Senin, 20 Mei 2024

Breaking News

  • Hampir Separuh Mahasiswa Baru Unri Hanya Dikenakan UKT Rendah, Maksimal Rp 1 Juta   ●   
  • Diundang Pemprov Melalui Disnaker, PT PHR Tidak Hadir, Begini Respon Mantan Gubri Edy Natar Nasution   ●   
  • Zulkifli Indra, Jembatanya Dibangun 14 Tahun Lalu, Mengapa Diungkit Sekarang   ●   
  • Pahlawan Tanpa Jasa Itu Selalu Ada yang Menghalangi, Begini Kata Ketua PJS Waykanan   ●   
  • 636 PPPK Terima SK Pengangkatan dari Pj Walikota Pekanbaru   ●   
BNPB: TNI Rancang Program Water Container Boombing untuk Padamkan Karhutla
Selasa 10 Maret 2020, 08:11 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo dalam pertemuan​ bersama Forkopimda, Senin (9/3/2020) sore di Ruang Melati Kantor Gubri.
Pekanbaru, berazamacom - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ungkap bahwa TNI sekarang sedang merancang program pesawat yang menggunakan water container boombing (WCB) untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

WCB adalah pengeboman air ke titik Karhutla menggunakan bola-bola fiber, dari kabin pesawat.

"Untuk membantu pemadaman api di lahan yang terbakar, TNI sekarang sedang merancang suatu program pesawat yang menggunakan water container boombing guna membuat hujan buatan yang besar," ungkap Kepala BNPB Doni Monardo dalam pertemuan​ bersama Forkopimda, Senin (9/3/2020) sore di Ruang Melati Kantor Gubri.

Tetapi, sambung Doni, water container bombing ini memiliki resiko yang sangat tinggi, karena kalau sempat melemparkan bolanya tersebut ke tempat yang ada penduduk atau hewan di bawahnya, bisa membuat hancur semuanya dan berakibat fatal.

"Karena satu bola tersebut memiliki berat berkisar 120 kilogram. Untuk sebelumnya pesawat ini juga telah dilakukan uji coba di daerah Subang. Dan benar - benar harus diperhitungkan dan perhatikan dengan baik dulu keadaan di bawah saat melakukan pelemparan bolanya," jelas Doni.

Katanya, pesawat yang digunakan pelemparan bolanya akurat dan sangat presisi. Begitu di lempar, satu kali sorti (lempar) itu bisa mencapai 10 ton. "Yang penting dalam melakukan hal ini, harus dilakukan peringatan dulu terhadap masyarakat jikalau ada yang berada di bawahnya," terang Doni.

Di tambahkannya, walaupun dengan banyak peralatan dan langkah yang dilakukan, tetapi peralatan ini tidak akan maksimal jika untuk mematikan total api di lahan gambut yang memiliki kedalaman sekitar 7 meter.

"Sebab itu, inilah fungsi dari Satuan Tugas (Satgas) karhutla supaya dapat melakukan pengecekan terhadap gambut tersebut apakah sudah benar - benar mati, dan kalau belum ya dilakukan pemadaman kembali," tuturnya.*

[]bazm-13
sumber: hallloriau.com



Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top