Senin, 5 Desember 2022

Breaking News

  • Ambil Sumpah ASN, Plt Bupati Kuansing Sayangkan Minimya Kehadiran CPNS   ●   
  • Pemprov dan Delapan Kabupaten/Kota di Riau Teriam Predikat WTP   ●   
  • Sudah Mulai Belajar Berjalan, Mita Ingin Kembali Bersekolah   ●   
  • Riau Terima DIPA dan TKD Tahun 2023 Sebesar Rp 30,71,Triliun   ●   
  • BMKG : Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Mengguyur Riau Sore Hingga Dini Hari   ●   
Alamak! Tukang Becak Bubarkan Diri di Bukber Bupati Kepulauan Meranti
Rabu 27 April 2022, 04:03 WIB
Bukber)sekaligus bersilaturahmi Bupati Kepulauan Meranti, Mumhammad Adil dengan tukang becak yang berada di Kota Selatpanjang.

Selatpanjang, berazamcom - Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil menggelar buka puasa bersama (bukber) sekaligus bersilaturahmi dengan tukang becak yang berada di Kota Selatpanjang.

Tampak ratusan pembecak dari beberapa organisasi seperti Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) Kepulauan Meranti,
Becak Ojek Terminal Selatpanjang (BOTS) dan Becak Meranti Wisata (BMW) memadati halaman pendopo tepatnya di belakang rumah dinas Bupati, jalan Dorak, Selasa (26/4/2022) sore.

Dilansir dari Halloriau.com, mereka yang diundang, bukan menyatakan kegembiraannya karena diundang buka bersama Bupati. Namun sebaliknya, mereka mengungkapkan rasa kekecewaan teramat sangat sehingga memilih bubar dan meninggalkan lokasi acara.

Adapun pemicunya adalah ketidaksiapan dari pihak panitia yang dinilai asal-asalan dalam mempersiapkan acara tersebut, sehingga banyak yang tidak terakomodir.

"Kami memilih membubarkan diri karena dalam hal ini mereka tidak siap untuk menggelar acara. Yang kedua, tempat yang disediakan bukan seperti tempat untuk mengundang orang-orang tua, namun seperti memanggil kaum Duafa, fakir miskin dan anak yatim-piatu. Seperti itulah mungkin pandangan mereka, padahal yang diundang ini adalah pengurus dan kami bertanggung jawab terhadap anggota yang dibawa," kata ketua BMW, Saiful.

Disebutkan, tenda yang disediakan pihak panitia tidak sesuai dengan kapasitas yang diundang, sehingga banyak dari mereka yang hanya bisa berdiri karena tidak mendapatkan tempat.

"Tenda sangat kecil tidak sesuai dengan kapasitas yang diundang, sehingga kami terpaksa duduk ditengah hujan yang gerimis. Selain itu halaman yang dipakai tidak ada kursi dan meja, hanya duduk di lapangan yang dialasi terpal biasa," ujarnya.

Ditambahkan, para tukang becak yang lebih memilih membubarkan diri bukan karena alasan makanan namun tempat yang disediakan dinilai sangat tidak layak.

"Secara kasat mata, kawan-kawan yang membubarkan diri itu memandang tempat itu tidak layak. Kite orang Selatpanjang ini gengsi agak tinggi sedikit, mereka tak pandang masalah makan, karena kita bukan orang kebulur (lapar, red).Kalau misalkan lauknya cuma bilis tapi tempatnya agak elit, orang Selatpanjang salut, sebaliknya kalau lauknya sedap dan tempatnya tidak layak, tak kan mau orang datang," ujarnya lagi.

Diceritakan Saiful, bahwa pihaknya bersama FSPTI dan BOTS diundang oleh pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menghadiri acara berbuka puasa bersama Bupati. Undangan itu pun mereka terima melalui pesan WhatsApp.

"Ketika melihat tempat berbuka puasa itu tidak layak, yang pulang pertama itu
adalah anggota FSPTI dan disusul anggota BOTS yang juga ikut membubarkan diri. Kami dari BMW tak mungkin pula bertahan, karena kita hidup bermasyarakat sedangkan ini pemerintah. Setiap hari kita berhadapan dengan orang ini, jadi kami harus ambil titik aman, karenanya kami juga ikut membubarkan diri," tuturnya.

Ketua BMW itu pun berharap kedepannya sebelum mengundang untuk acara resmi pemerintah harusnya panitia harus lebih siap.

"Harapan kita, buat acara itu persiapan harus matang dulu lah, selanjutnya yang diundang ini janganlah dianggap sepele, karena kita datang kesini bukan karena makan, Karena kita hanya menghargai pemimpin. Kalau pemimpin tidak menghargai yang diundang macam mana rakyat mau memandang dia sebagai Bupati," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokol Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti mengatakan hal tersebut terjadi karena miskomunikasi saja.

"Sebenarnya hanya miskomunikasi para undangan sehingga salah pengertian, perlu diketahui posisi tenda sebagai tempat transit untuk pembagian paket sembako, sedangkan untuk berbuka puasa posisinya di pendopo dilanjutkan sholat magrib berjamaah. Penyaluran paket sembako dilakukan sejak sore sampai tadi malam sebelum waktu Isya. Melalui bantuan tersebut bertujuan meringankan sedikit beban masyarakat dalam bulan suci ramadan dan menyambut hari raya Idul Fitri," kata Yusran.(*)





Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top