ujar Yopi.

Silaturrahmi Yopi Arianto dengan JMSI berlangsung santai dan penuh kekeluargaan. Yopi dating Bersama koleganya yang juga mantan anggota DPRD Riau, Abu Bakar Sidik. Sementara jajaran JMSI selain dihadiri Ketua Dheni Kurnia juga Wakil Ketua Syafriadi, Ketua Dewan Penasehat Fachrunnas MNA Jabbar, Al Haj Haris Abeba, Ian Mahyar dan puluhan fungsionaris JMSI lainnya.

Ketua JMSI Riau H Dheni Kurnia mengatakan, silaturahmi merupakan bagian dari upaya JMSI membangun komunikasi yang baik dengan berbagai mitra, termasuk partai politik.
“Silaturahmi ini bagian dari upaya kita mempererat hubungan JMSI Riau dengan mitra-mitra, terutama dengan kalangan partai politik. Kita ingin komunikasi dan hubungan yang sudah terjalin selama ini terus diperkuat,” kata Dheni.

Menurut dia, komunikasi yang terbuka antara organisasi pers dan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk memperkaya perspektif dalam melihat persoalan daerah.
“Pers memiliki fungsi memberikan informasi kepada publik sekaligus menjadi ruang dialog. Karena itu, komunikasi dengan berbagai pihak penting agar persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat dilihat dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.*

[]bazm01

 




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top