Senin, 13 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Sri Mulyani Sebut 60 Persen Negara Berpenghasilan Rendah Terancam Mati
Sabtu 16 Juli 2022, 09:52 WIB
👁65897
Sri Mulyani

Jakarta, berazamcom - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan 60 persen dari negara berpenghasilan rendah terancam mati.

Hal ini dikarenakan pandemi covid-19 membuat negara-negara di dunia mengalami kenaikan utang. Hal ini masih ditambah lagi dengan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan krisis beruntun.

Seperti dilansir dari CNN Indonesia, krisis beruntun ini menyebabkan tekanan besar pada negara kecil, negara yang keuangannya terbatas sedangkan harga minyak dan pangan semakin melonjak.

"Sekitar 60 persen negara berpenghasilan rendah sudah atau hampir mati," ungkap Sri Mulyani dalam pembukaan Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting di Bali.

Menurutnya, kondisi buruk ini tidak hanya mengancam negara miskin, tetapi juga negara berkembang, meski kondisinya lebih baik.

Negara berkembang dikatakan memiliki potensi besar tak bisa membayar utang dalam satu tahun ke depan. Namun, Sri Mulyani tak menjabarkan lebih lanjut mana saja negara yang benar-benar sakit dan tak bisa membayar utang.

"Negara-negara berkembang mungkin tidak dapat memenuhi pembayaran utang selama satu tahun ke depan," tutur Sri Mulyani.

Lanjutnya, kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Cobaan terus datang sejak 2020 lalu yang membuat banyak negara, bahkan maju pun bisa masuk ke jurang resesi.

"Jadi ancaman perang, krisis komoditas, dan peningkatan inflasi global juga dapat meningkat dan menciptakan limpahan utang yang nyata, tidak hanya untuk negara berpenghasilan rendah, tapi juga negara berpenghasilan menengah, atau bahkan ekonomi maju," katanya.





Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top