Minggu, 12 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Masyarakat Kalsel Minta KPK Usut Tuntas Kasus Pajak PT Jhonlin
Jumat 10 Juni 2022, 19:00 WIB
👁87203

Jakarta, berazamcom - Penggiat Anti Korupsi mewakili Masyarakat Kalimantan Selatan untuk mendesak Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI agar dapat mengusut tuntas dalang dari kasus rekayasa pajak yang dilakukan PT Jhonlin Baratama.

Laporan mereka diterima oleh KPK RI pada Jumat, 10 Juni 2022, dan melakukan orasi di depan Kantor KPK dengan tulisan 'Tangkap Mafia Hukum di Kalimantan'.

Koordinator Subhan Saputra memohon kepada KPK RI, agar perkara rekayasa kewajiban pajak PT Jhonlin Baratama yang sudah terbukti atas putusan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tanggal 4 Februari 2022 kepada Angin Prayitno Aji dengan putusan sembilan tahun penjara atas korupsi suap pajak PT Jhonlin Baratama.

"Karena itu kami masyarakat kalsel mendesak agak KPK mengusut tuntas terkait hilangnya barang bukti tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan pajak tahun 2016 dan 2017 pada PT Jhonlin Baratama saat pemeriksaan/penggeledahan oleh KPK RI," jelas Subhan di depan Kantor KPK kepada Wartawan.

Dibalik hilangnya kasus rekayasa pajak ini, Subhan meyakini adanya dalang, dibelakang atas hilangnya barang bukti tersebut.

Masyarakat Kalimantan Selatan sangat berharap kepada KPK untuk dapat menindaklanjuti kasus ini, dan mengingatkan kembali apa yang pernah disampaikan oleh KPK, siapapun yang menghilangkan bukti akan menerima sanksi.

"Adanya saksi pidana bila barang bukti suatu perkara disembunyikan atau dihilangkan, demi untuk tegaknya supremasi hukum dan jangan ada kesan KPK RI tebang pilih atas kasus korupsi di Indonesia," jelas Subhan.(*)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top