Minggu, 19 Mei 2024

Breaking News

  • Ketua DPC PJS Kota Palembang Soroti Pembangunan Terminal Batubara Kramasan   ●   
  • Pernyataan Wan Abu Bakar Berpotensi Primordialisme, Tokoh Riau Edy Natar Nasution Angkat Bicara   ●   
  • Dinkes Siak dan Apkesmi Gelar Webinar, Perkenalkan Program ILP   ●   
  • Mahasiswa Hukum UIR Raih Best Speaker di Kontes Duta Wisata Riau 2024   ●   
  • UIR Terima Bantuan Dana Pendidikan Sebesar Rp 70 Juta dari Bank Syariah Indonesia   ●   
Mutiara dari Pesisir
Kamis 10 Maret 2022, 16:34 WIB

Pembawaannya tenang. Low profile. Wawasan dan pengetahuannya cukup luas. Kariernya di pemerintahan dan politik terbilang cemerlang. Pernah menjadi bupati dan penjabat walikota. Kini, ia member of parlement. Kalau berpidato, tak berapi-api karena ia memang bukan seorang orator. Dia juga agamis.

Sejak ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan, ia rajin berkeliling. Mengunjungi daerah pemilihan. Kadang konsilidasi partai ke cabang-cabang di seluruh Provinsi Riau. Walau di wajahnya selalu tampak raut keletihan, ia tetap ramah. Melempar senyum dan menyapa. Dialah Syamsurizal, sang ‘Mutiara Dari Pesisir’.

Panggilan ‘Mutiara Dari Pesisir’ disadur dari judul cover buku yang berkisah tentang perjalanan hidup sang ‘mutiara’, dan buku tersebut dilaunching pada Senin tanggal 28 Februari 2022. Penulis buku itu, adalah sahabat saya. Namanya Eddy Mohd. Yatim, anggota DPRD Riau yang profesi dasarnya adalah journalist.

Saya tak terlalu paham. Mengapa penulis memberi judul dengan merangkai kata ‘mutiara’. Dalam penelusuran saya di google, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘mutiara’ dimaknai dalam tiga kategori. Yakni: 1) permata berbentuk bulat dan keras, berasal dari kulit kerang mutiara, terbentuk karena ada benda atau pasir yang masuk ke dalam tubuh kerang itu, kemudian diselubungi oleh kulit ari; 2) air mata (kata kiasan) contoh: 'mutiara bening mencair di sudut-sudut matanya', dan 3) sesuatu yang sangat berharga (dihargai dan sebagainya) (kata kiasan) contoh: 'sopan santun adalah mutiara bagi wanita, anak-anak yang saleh merupakan mutiara bagi rumah tangga'. Dari ketiga makna itu, agaknya makna ketiga lebih cocok disematkan kepada Syamsurizal: sesuatu yang sangat berharga.

Pertimbagan itu senafas dengan pernyataan Syamsurizal. Saat memberi sambutan di acara itu, ia menyebut: ada dua alasan, mengapa buku ‘mutiara’ di launching pada bulan Februari. Salah satunya, karena di bulan Februari akan dilaksanakan pemilihan umum. Maksud Syam, Pemilu 2024. Berarti masih tersisa waktu dua tahun lagi.

Syam seperti memberi isyarat: bahwa Sang ‘Mutiara’ bakal bertarung di Februari 2024. Isyarat itu telah lebih awal ia tunjukkan. Utamanya setelah dirinya dilantik menjadi Ketua DPW PPP Riau. Ia rajin mengkonsolidasi partai. Berkunjung ke daerah pemilihan, menyerahkan bantuan sembako. Bahkan lisannya terang-terangan berkata, “saya maju ke kursi gubernur di 2024”. Walikota Dumai H. Paisal pun barteran dengan Syam: “Kalau Pak Syam bisa memperjuangkan aspirasi Kota Dumai di Pusat, kami siap mendukung Bapak”.

Syam adalah figur dari Riau Pesisir. Itu pula agaknya yang menjadi alasan, kenapa kata ‘Pesisir’ ditempelkan Penulis Eddy Yatim pada cover buku. Sehingga menjadi: ‘Mutiara Dari Pesisir’. Kata ‘Pesisir’ selalu mengemuka dalam urusan politik. Malah ketika helat Pilkada Gubernur akan berlangsung, banyak orang menunggu-nunggu, siapa figur dari Pesisir yang diusung partai politik.

