Senin, 13 Juli 2026

Breaking News

  • Siak Raih Penghargaan Nasional atas Komitmen Menjangkau Anak Zero Dose   ●   
  • Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di 2 Daerah Pekan Ini, Berikut Jadwalnya   ●   
  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
Suhardiman Amby Minta Pemprov Riau Berikan Perhatian Lebih Untuk Penanganan Stunting di Kuansing
minggu 29 Mei 2022, 17:10 WIB
👁46499
Plt. Bupati Kuansing Suhardiman Amby ( baju hitam ) bersama Kadis Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin ( baju putih ) memberikan bantuan suplemen makanan kepada perwakilan ibu hamil di acara rembuk Stunting

Kuansing, berazamcom - Plt Bupati Kuantan Singingi ( Kuansing ), Riau Suhardiman Amby meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk memberikan perhatian lebih kepada Kuansing dalam penanganan penurunan angka stunting di Kuansing, sebab berdasarkan data tahun 2021 prevalensi stunting mencapai 22,4 persen.

"Pemkab Kuansing meminta perhatian lebih dari Pemprov Riau, sehingga penanganan stunting lebih cepat dan tepat", kata Suhardiman Amby kepada Kadis Kesehatan Provinsi Riau Zainal Arifin saat acara rembuk Stunting percepatan Penurunan angka stunting di Kuantan Singingi Jum'at kemarin di Pendopo rumah Dinas Bupati Kuansing.

Menurut Suhardiman, pencegahan stunting harus sudah dilakukan sejak pra nikah. Dimana, calon pengantin harus memeriksakan diri ke dokter sebelum nikah.

"Sehingga, mereka mengetahui kondisi kesehatannya dan langkah apa yang harus dilakukan agar generasinya bebas dari stunting. Itu perlu dilakukan," ujar Suhardiman.

Diketahui di Riau Kuansing menjali lokus dan dari lima belas kecamatan di Kuansing, Kecamatan Pangean dan Cerenti yang menjadi lokus penanganan stunting.  Karena, dua kecamatan ini tertinggi kasus bayi yang alami stunting.

Menurut Sekda Kuansing, Dedy Sambudi, dari dua kecamatan tersebut, ada delapan desa yang menjadi percepatan penanganan stunting.

"Target kita, tahun 2022 ini kasus stunting menurun menjadi 14 persen. Kita akan lakukan berbagai upaya untuk penanganannya," ujar Dedy.

Agar target tersebut tercapai, Pemkab Kuansing akan menerapkan strategi konvergensi. Tentunya, hal ini melibatkan semua stakeholder. Mulai dari pemerintahan desa hingga pemerintahan provinsi.

"Nanti, di akhir tahun kita akan evaluasi. Sehingga, target kita Kuansing bebas stunting di 2024 tercapai," ujar Dedy.

 

 

[]bazm-8




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top