Minggu, 1 Agustus 2021

Breaking News

  • Tinjau Posko PPKM Pasar Cik Puan, Kapolda Riau Mengajak Semua Pihak Bangun Bersama Gerakkan Ekonomi   ●   
  • Berikan Bansos dan Gelar Vaksinasi, Kapolda Riau: Kolaborasi dan Sinergi Mampu Tangani Covid-19   ●   
  • Kapolri Apresiasi 30 Tahun Pengabdian Alumni Akpol 91, Bersama Mahasiswa Gencarkan Vaksinasi Percepat Herd Immunity   ●   
  • Kinerja Semester 1 Subholding Upstream Pertamina Capai Target   ●   
  • Buka Forum RPJMD, Bupati Inhu : Silahkan Beri Saran Positif dan Konstruktif   ●   
Harga Minyak Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sejak Oktober 2018
Senin 28 Juni 2021, 15:10 WIB
Harga minyak dunia mencetak rekor tertingginya sejak Oktober 2018 pada Jumat (25/6), waktu AS, dipicu pertumbuhan permintaan yang melebihi pasokan, Ilustrasi Pompa Minyak bumi

Jakarta, berazamcom - Harga minyak dunia mencetak rekor kenaikan tertinggi sejak Oktober 2018 pada perdagangan Jumat (25/6), waktu Amerika Serikat (AS). Kenaikan dipicu oleh ekspektasi pertumbuhan permintaan yang melampaui pasokan minyak OPEC+.

Dilansir dari Reuters, harga minyak Brent naik 62 sen atau 0,8 persen menjadi US$76,18 per barel. Sedangkan, minyak acuan West Texas Intermediate (WTI) naik 1 persen atau 75 sen menjadi US$74,05 per barel.

Kedua kontrak minyak tersebut merupakan titik tertingginya sejak 3 tahun lalu dan naik 3 persen sepanjang pekan lalu.

"Reli harga minyak mentah dikarenakan prospek permintaan yang membaik dan ekspektasi pasar akan tetap ketat karena OPEC+ kemungkinan hanya akan menaikkan sedikit produksi pada pertemuan tingkat menteri 1 Juli," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior OANDA seperti dikutip, Senin (28/6).

Saat ini, semua mata tertuju pada OPEC+ yang akan bertemu pada 1 Juli untuk membahas pelonggaran lebih lanjut pengurangan produksi mereka mulai Agustus mendatang.

Pialang Minyak dari PVM Stephen Brennock menilai para produsen saat ini memiliki ruang yang cukup untuk meningkatkan pasokan tanpa merusak prospek pasar yang saat ini sedang cerah.

Di sisi permintaan, Analis menyebut faktor utama yang harus dipertimbangkan OPEC+ adalah pertumbuhan yang kuat di AS, Eropa, dan China, didukung oleh peluncuran vaksin dan pembukaan kembali ekonomi.

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah prospek pencabutan sanksi terhadap Iran. Dikhawatirkan, pencabutan sanksi akan membuat pasar dibanjiri stok minyak dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pertimbangan pencabutan sanksi adalah masalah kepatuhan Teheran dengan kesepakatan nuklir 2015.

Antony menyebut kurangnya kesepakatan sementara antara pengawas nuklir PBB dan Iran tentang pemantauan aktivitas atom adalah masalah serius yang telah dikomunikasikan ke Teheran.

Iran belum menanggapi pengawas nuklir PBB tentang perpanjangan perjanjian pemantauan yang berakhir pada pekan lalu.

"Jika kesepakatan Iran tidak tercapai pada 1 Juli, kami mengantisipasi OPEC+ kembali ke pengaturan kuota bulan demi bulan dan mengumumkan peningkatan produksi sederhana untuk Agustus pada pertemuannya minggu depan," kata Analis ClearView Energy Partners LLC dalam sebuah laporan.


 

 

 

 

 

[]bazm

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top