Senin, 25 Oktober 2021

Breaking News

  • TAF Hadirkan Aplikasi Digital FLEX dan TAF Jakarta Service Lounge   ●   
  • Banjir Promo di SPEKTRA FAIR, Catat 96 Kota Beruntung!   ●   
  • Ketua ASITA Riau Mundur, DPP ASITA Segera Tunjuk Pelaksana Tugas   ●   
  • DPRD Minta Pemprov Riau Percepat Vaksinasi dan Masyarakat Wajib Peduli   ●   
  • Kakanwil Kemenag Riau Lepas Kontingen Riau ke KSM Tingkat Nasional   ●   
PBB Sentil Kekerasan di Papua, KSP Sebut Laporan Tak Ideal
Rabu 29 September 2021, 11:52 WIB
Ilustrasi PBB kritik RI soal HAM Papua.

Jakarta, berazamcom - Kantor Staf Presiden (KSP) mengkritik Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang laporan intimidasi dan kekerasan terhadap para aktivis hak asasi manusia (HAM) di Papua.

Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani menyangsikan keberimbangan laporan PBB itu. Ia menyebut PBB tidak mengecek kebenaran kabar kekerasan itu kepada Pemerintah Indonesia.

"Tuduhan yang muncul tidak melalui tahapan klarifikasi yang layak terlebih dahulu ke negara terkait sehingga tidak dapat dikatakan perspektifnya secara ideal sudah berimbang," kata Jaleswari lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/9).

Meski demikian, pemerintah tidak mengabaikan situasi di Papua. Jaleswari menyebut pemerintah mengelola situasi keamanan di Papua dan Papua Barat sesuai peraturan perundang-undangan.

"Pemerintah tegas bahwa pengelolaan situasi keamanan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dilakukan dalam kerangka penegakan hukum yang terukur dan sesuai dengan ketentuan hukum nasional Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membeberkan 45 negara yang melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis HAM. Indonesia jadi salah satu negara dalam daftar tersebut.

Laporan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR) PBB menyorotikriminalisasi dan intimidasi terhadap aktivis HAM di Provinsi Papua dan Papua Barat. Laporan itu berfokus pada dugaan intimidasi terhadap Wensislaus Fatubun, aktivis yang membantu PBB.

PBB juga melaporkan dugaan intimidasi dan kekerasan aktivis HAM dari suku Me Yones Douw, jurnalis Victor Mambor, aktivis HAM Veronica Koman, dan aktivis HAM Papua Barat Victor Yeimo yang kini dipenjara.


 

 

 

 

[]bazm

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top