Selasa, 18 Januari 2022

Breaking News

  • PWI Bengkalis Bentuk LBH, Bisa Untuk Pendampingan Hukum Bagi Warga Kurang Mampu   ●   
  • Resmi Jabat Pimpinan Badan Legislasi DPR RI, Abdul Wahid Mohon Doa Rakyat Riau   ●   
  • Soal Pasir Laut, HIPEPARI: Pemerintah Duduk Manis Bisa Masuk Rp 40 Triliun Setahun   ●   
  • Peristiwa Langka, Dua Jenderal “Serbu” PWI Riau   ●   
  • Era Zulmansyah PWI Riau Makin Bergelora   ●   
Pekanbaru, Kampar dan Pilkada 2024
Senin 11 Januari 2022, 21:40 WIB

Dua jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Provinsi akan berakhir pada Mei 2022. Pertama, adalah Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, S.H., M.H (tanpa Wakil Bupati), dan kedua, Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, S.T., M.T bersama Wakil Walikota H. Ayat Cahyadi, S.Si. Sementara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah baru akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2024. Itu berarti terjadi kekosongan jabatan selama dua tahun, dan untuk mengisi kevakuman tersebut Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Riau akan menunjuk pejabat sementara dari pejabat tinggi pratama setingkat eselon dua di tingkat Provinsi.

Belum tahu. Siapa yang akan beruntung. Sejumlah nama memang mulai diwacanakan ke publik. Terutama oleh pegiat media social. Di Kabupaten Kampar, misalnya, tersebut nama Masrul Kasmy (Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi). Ada pula nama Syahrial Abdi (Kepala Bapemda Provinsi Riau). Bahkan nama Yurnalis Basri yang sekarang menjadi Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pemerintahan, Hukum dan SDM, juga dimunculkan ke publik.

Agak berbeda dengan Kampar. Situasi di Pekanbaru terasa adem-adem saja. Cuma nama H. Joni Irwan, S.H., M.H (Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau) yang digadang-gadangkan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Yang pasti, Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar memiliki kewenangan penuh untuk mengusulkan staf terbaiknya memimpin kedua daerah tersebut. Lumayan juga, dua tahun memakai lencana alias ‘jengkol’ kepala daerah tanpa menghabiskan biaya besar.
Pilkada 2024 memang beda dengan pemilihan kepala daerah lain di tahun-tahun sebelumnya. Bukan saja karena beban politik penyelenggaraannya yang berat, tetapi muatan politisnya juga tinggi. Itu lantaran pesta demokrasi tersebut diserentakkan pelaksanaannya dengan pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pemilihan legislatif untuk semua tingkatan.

Tak heran. Kendati helat itu masih menyisakan waktu dua tahun lagi, tapi gaungnya sudah mulai dikencangkan. Gongnya telah di tabuh. Lihatlah, misalnya, pemilihan presiden. Nama-nama figur yang akan bertarung secara rutin terus disurvey oleh lembaga-lembaga survey. Ada nama Anis Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Begitu pun dengan Pilkada DKI Jakarta. Para politisi yang mengincar kursi empuk ‘warisan’ Anis Baswedan itu juga sudah dielu-elukan oleh politisi dari berbagai partai politik.

Di Kampar dan Pekanbaru walau genderang perangnya tak sekencang pilpres dan pilkada DKI Jakarta, beberapa nama juga sudah dihembus ke permukaan. Di Kampar, umpamanya, disamping nama Catur Sugeng Susanto, mengemuka pula figur Yuyun Hidayat, ST, M.Sc (Anggota DPRD Riau/Ketua PPP Kampar). Ada juga Repol SAg (Wakil Ketua DPRD Kampar/Ketua DPD Partai Golkar Kampar), Drs. H. Yusri (Sekretaris Daerah) dan Amir Lutfi (Pengusaha Muda). Nama-nama lain tentu masih banyak lagi karena Kampar memang tak pernah kosong figur-figur peminpin.

Di Pekanbaru pun demikian. Agung Nugroho (Wakil Ketua DPRD Riau/Ketua DPD Partai Demokrat) disebut-sebut pula bakal meramaikan bursa pencalonan. Termasuk Muhammad Jamil yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Daerah. Tentu pertarungan politik pada kedua daerah tersebut akan ramai. Sebab, Pekanbaru dan Kabupaten Kampar merupakan dua daerah yang selama ini menjadi barometer politik di Tanah Melayu. Bagi kita yang awam ini, siapapun yang akan dielus dan dimunculkan silahkan saja. No problem. Namun satu hal yang sebaiknya direnungi. Yakni kata bijak dari seorang penulis handal asal German. Namanya Peter Ferdinand Drucker. Kata Drucker, “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai, akan tetapi tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribusi-atribusinya.

Semoga saja. Pilkada 2024 di semua daerah dan tingkatan yang berlangsung secara serentak melahirkan sosok pemimpin seperti dikatakan Drucker. Tak terkecuali Kampar dan Pekanbaru.*

[]Penulis: Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Indeks
Senin 11 Januari 2022, 21:40 WIB
Pekanbaru, Kampar dan Pilkada 2024
Senin 03 Januari 2022, 17:17 WIB
Dua Ribu Dua Puluh Dua
Senin 02 Desember 2019, 05:39 WIB
MTQ (di) Kampar
Jumat 22 Februari 2019, 22:44 WIB
Selamat Datang Gubri
Sabtu 26 Agustus 2017, 22:20 WIB
Pers dalam Negara Demokrasi
Selasa 06 Juni 2017, 15:10 WIB
Fenomena Politik Diambang Suksesi
Jumat 19 Mei 2017, 11:42 WIB
Marhaban ya Ramadhan
Sabtu 06 Mei 2017, 11:48 WIB
Ketika ‘Si Kancil’ Berazam
Jumat 21 April 2017, 07:18 WIB
Nasibmu Riauku


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top