Jumat, 26 Juni 2026

Breaking News

  • Terima PIN Emas JMSI, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai : Pers Mitra Strategis TNI   ●   
  • Lantik Pengurus JMSI Riau Periode 2025-2030, Faisal Mahrawa Puji Dheni Kurnia, Pangdam XIX/TT dan 11 Tokoh Riau Terima Award   ●   
  • Lepas Kafilah MTQ Siak, Bupati Afni Pastikan Bonus Naik 10 Persen dan Hadiah Umrah   ●   
  • Pemprov Gratis 44 Sekolah Swasta dari Program Afirmasi, Plt Gubri: Tidak Boleh Ada Anak di Riau Putus Sekolah    ●   
  • Dilepas Walikota, Dumai Solid Hadiri HUT VI JMSI dan HPN di Pekanbaru   ●   
OPINI
Kesombongan Prabowo Akan Berujung Kejatuhannya?
Kamis 11 Januari 2024, 10:28 WIB
👁47559
Ahmad Khozinudin

Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Sifat sombong dasarnya adalah karena merasa, merasa diri lebih, merasa diri unggul, merasa diri pasti menang, dan seterusnya.

Debat Pilpres ketiga, berangkat dari merasa ini. Prabowo, merasa dirinya berlatar militer, menteri pertahanan pula. Sehingga, materi debat pertahanan merasa dia kuasai sehingga tidak perlu persiapan, setidaknya menghafal jumlah dan alokasi anggaran Kemenhan.

Akhirnya, Prabowo gelabakan saat ditanya anggaran Kemenhan. Setelah debat, barulah Dahnil Ahzar Simanjuntak yang menjelaskan rincian anggaran Kemenhan.

Prabowo terlihat sombong, saat mengklarifikasi pertanyaan Anies soal lahan 340.000 ha. Kesombongan itu terkonfirmasi dari beberapa hal:

Pertama, kesombongan karena mengumpat Anies dengan sebutan goblok dan asal njeplak. Padahal, umpatan ini sejatinya juga ditujukan kepada Jokowi, karena pada debat Pilpres 2019 lalu Jokowi juga pernah menanyakan lahan Prabowo di Aceh 120.000 ha dan di Kalimantan 220.000, yang totalnya sama dengan yang ditanyakan Anies: 340.000 ha.

Kedua, kesombongan Prabowo pada lahan yang dimilikinya bukan cuma 340.000 ha, melainkan 500.000 ha. Implisit, Prabowo ingin menyampaikan dirinya lebih tajir dari yang Anies duga.

Padahal, hal ini blunder. Sebab, dasar pelaporan Pendekar Hukum Pemilu Bersih (PHPB) melaporkan Anies ke Bawaslu adalah LHKPN milik Prabowo. Pertanyaannya, apakah lahan 500.000 ha milik Prabowo sudah dilaporkan dan masuk data LHKPN? kalau tidak, ada dugaan upaya menyembunyikan harta kekayaan Prabowo dalam kasus ini.

Ketiga, Prabowo merasa akan dilantik menjadi Presiden karena didukung Jokowi. Pendukung Prabowo, juga sudah sesumbar Prabowo akan dilantik.

Padahal, ini bentuk kesombongan yang paling Akbar. Karena merasa mengetahui kunci langit dan membaca apa yang sudah tercatat di Lauhul Mahfudz.

Karena dukungan Jokowi inilah, Prabowo merasa bisa melakukan segalanya. Sehingga, tidak perlu menguasai materi debat, meski jadi bulan bulanan netizen, toh itu tidak penting. Yang penting, Prabowo menang.

Penulis kira, kesombongan Prabowo ini jika tidak segera dikoreksi akan menjadi sebab kejatuhannya. Bukan kejatuhannya yang pertama, tapi kejatuhannya untuk ketiga kalinya gagal maju menjadi Capres, dan kegagalan keempat kalinya mengikuti kontestasi Pilpres. []

 

 

Oleh : Ahmad Khozinudin (Sastrawan Politik)




Untuk saran dan pemberian informasi kepada berazam.com, silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Copyright © 2021 berazam.com - All Rights Reserved
Scroll to top