Minggu, 12 Juli 2026

Breaking News

  • Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina   ●   
  • Lantik Pengurus KTNA Siak, Bupati Afni Tegaskan Pemda Siap Dampingi Petani dan Nelayan   ●   
  • Bubarkan Panitia HUT ke-6, Dumai Jadi Tuan Rumah HUT ke-7 JMSI Tahun 2027   ●   
  • Genjot PAD, Bupati Kampar Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD Tahun 2026   ●   
  • Bupati Ahmad Yuzar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kampar Kloter 05   ●   
BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus Rp6.206 T per Akhir Agustus
Senin 16 Oktober 2023, 14:47 WIB
👁731145
Ilustrasi (net)

Jakarta, berazamcom - Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia berada di posisi US$395,1 miliar atau Rp6.206 triliun (Kurs Rp15.708 per dolar AS) per Agustus 2023 kemarin.

Posisi itu turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$397,1 miliar. BI dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (16/10) ini menyebut utang berasal dari dua sumber.

Pertama, utang luar negeri pemerintah yang mencapai US$191,6 miliar. Utang tersebut turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$193,2 miliar.

BI menyatakan penurunan utang luar negeri pemerintah itu dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi.

Selain itu, penurunan juga dipicu komitmen pemerintah menjaga kredibilitas utang dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel.

Sementara sumber kedua dari utang luar negeri swasta. BI menyatakan posisi utang luar negeri swasta pada akhir Agustus 2023 tercatat US$194,3 miliar, turun dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya sebesar US$194,5 miliar.

"Secara tahunan, ULN swasta kembali mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 5,2 persen (yoy), melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 5,5 persen," kata mereka seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

BI menyatakan penurunan ULN swasta ini terutama disebabkan oleh makin dalamnya kontraksi pertumbuhan utang luar negeri perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) menjadi 5,1 persen (yoy) dibandingkan dengan kontraksi 4,3 persen pada periode sebelumnya.

BI memandang dengan kondisi tersebut, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kesehatan tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun dari 29,2 persen menjadi 29,1 persen.

Kesehatan juga tercermin dari utang luar negeri berjangka panjang yang persentasenya mencapai 87,4 persen dari total utang. (*)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top