Jumat, 12 Juni 2026

Breaking News

  • Panitia HUT JMSI ke 6 Silaturahmi dengan UAS, Salah Satu Penerima JMSI Award   ●   
  • Wabup Syamsurizal Ingatkan Ancaman Serius Generasi Muda : HIV, Narkoba, dan Pergaulan Bebas    ●   
  • Plt Gubri SF Hariyanto Instruksikan Kadis PUPR Tingkatkan Pengawasan Infrastruktur di Lapangan   ●   
  • Buka OSIS Cup I SMPN 5 Kerinci Kanan, Bupati Afni Ajak Pelajar Isi Waktu dengan Kegiatan Positif   ●   
  • Dorong Penguatan Sinergi Daerah, Bupati Ahmad Yuzar Terima Audiensi IKM Kampar   ●   
Sri Mulyani Kejar Holding Ultra Mikro Cuan Dua Kali Lipat 2025
Kamis 10 Februari 2022, 13:41 WIB
👁87362
Menkeu Sri Mulyani menugaskan Holding Ultra Mikro untuk mampu meningkatkan jumlah nasabah, penyaluran pinjaman, dan keuntungan hingga dua kali lipat

Jakarta, berazamcom - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tugas kepada Holding Ultra Mikro untuk meningkatkan jumlah nasabah, penyaluran pinjaman UMKM, dan keuntungan (profit) hingga dua kali lipat.

Ani, akrab sapannya, memberi deadline agar target dapat dicapai pada 2025 mendatang.

"Jadi tidak ada alasan Pak Narso (Direktur Utama BRI Sunarso) (penyaluran pinjaman) harus mencapai 2 kali lipat, profit before tax juga dua kali lipat, engga mau sebut angkanya karena angka sudah relevan kita tagih 2 kali lipatnya saja," beber Ani pada acara BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/2).

Menurut Ani, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) BRI yang di bawah 90 persen masih relatif longgar, sehingga ia menilai masih banyak ruang bagi holding untuk menyalurkan pembiayaan ke wong cilik.

Ani yakin di tengah pemulihan ekonomi saat ini banyak UMKM yang membutuhkan tambahan modal kerja, sehingga ia menilai target tak sulit dicapai.

Target tersebut ia berikan sesuai dengan proposal yang dipaparkan oleh BRI dan anggota holding lainnya saat meminta restunya untuk membentuk holding.

Seperti diketahui, Holding Ultra Mikro terdiri dari tiga entitas BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Holding resmi dibentuk lewat penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI selaku induk holding pada 13 September 2021 lalu.

Pembentukan holding ini ditujukan untuk mempermudah wong cilik untuk mendapat pinjaman. Dengan sinergi tiga lembaga keuangan tersebut, diharapkan modal BUMN bisa lebih besar dan bunga yang ditawarkan pun bisa lebih lebih kecil.

Dalam hal ini, pemerintah menugaskan holding ultra mikro untuk menyalurkan pembiayaan ke 29 juta nasabah sampai 2024 mendatang dari posisi saat ini yang hanya 15 juta nasabah.




 

 

[]bazm

Sumber : CNN Indonesia




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top