Keingin-tauhuan itu setelah menengok ke sejarah. Rata-rata Gubernur Riau berasal dari wilayah Riau Pesisir. Saleh Djasit, misalnya, berasal dari Pujut Rokan Hilir, Rusli Zainal dari Indragiri Hilir, Annas Ma’amun juga dari Rokan Hilir. Begitupun Wan Abu Bakar (Kepulauan Meranti), Wan Thamrin Hasyim (Rokan Hilir) dan Syamsuar (Siak Sri Indrapura).

Syam, sang ‘Mutiara Dari Pesisir’ itu merupakan satu diantara beberapa tokoh Riau Pesisir yang akan meramaikan bursa pencalonan Gubernur tahun 2024. Ia diperkirakan bertarung dengan sejumlah nama, antara lain Syamsuar (Gubernur Riau), Alfedri (Bupati Siak), Achmad (Anggota DPR RI), Abdul Wahid (Anggota DPR RI) dan Edi Natar Nasution (Wakil Gubernur). Tentu masih ada nama-nama lain dalam proses penjajakan partai.

Politikus Amerika Serikat Eugene McCarthy mengatakan, “berada dalam politik seperti menjadi pelatih sepak bola. Anda harus cukup pintar untuk memahami permainan, dan cukup bodoh untuk berpikir itu penting”. Syamsurizal, agaknya sedang memainkan dua peran. Selain menjadi pelatih juga pemain. Sebagai Ketua Partai Politik dan member of parlement dia sudah berada di lapangan politik yang selalu berfikir, berbuat, bertindak dan mengambil kebijakan menjadikan partainya diminati masyarakat pada Pemilu 2024. Berupaya membawa kader-kadernya masuk ke gedung wakil rakyat. Mencalonkan sesiapa yang akan diusung dalam pilkada kabupaten/kota. Insting politiknya tak kan kering memikirkan masalah-masalah itu.

Sebaliknya. Dia adalah pemain. Pengalamannya 10 tahun di kursi Bupati Bengkalis dan pernah pula menjabat Pj. Walikota, menjadi bekal sangat berharga bagi Syam memimpin Riau pasca Syamsuar. Apatah lagi sebelum kedua jabatan itu dipangku, lelaki kelahiran tahun 1955 ini, sudah malang melintang di birokrasi: Pernah menjadi Sekretaris Dewan, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kepala Bappeda dan Kepala Inspektorat Pemerintah Provinsi Riau.

Dari pengalaman-pengalaman itu, ‘Mutiara Dari Pesisir” ini sangat memiliki kapasitas menjadi orang nomor satu di Tanah Melayu: membawa negeri ini lebih baik, sebab sudah melakoni kekuasaan di dua poros: eksekutif dan legislatif. Kata Petinju Legendaris, Muhammad Ali, “Jangan menyerah, menderitalah sekarang, dan hiduplah sebagai juara nantinya’. Semoga.*

[]Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau.




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Indeks
Kamis 02 November 2023, 17:23 WIB
Impeachment Jokowi
Sabtu 21 Oktober 2023, 00:34 WIB
''Quo Vadis Mahkamah Konstitusi''
Jumat 13 Oktober 2023, 00:45 WIB
BRK Syariah Mencari Dirut, Siapa ‘Jagoan’ Syamsuar?
Sabtu 23 September 2023, 10:31 WIB
Pilpres 2024: Dua atau Tiga Pasang?
Selasa 05 September 2023, 23:50 WIB
Nasib Demokrat
Sabtu 02 April 2022, 19:42 WIB
Marhaban ya Ramadhan
Kamis 10 Maret 2022, 16:34 WIB
Mutiara dari Pesisir
Sabtu 26 Februari 2022, 16:37 WIB
Tersandung "Gonggongan Anjing"
Sabtu 19 Februari 2022, 09:39 WIB
Catatan Tiga Tahun Syamsuar - Edi Natar
Kamis 10 Februari 2022, 06:57 WIB
Menata Kembali Industri Pers


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top