Minggu, 12 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Tidak Satupun Pegulat Jatim Dipanggil untuk Tampil di SEA Games XXXI, LaNyalla Minta Menpora Turun Tangan
Sabtu 30 April 2022, 16:26 WIB
👁113526
Proses pemanggilan atlet gulat untuk SEA Games XXXI/2022 mendapat sorotan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Jakarta, berazamcom- Proses pemanggilan atlet gulat untuk SEA Games XXXI/2022 mendapat sorotan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.


Pasalnya tidak ada satu pun pegulat Jatim dipanggil untuk tampil di SEA Games. Padahal, Jatim adalah juara umum cabang gulat pada PON Papua lalu.

Pada PON Papua 2021 lalu, kontingen Jatim meraih tujuh medali emas, tujuh perak, dan dua perunggu.

"Menpora dan timnya harus tahu masalah ini, mengapa atlet Jatim tidak dipanggil. Mereka kan juara PON. Menpora harus tanya kepada PP PGSI, KOI, dan KONI. Mengapa atlet Jatim yang juara PON tidak dikirim ke SEA Games," tanya senator asal Jawa Timur ini.

LaNyalla yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menegaskan jika PON adalah ajang olahraga tertinggi di Indonesia.

"Dan pegulat Jawa Timur jadi juara, mengapa tidak satu pun dipanggil untuk pelatnas ? Apakah ada faktor like and dislike di kubu PB PGSI terhadap atlet Jawa Timur? Menpora harus turun tangan terhadap kasus ini," tanyanya.

Menurutnya, sebagai insan olahraga sportivitas harus dijunjung tinggi. Pengurus Cabor tidak boleh mengedepankan subjektivitas.

Melihat kondisi yang ada, LaNyalla  menilai, bahwa Tim Review Kemenpora tidak melihat dengan jeli terkait prestasi masing-masing atlet yang akan berangkat ke SEA Games.

“Berarti Menpora dan timnya tidak melihat lapangannya, ini bukan persoalan fanatisme daerah. Tapi ini demi sportivitas, keadilan dan Merah Putih,  mengapa yang juara umum tidak dipanggil dan masuk tim. Saya pikir ini bukan hanya jadi pertanyaan orang Jawa Timur, tapi pasti juga jadi pertanyaan semua insan olahraga di Indonesia, terutama insan gulat Indonesia," tegas LaNyalla.

Pada PON XX/2021 Papua, tim gulat Jawa Timur meraih tujuh medali emas, tujuh perak, dan dua perunggu.

Tujuh medali emas itu diraih oleh Shintia Eka Arfenda (gaya bebas 50 kg putri), Candra Marimar (gaya bebas 53 kg putri), Varadisa Septi (gaya bebas 76 kg putri), Rachmat Hadi Wijaya (gaya bebas 74 kg), Hasan Sidik (gaya greco-roman kelas 60 kg), Dimas Septo Anugraha (gaya bebas 125 kg), dan Lulut Gilang nomor Greco-Roman kelas 87 kg.

Untuk SEA Games Vietnam mendatang, Indonesia mengirim enam pegulat, empat pegulat putra dan dua pegulat putri.(*)


[]ybs/bazm02




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top