Minggu, 12 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Protes Invasi, Sekitar 100 Diplomat WO saat Menlu Rusia Pidato di PBB!
Rabu 02 Maret 2022, 10:06 WIB
👁127589
Sergey Lavrov

Jakarta, berazamcom - Sekitar 100 diplomat keluar dari ruangan saat Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berbicara dalam Konferensi PBB. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina.

Dilansir dari NYTimes, Rabu (2/3/2022) peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (1/3) waktu setempat. Duta Besar Ukraina untuk PBB di Jenewa memimpin aksi walk out tersebut.

Sebagian besar ruangan tampak kosong saat Lavrov berpidato. Lavrov sendiri pada konferensi berbicara tentang perlucutan senjata.

Lavrov telah merencanakan untuk menghadiri sidang Dewan Hak Asasi Manusia secara langsung. Namun perjalanannya ke Jenewa terhalang karena adanya larangan negara-negara Eropa terhadap penerbangan dari Rusia.

Dia menuduh Ukraina berusaha memperoleh senjata nuklir, hal ini merupakan klaim tak berdasar yang digunakan Moskow sebagai salah satu pembenaran untuk invasinya. Ukraina menyerahkan persenjataan nuklir era Soviet pada tahun 1994 dengan imbalan jaminan keamanan.

Lavrov mengulangi pernyataan Kremlin bahwa Ukraina telah "Membuat klaim teritorial terhadap Federasi Rusia, mengancam akan menggunakan kekuatan dan memperoleh kemampuan nuklir militer," ujar Lavrov.

Lavrov menambahkan bahwa Amerika Serikat harus menarik senjata nuklirnya keluar dari Eropa dan membongkar infrastruktur terkait.

"Histeria, saat ini di NATO dan Uni Eropa menegaskan bahwa itu adalah dan masih merupakan tujuan AS dan semua sekutunya yang dibangun oleh Washington untuk menciptakan 'anti-Rusia," katanya.


 

 

[]bazm

Sumber : detik.com




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top