Minggu, 2 Oktober 2022

Breaking News

  • Tim Dosen UIR Paparkan Urgensi Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal   ●   
  • Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, 129 Orang Meninggal Dunia   ●   
  • Sengketa Lahan Ratusan Hektar Antara Poktan TDB dan PT KPC Bergulir ke Mahkamah Agung   ●   
  • Wagubri Edy Natar Ikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2022 Secara Virtual   ●   
  • APBD-P Kuansing Tahun 2022 Gagal Disepakati, Nasib SK Guru PPPK dan TPP ASN Belum Jelas   ●   
Pengabdian Masyarakat Dosen FH UIR Selvi Harvia Santri , "Sebelum Beli Produk Asuransi Masyarakat Perlu Pahami Manajemen Resiko"
Rabu 21 September 2022, 16:38 WIB
Dosen Fakultas Hukum UIR Selvi Harvia Santri SH MH ketika melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Siak Hulu Kampar.

Siak Huku, berazamcom: Membangun kesadaran hukum masyarakat harus terus menerus dilakukan. Terutama oleh akademisi. Inilah, salah satu tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau Selvi Harvia Santri, S.H., M.H. di Dusun III Bencah Pudu Permai Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar pada akhir Agustus lalu.

Kegiatan Pengabdian dengan tema, “Peningkatan Pengetahuan Teknologi Masyarakat Terhadap Pengalihan Resiko Kerugian ke Perusahaan Asuransi" tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Selain dihadiri kaum ibu, pengabdian ini turut pula dihadiri kaum remaja.

Dalam penyuluhannya kepada masyarakat, Selvi Harvia Santri menjelaskan bahwa asuransi hadir untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kerugian finansial yang dialami masyarakat. Manajemen risiko perlu dipahami sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi. Sehingga tidak menimbulkan persoalan ketika kita melakukan klaim, kita harus tahu mana resiko yang menjadi tanggung jawab asuransi dan mana yang tidak menjadi tanggung jawab asuransi.

''Dalam hidup, risiko kerugian adalah hal yang selalu dihadapi oleh manusia. Oleh karenanya, manusia butuh sesuatu yang dapat meminimalkan resiko kerugian yang terjadi,'' jelas Selvi kepada warga.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum ini menambahkan, untuk mengatasi resiko kerugian ada beberapa hal yang dapat dilakukan manusia. Yaitu menghindari risiko, mencegah terjadinya risiko, mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi. ''Dari ketiga hal tersebut yang paling tepat dilakukan adalah mengalihkan resiko ke perusahaan asuransi,'' ujarnya.

Masalahnya, tegas Selvi, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengalihkan resiko kerugian ke perusahaan asuransi juga masih sangat rendah. Banyak faktor penyebab terjadinya kondisi demikian. Antara lain tingkat Kesejahteraan masyarakat pendapatan yang rendah), asuransi belum merupakan sebuah kebutuhan, apalagi asuransi dianggap sebagai gaya hidup (life style). Menurut sebagian masyarkat masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak ketimbang menyisihkan sebagian penghasilan untuk keperluan proteksi diri dan harta bendanya.

Di samping itu, faktor budaya juga mempengaruhi sikap masyarakat untuk berasuransi. ''Sebagian masyarakat memandang asuransi untuk hari tua, belum dinilai perlu untuk memilikinya. Karena Orangtua kita umumnya masih menyandarkan harapannya terhadap anak-anaknya. Anak seolah-olah dianggap sebagai “asset” sehingga kemandirian hidup hingga usia senja kurang dipersiapkan,'' tandas Selvi pula.

Masih ada faktor lain. Yakni sosialisasi tentang asuransi. Perkembangan kapasitas dunia usaha asuransi yang masih tergolong rendah sehingga upaya melakukan edukasi kepada publik masih terbatas. Padahal, edukasi itulah yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berasuransi. Tidak mengherankan jika pengetahuan masyarakat tentang asuransi masih sangat rendah. Di luar itu, infrastruktur perasuransian yang baru menjangkau ibu kota provinsi.

''Kalaupun ada yang telah menembus pasar di tingkat ibukota kabupaten, itu pun masih bisa dihitung dengan jari. Artinya, infrastruktur perasuransian memang jauh tertinggal, kalah dibandingkan perbankan. Tidak mengherankan jika asuransi masih menjadi sesuatu yang baru bagi sebagian masyarakat,'' ucap dosen yang juga kandidat doktor ini.

Di akhir penyuluhan, Selvi berharap kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mengikuti asuransi dalam rangka meringankan resiko kerugian yang timbul dalam kehidupan masyarakat. Caranya mengalihkan resiko ke perusahaan asuransi.*

[]bazm01




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: redaksi.berazam@gmail.com


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


About Us

Berazamcom, merupakan media cyber berkantor pusat di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Indonesia. Didirikan oleh kaum muda intelek yang memiliki gagasan, pemikiran dan integritas untuk demokrasi, dan pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Kata berazam dikonotasikan dengan berniat, berkehendak, berkomitmen dan istiqomah dalam bersikap, berperilaku dan berperbuatan. Satu kata antara hati dengan mulut. Antara mulut dengan perilaku. Selengkapnya



Alamat Perusahaan

Alamat Redaksi

Perkantoran Grand Sudirman
Blok B-10 Pekanbaru Riau, Indonesia
  redaksi.berazam@gmail.com
  0761-3230
  www.berazam.com
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top