Kamis, 27 Agustus 2026

Breaking News

  • Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control   ●   
  • Karhutla di Taman Nasional Zamrud Nyaris Sentuh Sumur Minyak BSP, Bupati Siak Bertahan hingga Dini Hari.   ●   
  • Kebakaran Lahan Makin Meluas, Pemko Pekanbaru Naikkan Status Karhutla Jadi Tanggap Darurat   ●   
  • Peringati Maulid Nabi, Wabup Siak Syamsurizal Ajak Masyarakat Cegah Karhutla dan Jaga Lingkungan   ●   
  • Atasi Kabut Asap, Tiga Ton Garam Disemai di Tujuh Wilayah Riau dalam Operasi Modifikasi Cuaca   ●   
Usai Tolak Gaji PM, Anwar Ibrahim Juga Ogah Pakai Mobil Dinas Mewah
Senin 28 November 2022, 11:34 WIB
👁209633

Jakarta, berazamcom - Setelah menolak gaji sebagai perdana menteri Malaysia, kini Anwar Ibrahim menyatakan tak mau menggunakan mobil dinas mewah yang dibeli sebelum ia berkuasa.

"Kemarin, saya menolak menggunakan Mercedes tipe S600 yang dibeli Departemen Perdana Menteri (JPM) sebelum saya menjadi PM," ujar Anwar melalui akun Facebook resminya, Minggu (27/11).

"Saya mengambil langkah ini karena saya tak mau pengeluaran tambahan harus dikeluarkan hanya karena saya. Saya memutuskan untuk memakai kendaraan apa saja yang ada di kantor untuk sehari-hari."

MalayMail melaporkan bahwa Mercedes-Benz seri S600 saat ini sebenarnya sudah tak diproduksi. Namun, harga mobil itu sekitar 1,7 juta ringgit atau setara Rp5,9 ketika pertama kali dirilis.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, gestur ini dianggap sebagai upaya Anwar untuk menunjukkan keseriusannya memulihkan perekonomian Malaysia.

Sebelum ini, Anwar juga menolak menerima gajinya sebagai perdana menteri. Tak hanya itu, Anwar juga bakal memangkas gaji para menterinya.

"Ukuran kabinet pasti akan lebih kecil dan saya meminta menteri baru untuk menyetujui proposal saya untuk mengurangi gaji mereka," ucap Anwar, sebagaimana dilansir The Star.

Langkah-langkah yang diambil Anwar ini memang selaras dengan janjinya saat berkampanye. Ia memang berjanji tak akan mengambil gaji sebagai PM dan bakal memangkas upah menteri.

Selama kampanye, Anwar mengaku prihatin melihat situasi ekonomi Malaysia. Ia merasa tak pantas mengambil gaji sebagai perdana menteri.

Setelah dilantik, Anwar membeberkan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini adalah meringankan biaya hidup masyarakat.

Dengan rekam jejaknya sebagai menteri keuangan pada medio 1990-an, Anwar dianggap dapat diandalkan untuk memulihkan perekonomian Malaysia pascapandemi Covid-19.





Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top