Selasa, 18 Januari 2022

Breaking News

  • PWI Bengkalis Bentuk LBH, Bisa Untuk Pendampingan Hukum Bagi Warga Kurang Mampu   ●   
  • Resmi Jabat Pimpinan Badan Legislasi DPR RI, Abdul Wahid Mohon Doa Rakyat Riau   ●   
  • Soal Pasir Laut, HIPEPARI: Pemerintah Duduk Manis Bisa Masuk Rp 40 Triliun Setahun   ●   
  • Peristiwa Langka, Dua Jenderal “Serbu” PWI Riau   ●   
  • Era Zulmansyah PWI Riau Makin Bergelora   ●   
Penyanyi Malaysia Eric Moo Dilarang Masuk Singapura Gegara Sertifikat Vaksinnya Tidak Diakui
Selasa 04 Januari 2022, 08:29 WIB
Eric telah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan dan sudah memenuhi semua persyaratan untuk pergi ke Singapura. Dokumen yang disiapkannya itu sudah termasuk hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dinyatakan negative COVID-19.


Pekanbaru, berazamcom-Malang nian nasib penyanyi asal Malaysia Eric Moo ini. Rencananya masuk ke Singapura kandas. Kendati Ia telah melakukan vaksinasi dengan dua dosis Sinopharm China di Shanghai, tetapi tidak mendapatkan izin untuk terbang ke Singapura dengan menaiki pesawat China Southern Airlines awal minggu ini.

Penyanyi usia 58 tahun itu memiliki perusahaan produksi music di Shanghai. Setelah mendapatkan dosis kedua dari vaksin Sinopharm China di kota tersebut pada bulan September lalu, seharusnya ia memiliki perjalanan terbang ke Singapura untuk mengunjungi ibunya.

Ia telah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan dan sudah memenuhi semua persyaratan untuk pergi ke Singapura. Dokumen yang disiapkannya itu sudah termasuk hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dinyatakan negative COVID-19.

Namun, sayangnya saat hari dimana ia harusnya melakukan keberangkatan, Eric justru ditegur oleh salah satu staf maskapai penerbangannya itu. Ia diberitahu bahwa sertifikat vaksinasinya itu tidak diakui di Singapura. Oleh sebab itu, ia tidak diberikan izin untuk melakukan penerbangan ke Singapura.

"Mereka mengatakan bahwa sertifikat vaksinasi saya tidak diakui di Singapura karena hanya melampirkan nama tempat vaksinnya, bukan nama vaksinnya, yakni Sinopharm. Dan Singapura hanya mengakui merek vaksin, bukan nama tempat kamu mendapatkan vaksin," jelas Eric seperti dilansir dari detikcom.

Eric pun tidak punya pilihan lain dan mencari bantuan dari pihak kesehatan Kota Shanghai. Tetapi, ia diberitahu bahwa rumah sakit hanya dapat mengeluarkan sertifikat vaksinasi dan tidak dapat membuat perubahan yang ia minta. Ia juga menambahkan bahwa sertifikat vaksinasinya itu dinyatakan dalam bahasa China dan Inggris.

Menurutnya, jika produk vaksin yang ia dapatkan tak tertulis dalam sertifikatnya itu, seharusnya pihak berwenang bisa memeriksa datanya langsung di tempat Eric dapatkan vaksin Sinopharm.

[]sumber: disadur dari detikcom




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top