Sabtu, 8 Mei 2021

Breaking News

  • Kematian Covid-19 India Tembus 4.000 Orang per Hari   ●   
  • Larangan Mudik, Bupati Siak Pantau Pos Penyekatan Minas dan Kandis   ●   
  • 100 Hari Kapolri, Peluncuran Berbagai Aplikasi Wujud Keseriusan Perbaikan Korps Bhayangkara   ●   
  • Soal WNA Asal Cina yang Masuk ke Indonesia, Imigrasi: Sudah Dapat Rekomendasi   ●   
  • Kemenag Hormati Putusan MA Soal Pembatalan SKB 3 Menteri Seragam Sekolah   ●   
Menkes: RI Terima 5,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca pada Mei
Senin 03 Mei 2021, 14:33 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Jakarta, berzamcom - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia akan kedatangan setidaknya 5,6 juta dosis vaksin virus corona (Covid-19) asal Inggris, AstraZeneca sepanjang Mei ini.

Budi menyebut kedatangan jutaan dosis vaksin itu bakal melalui skema kerjasama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility.

"Alhamdulillah dengan bantuan Pak Presiden, diharapkan bahwa bulan ini kita sudah kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari program GAVI yang gratis.

Rencananya akan datang lagi sekitar 1,8 juta dosis AstraZeneca gratis, sehingga total 5,6 juta dosis," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat presiden, Senin (3/5).

Indonesia sejauh ini telah menerima sebanyak 4,9 juta dosis vaksin AstraZeneca. Rinciannya, 1,1 juta dosis vaksin datang pada 8 Maret, dan 3 juta lainnya didatangkan ke Indonesia pada 26 April lalu.

Tak hanya itu, Budi juga menyebut pasokan ketersediaan vaksin covid-19 di Indonesia akan disokong dengan produksi vaksin mentah (bulk) Sinovac oleh PT Bio Farma sebanyak 18 juta dosis pada bulan ini.

Jumlah tersebut adalah bagian dari target 47 juta dosis yang merupakan hasil proses produksi dari bulk Sinovac yang sudah diterima Bio Farma sebanyak 59,5 juta dosis sampai saat ini.

"Vaksin cukup, segera lakukan vaksinasi," kata dia.

Dengan upaya itu, mantan direktur utama Bank Mandiri itu pun meminta agar masyarakat tetap menjaga antusiasme untuk mendapatkan vaksin.

Sebab, dengan akselerasi program vaksin nasional, maka ia berharap varian baru mutasi corona yang saat ini teridentifikasi di Indonesia tak mengganggu jalannya vaksinasi.

Sejauh ini terpantau sudah ada enam varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, dan B1351

"Karena selama mutasi masih sedikit yang varian of concern itu, maka adalah saat yang tepat sesegera mungkin melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dan keluarga kita," pungkasnya.

Indonesia sepanjang April lalu diketahui terhalang ketersediaan jumlah dosis vaksin. Imbasnya, pemerintah mengatur laju vaksinasi dan membatasi sasaran vaksinasi tahapan kedua hanya fokus pada lansia dan tenaga pendidik. Hal tersebut dinilai imbas dari embargo vaksin yang dilakukan sejumlah negara, termasuk India.

Namun demikian, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan untuk saat ini travel ban atau embargo vaksin AstraZeneca yang diproduksi India telah dicabut sehingga vaksin tersebut bisa kembali didatangkan ke Indonesia.

 

 

 

 

[]bazm

 

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top