Senin, 13 Juli 2026

Breaking News

  • Touring Bersama UAS, Kapolda, dan Pangdam, Bupati Afni Perkenalkan Sejarah Kesultanan Siak   ●   
  • Wali Kota Pekanbaru Beri Fleksibilitas Kerja bagi ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah   ●   
  • Pansel Buka Perpanjangan Terakhir Seleksi Dewan Komisaris dan Direksi BRK Syariah   ●   
  • Siak Raih Penghargaan Nasional atas Komitmen Menjangkau Anak Zero Dose   ●   
  • Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di 2 Daerah Pekan Ini, Berikut Jadwalnya   ●   
Melihat Tradisi 'Pulang Beibu' Masyarakat Adat Rantau Baru Pelalawan
Selasa 20 Juni 2023, 23:45 WIB
👁40192

Pelalawan, berazamcom - Jika ingin selamat di rantau, carilah dulu sanak saudara atau induk semang. Pepatah tua ini begitu melekat di kehidupan masyarakat Rantaubaru, Kabupaten Pelalawan.

Giat adat ini lah yang dilaksanakan sempena penobatan Datuk Sati Diraja yang akan dilaksanakan besok, Rabu (21/6/2026). Dimana, Wahyu Ari Sandi ST yang notabene bukan anak jati Rantaubaru diangkat menjadi bagian dari masyarakat daerah setempat. Prosesi adat pun dilaksanakan pada Selasa malam (19/6/23) di kediaman ughang sumondo (orang sumando).

Prosesi dimulai dengan makan sirih yang disuguhkan urang sumando kehadapan para tetua adat dengan menyodorkan tepak sirih yang berisi pinang, sirih dan lainnya,

Usai makan sirih, hajat pun disampaikan urang sumando. Bahwasannya anak Godhang pulang keinduk atau Beibu di bawah payung Rajo Sindo.

Usai para Datuk dan batin mengamini hajat tersebut, kepada Datuk Rajo diminta untuk langsung membawa Ari memperkenalkan sanak keluarganya serta anak kemenakan yang hadir malam itu.

Usai prosesi pengenalan, Datuk Engku Rajo Lela Putra dalam sambutannya mengatakan, ini adalah proses adat yang harus menjadi teladan, terutama dalam hal tata krama.

Dulu, kata Datuk Engku Rajo Lelo, prosesi adat pulang Beibu tertata dengan sangat rapi dan baik. Tapi sekarang kesakralannya dirasa kurang.

"Saya lihat tadi masih kurang tertata. Mamak sama mamak saling tunjuk, cara menghadap Datuk pun kurang pas," ucapnya.

Dia juga mengkritisi soal proses pulang Beibu yang kurang dalam pelaksanaannya. Tata cara itu harus rapi dan terstruktur. Untuk itu, dia berharap kedepan masalah-masalah sakral seperti ini harus lebih baik lagi kedepannya.

"Ada kesopanan tempat dia menghadap orang. Ini harus ditingkatkan ke depan. Karena prosesi adat istiadat di daerah ini harus menjadi contoh untuk Pelalawan," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum (Ketum) DPH LAMR Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil, Kades Rantau Baru, Batin Sibokol-bokol Datuk Sati Diraja, dan tokoh masyarakat lainnya. ***




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Berita Terkini
Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top