Minggu, 12 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
Di Kualu Ada Satu Keluaraga Terindikasi Gangguan Jiwa
Rabu 25 Januari 2023, 14:03 WIB
👁51905
Kapus Tambang Suryo Anom Saputro

Tambang, berazamcom -Kelapa UPTD Puskesmas Kecamatan Tambang Suryo Anom Saputro mengatakan saat ini tidak ada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah kerjanya yang tidak terpantau dan tertangani. Sebab, setiap dokter yang bertugas di Puskesmas Tambang diberi tugas untuk memantau dan menangani orang sakit jiwa alias orang gila.

"Kita bertekad zero ODGJ yang tidak tertangani, " ujar Surya Anom Saputro.

Dia menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah menangani 47 orang ODGJ yang tersebar di setiap desa di Kecamatan Tambang. Mereka terus dipantau dan ditangani.

Baru-baru ini, kata Anom, Pihaknya menemukan satu keluarga terindikasi ODGJ di Desa Kualu. Dan saat ini tim Puskesmas Tambang berupaya mencari solusi untuk menanganinya. Pihaknya, akan berkoordinasi dengan pihak desa dan dinas sosial.

Dia juga mengatakan, ODGJ itu ada yang gangguan jiwa berat ada pula sedang dan stabil. Mereka yang sakit jiwa parah akan dikirim ke rumah sakit jiwa. Sedangkan yang sedang dan relatif stabil cukup dipantau dan minum obat secara rutin.

"Semoga masyarakat tidak ada yang menyembunyikan atau memasung keluarganya yang ODGJ. Karena itu tidak dibenarkan. Lapor ke petugas kita, pasti akan ditangani, " kata Anom.

Sementara itu, dr Resti yang bertugas di Puskesmas Tambang dan untuk wilayah Desa Balam Jaya dan Tambang mengakui bahwa dirinya terus memantau keberadaan ODGJ di wilayah kerjanya. Dalam menjalankan tugas, dia bekerja sama dengan pemerintah desa dan dinas sosial.

Soal masih ada ODGJ yang terlihat berkeliaran, dr Resti mengatakan, kemungkinan itu orang sakit yang bukan berasal dari Tambang. Tapi orang gila dari luar atau bahkan dibuang ke Tambang.

Dokter Resti juga mengatakan, ODGJ tidak boleh dipasung karena hal itu dilarang pemerintah. "Meski dikurung dalam rumah, itu juga disebut dipasung, " kata dr Resti.

Ditambahkanya, ODGJ sebaiknya berbaur saja dan terus dipantau. "Jika minum obat bisa stabil. Tapi jika kambuh dan menganggu dibawa ke rumah sakit, " katanya.




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top